Andika Karuliawan, Moncer di Bisnis Modifikasi Motor

Andika Karuliawan ~~

Andika Karuliawan, pemilik Balu Oto Work, merambah jalan bisnis lewat kekecewaan yang mendalam pada sebuah bengkel yang mengerjakan modifikasi sepeda motor Byson kesayangannya. Hasil modifikasinya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Maka, Andika pun mulai mencoba memodifikasi sendiri motor miliknya. Ia belajar secara otodidak lewat video yang didapatnya dari YouTube.

Dari hasil belajar tadi, Andika memberanikan diri menjual jasa modifikasi motor. Mulanya, ia fokus menggarap motor Byson. Ia menawarkan desain modifikasi cover head lamp lewat situs Kaskus. Dalam desain, Andika bisa dibilang jagonya. Maklum, ia jebolan Fakultas Teknik Informatika Universitas Teknologi Yogyakarta. “Desain adalah bidang saya,” ucap kelahiran 1988 ini.

Ketika memasuki dunia bisnis, Andika sempat ditentang bapaknya. Maklum ia sempat berada di zona nyaman yang membuat bangga orang tuanya. Ketika memutuskan untuk memulai usaha sendiri, Andika berstatus sebagai karyawan Microsoft Learning Centre dengan gaji di atas Rp 5 juta per bulan. Sementara ia juga menolak tawaran untuk menjadi PNS di sebuah kementerian karena prestasi belajarnya. “Bapak saya sempat marah karena mengharapkan saya menjadi PNS, sementara saya lebih memilih berwirausaha,” ungkapnya.

Meski dibayang-bayangi tidak adanya restu sang bapak, Andika tetap memantapkan hati untuk memulai usaha sendiri. Ia juga tidak patah semangat, meskipun sempat beberapa kali gagal menjalankan usaha. Andika terjerembab di bisnis peternakan ikan cupang dan tersungkur ketika menekuni bisnis kuliner. Andika seperti mendapatkan berkah ketika menawarkan desain head lamp lewat Kaskus. Desain yang ditawarkannya memang aneh-aneh dan menarik untuk kalangan anak muda yang ingin tampil beda.

Ia mengambil karakter yang ada di dunia film, seperti Optimus Prime dari film Transformer, Kamen Rider, Ghost Rider, hingga Allien. Setelah desain disetujui, ia kemudian memproduksinya dengan serat optik. Produknya ditawarkan di kisaran harga Rp 200-900 ribu, tergantung modelnya. Perlahan tetapi pasti, order mulai mengalir ke pemilik akun Banteng Lucu ini.

Kini, di kalangan penggemar modifikasi otomotif, khususnya sepeda motor, nama Balu Oto Work sudah begitu populer. Merek perusahaan yang bermarkas di Yogya ini bisa dibilang sangat kuat. Selain melayani jasa modifikasi motor, BOW juga memproduksi aneka aksesori motor yang dikerjakan secara manual. Saat ini, lebih dari 100 item produk yang dihasilkan, mulai dari dudukan pelat nomor, saringan udara, head lamp, hingga knalpot.

Ketika merintis BOW, tiga tahun silam, Andika hanya memanfaatkan garasi rumahnya yang sempit di kawasan Sapen, Gondokusuman, Yogya. Ia mengawali perusahaan ini seorang diri, hanya dibantu satu karyawan. Kini, BOW memiliki tempat kerja yang lumayan luas sekitar 1.000 m2 dengan 30-an karyawan. Dulu omsetnya hanya jutaan rupiah per bulan, kini melambung menjadi ratusan juta rupiah per bulan.

Permintaan pasar yang deras, membuat BOW harus memperkuat jaringan pasar dan menambah produksi. Tahun ini, bulan Mei dan Juni nanti, akan diresmikan workshop baru di dua kota: Denpasar (Bali) dan Semarang (Jawa Tengah). Bali dipilih untuk melayani Indonesia Timur, sementara Semarang untuk menjangkau pasar sekitar Jawa Tengah utara.

Bukan hanya pasar nasional yang digarap, BOW juga sudah merambah ke pasar dunia. Kini, produk BOW sudah melanglang ke berbagai benua, dari Asia hingga Amerika Latin. Sampai awal tahun ini, BOW sudah memiliki tiga dealer utama di luar negeri, yakni di Malaysia, Singapura dan Filipina. “Sebenarnya sudah ada permintaan untuk membuka di beberapa negara, tapi kami masih mempelajarinya. Saat ini kami masih fokus menggarap pasar dalam negeri dulu,” kata Andika.

Andika bukan hanya kreatif dalam membuat desain, tetapi juga dalam mencari pendanaan untuk membesarkan usahanya. Karena merasa usahanya belum mapan, ia tidak berani mengajukan pinjaman uang ke bank. Ia yakin dengan modal kreativitas yang dimiliki, ia bisa mengumpulkan dana untuk pengembangan usaha. Dan, caranya melalui berbagai lomba kewirausahaan.

Setiap ada kompetisi, ia mencoba untuk berpartisipasi. Ternyata ini memang berdampak positif bagi usahanya. Ia, antara lain, sempat berkali-kali menang di lomba inovasi bisnis yang diselenggarakan Kemenpora. UKM Award yang diselenggarakan Disperindakop, ia pernah menyabet predikat juara tingkat provinsi dan nasional. Dari sinilah, ia mendapatkan hadiah cukup lumayan yang digunakan untuk menambah modal kerja. “Selain untuk membeli peralatan, juga membeli motor baru untuk praktik,” ujarnya.

Terakhir, Andika meraih gelar juara Wirausaha Muda Mandiri kategori ekonomi kreatif tahun 2012. Hadiah dari Bank Mandiri itu digunakannya untuk menyewa sebidang tanah bekas gudang kayu seluas 1.000 m2 yang digunakan untuk bengkel kerja sekarang ini. “Saya sewa selama lima tahun,” imbuhnya.

 

Didin Abidin Masud
& Gigin W. Utomo (Yogyakarta)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)