Jaga Pertumbuhan, Anabatic Gencar Lakukan Aksi Korporasi

Perusahaan nasional bidang teknologi informasi (ICT), PT Anabatic Technologies Tbk terus melakukan sejumlah aksi korporasi untuk menjaga momentum pertumbuhan yang sudah dicapainya dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sukses ekspansi di India, belum lama ini Anabatic juga meneruskan beberapa langkah korporatnya yang signifikan. Mulai dari ekspansi ke pasar Philipina, menggandeng investor Jepang, membuka kantor tower baru di Serpong, hingga membuka unit bisnis baru di bidang IT security dan e-government.

peresmian_GrahaAnabatic Peresmian Graha Anabatic

Terkait ekspansinya ke Philipina, Anabatic baru saja resmi membuka kantor baru di Filipina melalui Anabatic International. Country Manager Anabatic Technologies Daniel Viray menjelaskan, Philipina dipilih sebagai negara yang memiliki potensi pengembangan tinggi, lantaran kondisi ekonomi dan permintaan bank lokal untuk mendukung aktivitas perbankan di kawasan pedesaan terus meningkat.

Di negeri tetangga itu, Anabatic akan banyak menggarap segmen pasar yang belum terjangkau perbankan (banking the unbanked). Untuk itu Anabatic menggandeng penyedia core banking system (CBS) dari Swiss, Temenos. Meski kantor baru resmi dibuka belum lama ini, di Philipina Anabatic telah sukses mengimplementasikan produk Temenos tersebut di sejumlah bank komersial dan thrift bank setempat. "“Kehadiran Anabatic di Philipina membuat kami sangat optimistis masa depan pengembangan pasar kami, dan ini juga bagian dari upaya mengoptimalkan efisiensi pengelolaan SDM,” tutur Presiden Direktur PT Anabatic   Technologies Tbk Handojo Sutjipto.

Tak hanya itu, salah satu gebrakan yang baru-baru ini dilakukan Anabatic, meresmikan operasional gedung tower baru, Graha Anabatic yang berlokasi di Scientia Garden, Gading Serpong, Tangerang. Jumlah karyawan perusahaan sistem integrasi ini memang terus meningkat pesat, sudah 800-an orang, sehingga kantor di Graha BIP tak mencukupi lagi. Graha Anabatic yang setinggi 12 lantai dan luas 1.800 m2 itu dibanghun dengan biaya Rp 150 miliar. Gedung itu juga menjadi simbol pesatnya perkembangan bisnis Group Anabatic yang masing-masing anak usahanya tumbuh moncer.

Sejak lama manajemen Anabatic ingin membuat kantor baru dengan gaya google yang memungkinkan para programer bekerja 'santai' layaknya di taman sehingga mereka bisa bekerja produktif. Gedung tower baru itu sudah dirancang sehingga menjadi tempat yang menyenangkan bagi karyawan TI yang memang butuh dukungan spesial. Tak heran, selain ada ruang olahraga, kantin dan tempat kongkow, berbagai prasarana berbasis teknologi pun sudah disiapkan, antara lain, auditorium dengan layar lebar, sound system yang mumpuni, wi-fi di seluruh gedung, serta fasilitas data centre. Selain terdapat fasilitas data center tier 3 berkapasitas 32 blok, di gedung ini pun dilengkapi helipad yang bisa digunakan tamu-tamu perusahaan yang berkantor di sekitar Summarecon Serpong. Wifi di seluruh gedung Graha Anabatic, serta fasilitas data centre di satu lantai khusus yang disediakan bagi para pelanggaan clouds services, didukung oleh
teknologi mutakhir dari Huawei.

Graha Anabatic Graha Anabatic

Yang tak kalah menarik, sebagai bagian dari upaya meretensi karyawan, Anabatic juga sedang membangun apartemen yang diperuntukkan khusus bagi karyawan. Apartemen yang diberi nama Griya Anabatic itu dibangun diatas tanah 1,2 Ha, berjarak 1 km dari Graha Anabatic. Total pengembangan Griya Anabatic menelan biaya tak kurang dari Rp 38 miliar. "Kami bangun Graha Anabatic dan Griya Anabatic agar karyawan kami betah, nyaman dan produktif dalam bekerja," Handojo menjelaskan.

Kini, selain aktif mengembangkan bisnis sistem integrasi, Anabatic juga tengah menggenjot bisnis IT security melalui PT Q2 Technologies. Anak usaha ini bekerjasama dengan IBM mendirikan Security Operation Centre (SOC) yang belum lama ini diresmikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudi Antara. Layanan utama SOC adalah monitoring security profile dari lingkungan perusahaan klien. Sehingga, pelanggan dapat secara dini mengetahui apabila terjadi serangan, baik dari luar maupun dalam, yang dapat mengganggu bisnis. Termasuk di dalamnya serangan kejahatan cybercrime.

"Cybercrime telah menjadi wabah dimana-mana dan tidak ada perusahaan yang bisa melawannya sendiri. Kita harus mengambil pendekatan kolektif dan berkolaborasi untuk melawannya. Karena itu kami bersinergi dengan PT Q2 Technologies,” ujar Gunawan Susanto, Presiden Direktur IBM Indonesia saat peresmian SOC. Bagi Anabatic, PT Q2 Technologies diharapkan juga menjadi unit bisnis yang tumbuh pesat karena keamanan sistem TI memang semakin dibutuhkan kalangan korporat.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)