Dengan Bersepeda Membangun Desa

Desainer Singgih Susilo Kartono gigih membuat berbagai barang dengan bahan baku dari bamboo dan kayu, mulai dari sepeda hingga radio berbahan kayu. Singgih juga menggerakkan Sepedagi (sepedaan pagi-pagi) menelesuri pedesaan tempat kelahirannya. Selain bersepeda ria, mereka juga aktif membangun desa. Apa saja aktivitas Singgih Susilo bersama komunitasnya? Semua dipaparkan kepada Mochamad Januar Rizki:

Bagaimana latar belakang Anda melakukan kegiatan Sepedagi?

Sepedagi adalah singkatan dari sepedaan pagi-pagi. Ide ini dimulai sebenarnya secara tidak sengaja di tahun 2012. Berawal saat kandungan kolesterol dalam darah saya yang tinggi. Saya pikir dengan bersepeda bisa menurunkan kandungan kolesterol. Di rumah ada sepeda, saya bersepeda sambil memotret untuk mengurangi rasa capek. Saat itu, saya terpikir tentang sebuah kondisi desa saya, Kandangan, Temanggung saat 13 tahun lalu. Yang dipikiran saya saat itu adalah bersepeda bersama di sebuah desa merupakan suatu hal yang menarik.

Saya adalah seorang desainer. Saya terpikir untuk membuat sepeda dari bambu. Di negara-negara maju sudah menggunakan bambu untuk sepeda. Ini sebuah kecolongan besar. Di Indonesia banyak bambu di mana-mana tetapi penggunaanya tidak optimal. Sepeda bambu dibuat menggunakan kerajinan tangan dan handmade. Saya pikir menarik ketika orang bisa membuat sepedanya sendiri.

Lewat sepeda bambu ini, saya mengonsep kegiatan Sepedagi. Dalam kegiatan tersebut ada tur sepeda bambu di desa. Ini saya beri nama Tour Sepeda Bambu untuk Revitalisasi Desa.

(Kanan) Desainer Singgih Susilo Kartono (Kanan) Desainer Singgih Susilo Kartono

Bagaimana hubungan tur sepeda bambu dengan membangun desa?

Saya mengonsep tur bukan sekadar untuk darmawisata saja. Desa saat ini kekosongan seorang pemikir. Orang-orang khususnya anak muda yang terpelajar pergi ke kota. Desa membutuhkan orang-orang pemikir untuk membangun desa. Tur sepeda bambu sebagai daya tarik orang-orang yang memiliki pemikiran untuk membangun desa agar datang dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Sehingga orang-orang di desa bisa mendapatkan ilmunya.

Peserta yang ikut Sepedagi ini kami saring dengan ketat. Orang-orang yang kami pilih harus punya ketertarikan membangun desa. Mereka bukan hanya mengambil saja dari desa tetapi harus memberikan ilmu. Melakukan endorsment terhadap masyarakat desa. Nantinya, mereka dapat berkeliling desa dengan sepeda bambu. Mereka harus menginap di stay home selama satu minggu, satu bulan untuk membantu masyarakat desa.

Dengan adanya kegiatan ini berarti akan ada pembinaan yang intensif terhadap masyarakat desa. Untuk membangun masyarakat desa sendiri tidak bisa kaku, harus fleksibel. Berbeda dengan proyek pemerintah yang harus menunggu anggaran baru dilakukan pembinaan. Ini sering terlambat. Padahal kebutuhan masyarakat desa mendesak. Misalnya, bantuan untuk panen petani. Waktunya sering terlambat. Petani untuk panen punya masa panen yang tertentu namun bantuannya tidak sesuai dengan waktunya. Dan juga pembinaan yang dilakukan singkat.

Bantuan lewat proyek-proyek swasta juga tidak perlu dana yang besar. Salah satu kunci berhasilnya membantu masyarakat desa adalah kita harus memilih orang yang tepat untuk dibantu. Ia harus memiliki kemauan. Ini membuat tingkat keberhasilan lebih tinggi.

Apa saja yang dilakukan sepedagi untuk mengajak masyarakat terlibat kegiatan tersebut?

Sepedagi dapat dikatakan fokus dengan kegiatan-kegiatan pembangunan desa. Setiap dua tahun sekali diadakan konferensi internasional. Kami akan mengadakan konferensi internasional pada tanggal 16-21 Maret. Dalam konferensi tersebut datang orang-orang dari luar dan dalam negeri. Kegiatan tersebut selain pertemuan juga akan melakukan kegiatan bersepeda keliling desa dengan sepeda bambu tersebut. Kami juga melakukan program-program pembangunan desa. Sepedagi ini nantinya punya proyek-proyek yang berjalan terus menerus.

Saya sendiri sudah mencoba solusi terhadap satu orang untuk mengajar berternak lele. Awalnya, orang tersebut bekerja sebagai pembuat batu bata. Padahal, batu bata dapat merusak kandungan tanah karena dia harus menggali tanah yang subur sehingga merusak tanah itu sendiri. Karena itu, saya merasa perlu masyarakat desa disadarkan untuk menjaga lingkungan mereka sendiri. Saya berharap dengan kegiatan dari sepedagi ini kelestarian desa dapat terjaga dan masyarakatnya pun mampu mendapatkan pekerjaan untuk menyambung hidup.

Dengan adanya Sepedagi dapat membuat lapangan pekerjaan juga bagi masyarakat khusunya anak muda di desa. Apakah Anda melatih anak-anak muda sekitar agar mampu membuat sepeda bambu tersebut?

Sepeda Bambu karya Singgih Sepeda Bambu karya Singgih

Iya, kesempatan lapangan kerja memang bisa terbuka. Saya sendiri telah melatih satu orang anak muda di sekitar rumah saya. Untuk membuat sepeda bambu sendiri bukan hal yang sulit dan tidak juga mudah. Diperkirakan untuk mengajar orang agar bisa membuat sepeda bambu ini hanya butuh waktu satu minggu. Saya berharap dengan orang-orang di desa mampu membuat sepeda bambu juga menjadi lapangan pekerjaan untuk mereka.

Apakah Anda ada rencana untuk mengomersialisasikan sepeda bambu tersebut?

Iya. Rencana saya akan mengomersialisasikan sepeda bambu tersebut. Namun masih dalam persiapan estetik. Permintaannya juga sudah banyak di dalam negeri. Banyak orang yang meragukan kekuatan bambu ini. Apakah akan mudah patah atau tidak saat digunakan. Saya yakin kekuatan sepeda ini.

Berbahan dasar bambu dan kayu bukan sekali ini Anda buat. Anda juga membuat radio yang berbahan dasar kayu yang diberinama Radio Magno. Pemasarannya juga hingga ke manca negara. Apa yang membuat Anda berpikir untuk memanfaatkan bambu dan kayu sebagai bahan hasil karya Anda?

Bambu identik dengan kemiskinan. Ini pandangan yang salah. Ini disebabkan pemanfaatan bambu yang tidak optimal dan kondisi ini terjadi karena material bambu bersifat daily life sehingga terasa sepele. Masyarakat hanya berpikir bambu digunakan sebagai pagar hingga centong nasi. Saya berpikir untuk bisa membuat bambu dan kayu sebagai sepeda dan radio. Bambu itu bukan sifatnya masa lalu.

Ketersediaan material bambu sendiri di Indonesia juga melimpah namun pemanfaatannya tidak banyak. Ini sangat disayangkan.

Lewat Radio Magno, Anda juga memberdayakan anak muda di desa. Berapa banyak anak muda yang Anda latih dan pekerjakan?

Sampai saat ini sudah ada 30 karyawan yang berasal dari anak muda di desa tempat saya tinggal.

Ke depan ada pengembangan apa lagi?

Saya juga sudah membuat jam meja dari berbahan kayu. Nanti, akan membuat bluetooth dari kayu juga.

Dari produk-produk berbahan kayu, Anda melakukan penanaman kembali bibit-bibit pohon. Apa alasan Anda melakukan kegiatan tersebut?

Penanamam kembali prinsipnya adalah mengembalikan lagi apa yang sudah kita ambil dari alam. Penanaman kembali dilakukan karena banyak orang yang bergerak di bidang perkayuan tidak berpikir bahwa bahan yang mereka manfaatkan butuh proses yang lama hingga bisa digunakan. Proses tersebut dari biji hingga kayu butuh waktu yang lama. Yang saya lakukan adalah kita harus membayar apa yang sudah kita ambil dari alam. Untuk hal ini membayarnya tidak bisa dengan uang. Harus dilakukan dengan penanaman kembali. Di Indonesia industri yang menggunakan kayu tidak punya kesadaran. Saya menggunakan kayu dari 2005. Tahun 2008 saya baru melakukan penanaman bibit pohon. Saya hanya menggunakan satu hingga dua batang pohon per tahun untuk industri. Yang saya kembalikan sudah jauh lebih dari itu.

Awal mula bagaimana Anda menjual radio tersebut hingga ke manca negara? Berapa harganya?

Berawal dari pameran di Jakarta yang saya ikuti. Saya juga kenal profesor desain di Tokyo. Ternyata, menurut profesor itu radio magno adalah konsep baru, desain baru dan hal yang baru pula di pasar. Sebenarnya, produk berbahan kayu dihindari di perdagangan internasional. Oleh karena itu, produk ini perlu endorsment. Profesor tersebut melakukannya melalui presentasi dia dan pemilihan tempat penjualan yang sesuai. Jadi, radio magno bermula di Jepang. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)