Cisco Mendukung Implementasi National Broadband

Sancoyo Setiabudi resmi menjadi Country Manager Cisco Indonesia sejak Agustus 2014. Pria yang sebelumnya berkarier di dunia asuransi lebih dari 20 tahun ini, mengakui kefleksibelan waktu untuk bekerja menjadi salah satu alasannya menerima tawaran menjadi Country Manager Cisco Indonesia. Kefleksibelan waktu untuk bekerja inilah juga, yang akan Sancoyo berikan kepada customer Cisco. Pria yang mendapatkan gelar Sarjana di bidang Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung ini, juga akan membantu mewujudkan program national broadband yang diusung pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla.

Apa saja yang akan digarap Cisco System Indonesia? Sancoyo Setiabudi, Managing Director PT Cisco Systems Indonesia, memaparkannya kepada Destiwati Sitanggang dari SWA Online berikut ini:

Sancoyo Setiabudi, Cisco Indonesia Sancoyo Setiabudi, Country Manager Cisco Indonesia

Bagaimana ceritanya Anda akhirnya memilih untuk berpindah bidang?

Banyak orang bertanya seperti itu, karena mungkin tidak biasa ada yang pindah ke industri yang berbeda. Tapi kalau ditanya apakah ini saya rencanakan? Ini tidak saya rencanakan. Pada saat saya ditawari, saya juga bertanya, apakah betul mencari orang dari luar industri teknologi, tapi sesudah diberi penjelasan dan prosesnya agak lama, saya memutuskan untuk menerima tawaran itu.

Berapa lama masa pendekatan itu?

Beberapa bulan.

Dua bulan?

Ya kurang lebih segitu, tapi lebih lama dari situ. Akhirnya saya bersedia dengan beberapa alasan. Alasan pertama, saya merasa tertantang karena ini industri yang baru. Walaupun secara pribadi, pindah industri itu bukan sesuatu yang baru. Tapi, karena memang saya selalu mencari sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih menantang, itu yang menjadi alasan mengapa saya menerima.

Kedua, sejak di bangku sekolah memang saya selalu tertarik dengan industri teknologi, kalau zaman dulu mungkin teknologi komputer. Karena selepas saya dari universitas, dan saya bekerja di oil and gas, saya belajar sendiri tentang programming, bahasa pascal, jadi itu passion saja. Sehingga, pada saat mendapat kesempatan untuk bekerja di dunia teknlogi, itu seperi mengembalikan atau mengingat saya pada passion saya dulu.

Saya sempat membaca, kalau Anda sempat ingin menolak penawaran ini, padahal ini passion Anda?

Awalnya, saya ingin slow down, lebih ke alasan keluarga. Setelah sekian lama bekerja dan menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan pekerjaan, kapan keluarga saya punya waktu, sehingga saya ingin slow down.

Reaksi pertama saya, adalah ini pasti akan kencang lagi larinya, tapi begitu dijelaskan tentang perusahaan, timbul lagi passion itu. Nomor satu alasan saya menerima pekerjaan ini ada, kemungkinan saya untuk bekerja secara lebih fleksibel dari sisi waktu. Saya tidak tahu sebelumnya, tetapi kemudian dijelaskan di Cisco menganut prinsip fleksi time dan itu betul-betul di-support dengan teknologinya Cisco, karena di Cisco memiliki produk yang menunjang supaya pekerjaan kita secara mobil. Di mana pun kita berada, kita akan selalu terhubung. Jadi, untuk meeting tidak mendapatkan kendala dimana pun kita berada selama ada koneksi internet. Jadi, saya bisa meeting dari rumah atau mobil.

Sejak kapan Anda resmi di Cisco?

Awal agustus 2014

Cisco-Sancoyo2

 

Bagaimana cara Anda menyesuaikan dengan industri baru ini?

Sudah pasti, sebagai orang yang masuk dalam industri baru, saya harus pelajari industri ini seperti apa. Saya juga harus tahu relevansi dan peran Cisco di industri itu seperti apa, ini mencakup produk-produk Cisco apa saja. Dari situ saya mendapatkan gambaran tentang Cisco. Lalu, bersama dengan yang lain, kita harus merumuskan langkah-langkah ke depan Cisco Indonesia.

Apakah sempat diragukan karena background Anda bukan di teknologi?

Peran saya di perusahaan lebih ke manajemen, kalau ke masalah yang sangat teknis hampir tidak ada. Kalau bicara manajemen, dari satu industri ke industri lain tidak terlalu berbeda. Tapi kalau saya harus mengambil peran salah satu karyawan saya, contohnya system engineer, saya sudah angkat tangan. Jadi, porsi saya lebih manajemen yang fokusnya lebih banyak ke startegi, langkah ke depannya seperti apa. Seperti visi Cisco Indonesia, “We want to transform our lives by connecting Indonesia”. Itu yang kita canangkan.

Bagaimana cara Anda menggapai visi tersebut?

Kita ingin mendukung upaya pemerintah untuk mengimplementasikan national broadband. Ini berkaitan dengan misi Cisco sendiri, karena dengan national broadband akan banyak yang bisa koneksikan dengan jaringan. Seperti fokusnya pemerinahan Jokowi di government services, ada e-government, e-health, e-education. Dengan terkoneksikan ini, masyarakat akan merasa kehidupan akan bertransformasikan menjadi lebij efisien, nyaman dan lebih produktif.

Mendukung program pemerintah national broad, apa program yang diusung?

Selama ini kita banyak bekerja sama dengan Telco, berbicara tentang national broadbrand tentunya tidak bisa lepas dari peran industri telekomunikasi. Ke depan, kita ingin, kerjasama-kerjasama yang sudah kita lakukan itu bisa diperkuat dalam rangka mendukung program-program pemerintah tersebut.

Dalam masa kepemimpinan Anda, apakah Anda akan menjadikan salah satu produk sebagai andalan?

Semua, karena kami tidak bisa jika hanya mengandalkan satu produk. Kalau diperhatikan, Cisco itu besar karena produk router dan switch, yang menjadi core produk Cisco. Dengan berjalannnya waktu, Cisco berkembang dan masuk ke produk yang lain. Jika diperhatikan lagi, produk-produk yang lain tersebut semua harus mengandalkan networking, yang menggunakan router dan switches. Itu bisnis entity kami, satu produk kami yang saling berkaitan satu sama lain, dan itu adalah core bisnisnya Cisco. Selain itu, kami memiliki produk lain yang kami sebut collaboration seperti Voice Over IP, teknologi untuk telepresent, contact center, security, data center.

Apa program terobosan Anda?

Ujungnya saya ingin membuat semuanya itu lebih sederhana dan efisien. Contoh, dalam satu gedung akan ada free wifi yang memiliki access point. Access point ini akan terkait dengan satu jaringan dan masuk dalam IT room. Dalam IT room tersebut pasti ada tim yang mengontrol jaringan. Dari situ, disimpulkan bahwa mereka memerlukan resources untuk mengontrol jaringan tersebut. Cisco menciptakan produk untuk access point tersebut yang dapat di-maintain secara remote oleh timnya Cisco. Jadi, tim yang ada dalam gedung tersebut, tidak diperlukan lagi. Dari sisi customer kita, itu menjadi lebih sederhana dan tidak membuat pusing.

Selain itu, kami ingin customer kami harus benar-benar memahami produk. Mereka harus betul-betul tahu kelebihan-kelebhan produk ini. Kita tidak bicara produk ritel, jadi diperlukan pemahaman teknis, yang kami lakukan adalah berusaha mengikutsertakan customer dan potential customer kami, dengan melakukan pengenalan melalui training dan seminar, yang pasti kita tidak bisa menggunakan iklan saja. Dalam artian bukan edukasi, tetapi memberikan penjelasan, tentang konsep sendiri apa dan dapat diaplikasikan, kalau di luar sudah ada yang seperti ini. Kalau, di kita harus kita kenalkan.

Contoh, kami ada penawaran, bagaimana kita bekerja di suatu perusahaan. Secara tradisional, bekerja itu semua punya meja sendiri, ruangan sendiri, tetapi konsep cisco adalah mobile, mendukung keinginan generasi sekarang dengan mobilitas tinggi. Untuk mendukung keinginan generasi muda ini, hal yang membuat mereka bisa tetap bekerja tapi tidak harus dari jam 9 ke jam 5 lagi. Konsep seperti itu butuh pemahaman.

Berarti, apa yang ingin Anda sampaikan, sesuai dengan salah satu alasan Anda masuk Cisco?

Ya, mungkin itu ada relevansi dengan kehidupan saya secara pribadi.

Target apa yang Cisco global berikan kepada Anda?

Sebisa mungkin kta memperkenalkan teknologi Cisco ke semua negara , tapi itu tergantung pada kondisi negara-negara tersebut. Banyak negara yang level penetrasi internetnya lebih tinggi dari Indonesia, sementara di Indonesia kita harus step by step.

Apakah itu menjadi kendala untuk Cisco di Indonesia?

Tantangan Cisco di Indonesia lebih ke bagaimana kita memperkenalkan produk-produk Cisco sehingga customer dan potensial customer sadar tentang kelebihan –kelebihan teknologi itu apa saja.

Selain itu, tantangannya berkaitan dengan visi kami, transforming our lives, membantu meningktakan SDM di Indonesia yang terkait dengan IT. Cisco ada program yang namanya Cisco Networking Academy. Di situ kami bekerja sama dengan institusi pendidikan. Kami sudah bekerja sama dengan 167 institusi di Indonesia dengan kurang lebih 375 instruktur dan sejak dimulai sampai sekarang, sudah ada kurang lebih 29 ribu lulusannya, hampir 30% nya adalah wanita.

Dalam menjalankan fungsi sebagai Country Manager Cisco Indonesia, hal apa yang lebih menjadi fokus Anda?

Yang pasti kami tidak bisa meninggalkan bahwa Cisco adalah sebuah networking company. Yang paling relevan di Indonesia pada saat ini adalah national broadband, jadi kami akan fokus ke situ. Di luar program national broadband, masih ada yang menjadi potensi bisnis dari Cisco, seperti di oil and gas. Oil and gas ke depannya akan masuk ke auto machine, di mana pengontrolan sumurnya dikontrol dari pusat, bisa dilakukan dari jarak jauh.

Anda tadi menyebutkan, penetrasi internet di Indonesia masih rendah, lalu apa tanggapan Anda dan apa yang Anda lakukan?

Kami melihat itu sebagai kesempatan di mana kami bisa ikut berperan di dalamnya, karena kekuatan Cisco ada di networking sehingga harapan kami sebagai WNI, jangan sampai Indonesia ketinggalan. Karena ke depan yang namanya internet of everything itu akan menjadi kompetitive advantage dari suatu negara. Di mana proses kehidupan akan berjalan begitu efisiein dan cepatnya, sehingga mereka akan jadi jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan negara lain yang lebih tradisional. Itu tergantung ada seberapa tinggi tingkat internet penetasri di negara ini.

Selain itu, kalau saya lihat, pemerintah serius sekali untuk mengimplementasikan internet broadband, ini bukan hal baru karena sudah dicanangkan sejak lama. Tapi, mudah-mudahan pemerintah yang sekarang dapat mengimplementasikannya.

Apa langkah yang akan Cisco lakukan untuk memeratakan tingkat penetrasi internet?

Itu kan tergantung pada pemerintah, melalui programnya.

Terkait rencana Cisco untuk mendukung program pemerintah, Cisco wait and see kebijakan pemerintah?

Yang pasti kita tidak bisa mendahului pemerintah, tapi apapun program pemerintah dan solusi apapun yang dibutuhkan, tentunya kita akan siap.

Apa target Anda 5 tahun ke depan?

Target saya ingin menggapai visi kita, transforming our lives by connecting Indonesia. Itu sudah jadi cita-cita kita, tentunya ini tidak bisa kita lakukan sendiri, tergantung pada banyak pihak. Stakeholder yang paling penting adalah pemerintah dan kita cukup optimis dan gembira bahwa pemerintah sudah mencanagkan untuk implementasi national broadband. Stakeholder yang lain adalah service providers, telco company.

Amunisi apa yang sudah Cisco persiapkan untuk mendukung program pemerintah?

Sebenarnya banyak, karena Cisco penawarannya bukan hanya berupa hard ware atau produk, Cisco juga menawarkan servis atau jasa-jasa, terutama Cisco juga menawarkan konsultasi. Cisco consulting itu punya kemampuan untuk melakukan atau membuat, yang kita sebut ICT master plan. Contoh, kalau Jakarta ingin mengimplementasikan smart city, untuk mengarah ke sana nomor satu yang dilakukan adalah membuat desainnya, penentuan jaringan yang disesuaikan dengan program atau tujuan penggunaan, lalu penentuan bagian mana yang dapat menghasilkan pendapatan. Semua hal itu. Contohnya, ada video conference yang dilakukan wakil presiden dengan beberapa gubernur itu menggunakan produk Cisco.

Portofolio Cisco saat ini?

Kami ada produk networking, collaboration, data center, security. Ke depan yang baru di-announce yang kita sebut dengan connected analytics, untuk mengelola data yang ada di big data (core data), agar tidak terlambat datang untuk users yang jaraknya jauh, dengan cara pengumpulan tidak dilakukan semuanya di core, tetapi ditarik ke edge.

Potensi apa yang dibidik Cisco di Indonesia?

Cisco bukan produk retail, otomatis yang menjadi target Cisco dimulai dari small medium business, dengan jumlah minimal pegawai 100 orang, sampai yang paling besar, negara pun bisa.

Bagaimana gambaran Anda tentang Cisco masa depan?

Cisco secara global, memiliki aspirasi, menjadi perusahaan TI nomor satu di dunia, karena kalau kita lihat 10-15 tahun ke belakang, perusahaan TI mana yang bisa bertahan selain Cisco, semuanya sudah hilang, Cisco bisa bertahan , seolah-olah dapat memprediksi masa depan seperti apa.

Bagaimana pendapat Anda setelah 4 bulan di Cisco?

Untuk orang-orang yang pertama kali berada di Cisco seperti di firehouse, banyak hal yang harus kita tampung, tapi daya tampung kita terbatas. Begitunya banyak informasi yang harus dicerna, semuanya harus pelan-pelan saya cerna, kalau buru-buru tidak akan sanggup. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)