Andry Suhaili: Membangun PriceArea Setelah Jatuh Dua Kali

Andry Suhaili, pendiri dan CEO PriceArea.com bukan orang yang gampang menyerah. Bahkan sebaliknya, ia begitu gigih mewujudkan mimpinya meski dua kali tersandung kegagalan. Kini, PriceArea menjelma sebagai situs mesin pencari barang dan harga terbesar di Tanah Air untuk membantu para calon pembeli menemukan penawaran barang dan harga terbaik dengan mudah, cepat dan akurat.

Andry Suhaili Andry Suhaili

Lulusan dari Jurusan Ilmu Komputer dan Animasi Komputer California Institute of Art Los Angeles, Amerika Serikat ini, di tahun 2003 mengawali kiprahnya di dunia Internet sebagai web designer di sebuah biro iklan, kemudian beralih haluan menjadi konsultan komunikasi pemasaran. Pekerjaan itu dijalaninya hingga tahun 2008.

Jiwa wirausahanya yang menggelegak, membuatnya ingin membangun bisnis sendiri dengan mendirikan Adtorial.com (advertising dan tutorial), dengan membidik pasar komunitas dunia periklanan dan pemasaran di Indonesia.

Adtorial.com sebenarnya mendapat sambutan cukup bagus dari komunitas dunia iklan. Dengan target jelas, yakni agensi, pelaku bisnis periklanan, desainer, dll. yang terkait dengan dunia iklan. Produknya terukur dan sederhana. Hanya saja, umur Adtorial tidak lama. Pasar yang dibidik terlalu sempit, sehingga sullit untuk mengembangkannya menjadi lebih besar lagi. Adtorial pun tamat riwayatnya.

Lalu Andry mendirikan Ceklagi.com tahun 2008. Ceklagi merupakan konsep marketplace, dengan sasaran pasarnya para peritel offline di Indonesia. Ini pun hanya bertahan dua tahun, karena pada 2010 Ceklagi ditutup. Andry mengakui, ketika melahirkan Ceklagi belum paham kebutuhan para peritel saat itu, sehingga bisnis Ceklagi pun tersendat.

Dua kali gagal mendirikan usaha, tidak membuat Andry kapok. Bahkan sebaliknya, berbekal kegagalan itulah, ia ancang-ancang lagi mendirikan perusahaan baru, kali ini bernama PriceArea.com. Maka, tahun 2010, PriceArea hadir untuk melayani para pembeli yang mencari barang secara online.

Jadi, PriceArea.com adalah search engine seperti Google, tetapi fokus pada memberikan informasi untuk para visitor atau calon pembeli yang mencari harga dan produk terbaik. “Ini merupakan platform yang membantu mencarikan barang bagi pembeli melalui toko online di seluruh Indonesia. Solusi untuk yang cari barang yang lebih cepat,” ujar Andry.

Bisa dibilang, PriceArea merupakan penyempurnaan dari Ceklagi. Bedanya, Ceklagi fokus untukoffline merchant, PriceArea lebih tertuju pada pengelolaan online merchant.

Kami fokus memberikan informasi lengkap, jadi PriceArea.com tidak pernah membandingkan harga, karena pada umumnya orang Indonesia tidak suka dibanding-bandingkan. Tapi, lebih pada mendukung pencarian harga dan produk terbarik serta paling aktual,” ia memaparkan.

Adakah benchmark di luar negeri? Andry menjawab, Google salah satu benchmark terbesar. Menurutnya, di Amerika Serikat bisnis sejenis PriceArea salah satu yang terbesar, begitu pula di Jepang.

Saat ini PriceArea telah didukung beberapa pemodal ventura dari luar negeri seperti East Venture, Gree (media sosial di Jepang), So-net (anak usaha Sony Entertainment). “East Venture masuk dua tahun lalu, Gree dan So-net empat bulan lalu. Mereka mendukung dalam dua hal, investasi finansial dan investasi strategis,” kata Andry lagi.

Andry Suhaili ~.~

Dari mana pendapatannya? “Kami bertumpu pada iklan dan merchant yang beriklan. Saat ini kami fokus pada akuisisi user,” ujarnya. Saat ini penetrasi PriceArea sekitar 20%, tumbuh luar biasa. Untuk pertumbuhan user dan member saja, disebut Andry hingga 200% dalam tiga bulan terakhir.

Seperti halnya mesin pencari raksasa Google, dalam operasionalnya PriceArea mangadopsi sistem pencarian dengan metode clustering, yang membuat kategori produk hingga paling spesifik dalam struktur taksonomi data. Metode ini memudahkan pengguna untuk mendapatkan produk dengan harga yang diinginkan. “Kami juga punya PriceArea analytic, sehingga merchant bisa melihat berapa banyak visitor yang ngeklik produk mereka, keyword yang paling populer, tool yang bisa optimasi jualan merchant,” ujarnya

Dan PriceArea bagi pengunjung, sangat membantu untuk mencari barang lebih gampang. “Ke depan, kami akan fokus di search engine saja, tidak akan masuk ke logistik, transaksi, atau payment,” katanya tegas.

Tahun 2015, PriceArea diharapkan sudah merambah Asia Tenggara. Untuk mewujudkan mimpinya itu, Andry sudah menerobos ke Singapura, antara lain, membeli domain dan mengatur crawler untuk menjangkau toko-toko online di negara tetangga itu.

Didin Abidin Mas'ud & Herning Banirestu

Riset: Sarah Ratna

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)