Pentingnya Digital Mastery Dalam Era Disrupsi

Sebagai upaya mengakselerasi transformasi perusahaan dalam mengembangkan digital mastery, Direktur Human Capital Management Telkomsel Priyantono Rudito melakukan riset di internal Telkomsel untuk melihat sejauh mana level digitalisasi pada bidang sumber daya manusia (SDM).

Hasil penerapan digital mastery dalam Telkomsel dibukukan oleh Priyantono bersama Vice President People Development Telkomsel Mardi FN Sinaga dengan judul “Digital Mastery, Membangun Kepemimpinan Digital Untuk Memenangkan Era Disrupsi”. Buku ini diharapkan akan mampu menjadi salah satu rujukan bagi pelaku bisnis, akademisi dan para praktisi bidang SDM dalam mengelola organisasi dalam era digital.

Digital Mastery Conference 2017 Digital Mastery Conference 2017

Dalam peluncuran bukunya, Priyantono menggandeng Majalah SWA dan SBM ITB pada kesempatan yang sama dilakukan Kick-Off Pengukuran Digital Mastery Indonesia kepada lebih dari 250 tamu yang hadir dalam ajang ini. Acara ini dihadiri juga Group Chief Editor SWA Kemal Effendi Gani dan Rhenald
Kasali sebagai penulis pengantar buku ini.

Transformasi digital tidak hanya mencakup masalah teknologi namun sebuah transformasi organisasi menyeluruh yang mengedepankan aspek people. Hal inilah yang diakui oleh berbagai perusahaan start-up teknologi seperti Bukalapak, Jenius (BTPN), Modalku, dan Gojek saat memberikan pemaparan mengenai disrupsi yang mereka hadirkan.

Menurut Priyantono, digital mastery mewakili keunggulan pada dimensi digital dan kepemimpinan, yaitu digital leadership sebagai kemampuan manusia untuk melakukan inisiatif mengembangkan teknologi menjadi sesuatu yang punya value dan digital capability dalam kemampuan menguasai teknologi digital.

Ia menambahkan bahwa pendekatan khas Indonesia untuk digital mastery development dengan cepat adalah melalui pendekatan trilogy. Pendekatan ini adalah disruptive experiential, coaching, dan unlocking best potential sumber daya manusia ke titik tertinggi dan pengembangan diri melalui professional coaching.

Digital Mastery Conference 2017 Digital Mastery Conference 2017

“Pengembangan digital mastery harus dilakukan dengan pendekatan experiential yang melibatkan orang mengalami dan berinteraksi langsung. Nilai culture baru yang perlu diterapkan perusahaan antara lain seperti agility, experiential, dan open mindset,” ungkapnya.

Oleh karena itu, harus ada pengukuran di masyarakat sejauh mana kecakapan Indonesia terhadap dunia digital. Maka Survei Pengukuran Digital Mastery Indonesia ini bertujuan mengetahui tingkat kemimpinan dan kapabilitas digital sebuah perusahaan, mengetahui posisi perusahaan dalam kuadran digital mastery dan mendukung serta mendorong transformasi perusahaan yang berbasis digital culture. Ini digunakan sebagai indikator untuk saling mengkalibrasi antar industri.

“Saya menghimbau perlunya kolaborasi untuk mengukur kesiapan digital di masyarakat Indonesia. Dengan program yang saya sebut sebagai Digital Mastery Indonesia maka semua sektor industri bisa menyiapkan pengembangan digital masing-masing,” ujar Priyantono. (Post Event)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)