Fokus di Segmen UMKM, TIKI Jadi Mitra Resmi Inacraft 2018

Tomy Sofhian, Managing Director TIKI di booth TIKI dalam pameran Inacraft 2018 di Jakarta Convention Center. (Jeihan Kahfi/SWA)

Perusahaan jasa ekspedisi PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) makin memperluas bisnisnya di pasar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan ikut serta menjadi mitra pengiriman resmi di dalam penyelenggaraan International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2018 yang akan diselenggarakan pada 25 – 29 April 2018 di Jakarta Convention Center.

Selama pameran TIKI menempatkan enam drop-off booth yang tersebar di seluruh area pameran untuk mengakomodasi lonjakan permintaan pengiriman selama pameran, menyediakan fasilitas pengiriman domestik dan internasional, layanan pengemasan ulang gratis, layanan asuransi untuk para peserta pameran, dan layanan pelacakan yang real time dengan menggunakan aplikasi TIKI app. Pada ajang ini TIKI memberikan diskon hingga 20 persen untuk transaksi pengiriman.

Keikutsertaan TIKI di Inacraft tahun ini merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan untuk mencapai target pertumbuhan bisnis di pasar UMKM. Tahun ini, TIKI menargetkan peningkatan pertumbuhan pendapatan di sektor UMKM sebesar 25 persen dengan jumlah pertumbuhan jumlah pelanggan UMKM hingga duakali lipat dibandingkan tahun lalu.

Tomy Sofhian, Managing Director TIKI, menjelaskan strategi TIKI untuk melayani UMKM adalah selalu melakukan inovasi berbasis teknologi dan memperluas jaringan distribusi. “Saat ini TIKI yang kini sudah menjangkau 98 persen kode pos di wilayah Indonesia, termasuk 70 persen desa di Indonesia sudah ter-cover,” katanya di booth di TIKI Inacraft 2018, (25/4).

Strategi berikutnya, lanjut Tomy, adalah memberikan pembekalan melalui pelatihan berupa sistem distribusi, cara pengemasan dan bagaimana berbisnis online yang baik. “Pelatihan ini dilakukan secara reguler tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.

“Selain fokus pada layanan dan inovasi produk, TIKI juga berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk memberikan pembekalan bagi UMKM terkait aspek-aspek penting dalam pengiriman dan membuka dialog untuk memahami kendala-kendala yang sering mereka alami dan bagaimana jasa pengiriman dapat membantu memberikan solusi,” kata Tomy.

Adapun saat ini kontribusi segmen ritel masih mendominasi terhadap penjualan di TIKI yang sebesar 60 persen, sementara komposisi segmen korporasi sebesar 40 persen. “Segmen ritel adalah pelanggan yang tidak memiliki akun di TIKI, sementara korporasi adalah pelanggan yang berlangganan dan mendapatkan fasilitas korporat,” jelas Tomy.

Dalam mendukung perkembangan bisnis UMKM ini, TIKI berkomitmen dalam menyediakan berbagai fasilitas layanan yang memudahkan pelanggan termasuk layanan pengambilan (pick-up) dan drop-off. Selain layanan JEMPOL dimana kurir kami yang akan menjemput paket yang akan dikirimkan berapapun jumlahnya, TIKI juga memiliki layanan drive thru dan drop-off 24 jam untuk lebih memperbanyak kanal bagi pelanggan kami untuk melakukan pengiriman tanpa perlu terkendala waktu.

Untuk diketahui, TIKI memiliki delapan jenis layanan pengiriman mulai dari Economy Service (ECO), International Service (INT), Over Night Service (ONS), Same Day Service (SDS), Holiday Service (HS), Regular Service (REG), Two Days Service (TDS) dan Trucking Service (TRC). Saat ini TIKI memiliki lebih dari 3.000 gerai yang tersebar di 65 kota besar dan 453 kabupaten di seluruh Indonesia, didukung oleh lebih dari 4.000 armada.

Editor ; Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!