Bisnis Clothing Kebanggaan Daniel Mananta

Owner Damn! I Love Indonesia, Daniel Mananta Owner Damn! I Love Indonesia, Daniel Mananta

Presenter Indonesian Idol, Daniel Mananta, sangat antusias ketika didapuk sebagai Face Icon Indonesia Fashion Week 2013. Sebagai seorang fashion entrepreneur, pria berusia 31 tahun ini pun berkesempatan untuk mempromosikan clothing line-nya, Damn! I Love Indonesia (DILI) kepada buyer lokal dan nagri. Selain mendapat booth di Indonesian Fashion Week 2013, DILI pun berkesempatan melakukan fashion show bersama desainer lain di hari ketiga. Konon, modal Daniel untuk membuat DILI tidak sampai Rp 80 juta. Daniel menyempatkan diri untuk berbincang dengan SWA tentang DILI, yang sudah berjalan selama empat tahun. Berikut petikannya:

Apakah Anda sendiri yang memdesain kaus DILI?

Tidak, ada tim desain yang memang kompeten, saya lebih ke ide kreatif di belakang mereka. Saya ingin baju kaus DILI bisa dipakai untuk bergaul, tidak seperti kaus suvenir biasa, walaupun bisa dijadikan suvenir juga.

Siapa target pasar DILI?

Target pasar DILI sebenarnya menengah ke atas, karena toko DILI sendiri buka di mall-mall tertentu, seperti di Grand Indonesia dan Pondok Indah Mall. Kami tidak buka di ITC.

Anda pernah menggunakan tokoh dalam maupun luar negeri untuk mempromosikan DILI, bagaimana bisa kerja sama itu terjadi?

Kalau selebriti lokal, pasti akan saya kasih dengan gratis, karena merupakan sesama rekan public figure dan sarana marketing yang bagus juga. Waktu memberikan kaus ke Javier Zanetti (Inter Milan) saat acara Indonesian Idol spontan saja, bahkan produser saya sampai geleng-geleng (tertawa). Begitu juga kepada David Beckham (LA Galaxy), EO acara saat itu pun kebingungan.

Kalau untuk Adam Levine (vokalis band Maroon 5), pada tahun lalu saya memang mengontak promotor konser untuk memberikan kaus itu hanya sebagai hadiah saja, ternyata mereka suka. Saat mereka datang lagi, manajemen Maroon 5 mengontak saya dan meminta kaus DILI lagi. Ternyata mereka ingin membuat suatu gimmick ketika konser, yaitu seorang penonton melempar kaus tersebut dan Adam Levine memakainya saat ia berbicara tentang Indonesia. Ketika konser gimmick itu berhasil membuat penonton makin bersorak. Kejadian ini sempat menjadi trending topic juga di Twitter. Trending topic-nya berupa #IloveIndonesia, sehingga seantero jagat pun bisa melihatnya.

Apa alat dan sarana promosi yang paling efektif untuk DILI?

Seleb (tertawa). Tetapi media sosial juga sangat berpengaruh. Saya promosikan DILI habis-habisan lewat akun Facebook dan Twitter saya. Seleb sebenarnya terkadang tidak meminta dengan sengaja, namun jika saya beri mereka senang sekali dan akhirnya mereka pakai di TV, seperti Anang dan Ashanty yang memakainya di infotainment. Sebulannya DILI menyiapkan kurang lebih 30 potong kaus untuk kami berikan ke rekan-rekan selebriti. Biasanya kami kirim ke alamat seleb yang bersangkutan dengan packaging yang bagus, sehingga mereka juga terkesan.

Sampai saat ini DILI sudah membuat produksi apa saja?

Selain kaus ada topi, ikat pinggang, hoodie, jeans, mungkin yang sedang dalam pengembangan adalah sepatu, pin, sticker, notebook dan diary.

Apa kesulitannya dalam berbisnis clothing?

Menurut saya tantangannya paling sulit adalah produksi, yang sulit sekali sesuai jadwal dan terkadang perbedaan cutting dengan sample yang sebelumnya dikirim ke saya. Dalam memproduksi saya menggunakan vendor lokal. Saya sedang dalam proses untuk membuat produksi sendiri.

Berapa banyak karyawan DILI?

Saat ini winning team kami beranggotakan 20 orang, di dalamnya tim desain tiga orang, marketing dua orang, merchandiser dua orang, dan banyak lainnya. Jika digabung dengan store team kira-kira hampir 50 orang.

Sudah ada berapa store saat ini?

Masih ada lima, dua di Jakarta, dua di Surabaya, dan satu di Makassar. Juga ada online shop.

Omset DILI berapa per tahun? Setelah empat tahun, berapa persen growth per tahun?

Saya tidak mungkin menyebut angkanya. Begini saja, pertama kali kami buat DILI, kami luncurkan lima lusin kaus warna putih dan lima lusin kaus warna hitam. Saat ini kami kaus DILI sudah sepuluh warna untuk pria dan wanita, setiap dua bulan kami buat dua ribu potong. Jadi perkembangannya sangat signifikan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)