Eugenia Selvia, Kreatif Mengemas Hobi Lawas

Eugenia Selvia ~~

Berkat sentuhan kreativitas, hobi lawas yang diperkirakan akan musnah setelah kehadiran berbagai pencatat jurnal di dunia maya seperti Blogger dan Wordpress, ternyata berhasil dihidupkan kembali. Adalah Eugenia Selvia yang sukses melawan arus teknologi dengan melahirkan BukuUnik. Pia, sapaan perempuan 31 tahun ini, berhasil mempercantik buku biasa dengan memanfaatkan potongan gambar dan kata dari majalah, koran, foto, kancing, renda, pita. Dan, hasil akhirnya dijual berkali-kali lipat dari harga sebuah buku tulis biasa.

Dalam sebulan, Pia yang juga berjualan online melalui www.bukuunik.com mampu menjual hingga 2 ribu buku catatan dengan omset mencapai Rp 100 juta. Peminatnya berasal dari lintas usia – mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa yang memperoleh produk BukuUnik dari situsnya ataupun dari dua gerainya di Mal Taman Anggrek dan Living World, Tangerang, serta puluhan reseller-nya di seantero Jakarta, Tangerang, Bandung, Surabaya hingga Medan dan Banjarmasin. Kebanyakan pembelinya menyambangi BukuUnik untuk mencari alternatif kado di hari spesial untuk orang-orang tersayang.

Bisnis Pia ini berawal saat ia masih kuliah. Saat menjadi mahasiswa, ia menekuni hobi scrapbooking, yakni seni menempelkan potongan sisa-sisa kertas, aneka hiasan dan lainnya di atas media kertas yang kebanyakan berupa buku tulis biasa. Ternyata teman-teman kampusnya suka. Order membanjir dan bisnisnya pun diseriusi pada 2008 yang ternyata berlanjut hingga sekarang.

Pia sendiri memulainya dari nol dan tanpa karyawan. Dia, yang dulu membuat dan melayani langsung pembeli, awalnya hanya mengandalkan situsnya. Ternyata hasilnya berkembang pesat sampai ia merasa perlu merekrut 6 orang untuk membantunya mendesain dan merangkai karya-karyanya. Mulanya ia memperkenalkan produknya melalui berbagai pameran di mal seperti bazar di Lapiaza, pameran Lebaran di Bulog, pameran handicraft mall to mall, bazar kampus, Indocraft, Icra, Inacraft, Charity Women International Club, Crafina, serta Bobo Fair. “Mulai dari orang-orang yang semula tidak tahu BukuUnik itu apa, hingga sekarang branding dengan nama BukuUnik, orang sudah tahu kami siapa. Dan sekarang kami sudah suplai ke beberapa cabang toko di mal Jakarta ataupun luar Jakarta,” ungkap lulusan D-4 Trisakti Intitute of Tourism ini.

Salah satu daya tarik BukuUnik, selain aspek kreatif, juga kemudahan pemesanan. Selain melalui gerai fisiknya, pembeli juga bisa memesan melalui situsnya. Cukup dengan membuka www.bukuunik.com, lalu order dan melakukan pembayaran, setelah didapat konfirmasi, buku pun diterima dalam 1-2 hari. Kalau mau lebih puas, konsumen bisa datang ke gerainya langsung untuk melihat-lihat aneka note, diary, scarpbook, sketchbook dan special gift dengan desain hasil otak-atik sendiri.

Ketika berkarya, Pia kerap mengambil inspirasi dari berbagai hal biasa. Misalnya, setelah mengamati kegiatan anak-anak sekolah, Pia bisa tercetus ide buku school memory; melihat ibu hamil, muncullah pregnancy journal book; melihat sejoli muda-mudi, timbul couple holding hand, dan lain-lain. “Selama ini, semua custom design masih tertangani dengan baik karena rata-rata customer memercayakan sepenuhnya ke BukuUnik. Tetapi, kami tetap menyesuaikan dengan tema yang diminta klien,” ujar Pia yang menjual bukunya Rp 50-80 ribu.

Pia percaya diri membanderol bukunya dengan harga mahal lantaran BukuUnik ditekankan sebagai buku handmade. Gambarnya digunting satu per satu dan tiap desainnya memiliki tema sendiri. Pembeli jadi merasa bukunya eksklusif dan hanya mereka sendiri yang punya. “Konsepnya juga fungsional. Tidak hanya untuk kalangan yang mengerti scrapbook, tetapi mulai dari anak-anak TK, SD, SMP, SMA sampai kuliah bisa mengunakannya sebagai diary, note, sketchbook. Bagi yang sudah profesional, mereka bisa menghias isi buku tersebut hingga menjadi sebuah album foto yang biasa disebut scrapbook,” tutur Pia yang kini menawarkan 12 varian produk berupa 12 varian produk berupa New Recycle Notebook, Creative Book, Palm Creative Book, Phrase NoteBook, Kartu, Tag, Refill, Stamp, Lace Flowers, Buttons, Flowers dan Mini Charm.

Dalam hal bersaing dengan handicraft art lain, Pia memaparkan resepnya: berani maju dan mencoba. “Cobalah untuk eksis, di mana orang-orang bisa kenal produk kami. Kalau untuk BukuUnik, selain aktif ikut pameran, kami juga terus menambah distributor. Promo yang kami lakukan biasanya melalui media sosial seperti Facebook dengan melakukan games like terbanyak,” ungkap ibu berputra satu yang bernama Quinton Ocean Wyel ini.

Ke depan, pehobi diving dan travelling ini berhasrat memperluas cakupan distribusinya hingga ke luar negeri. Api semangatnya tak pernah padam. Sebab, dibantu tim kreatifnya, Pia ingin membuat buku-bukunya bisa menjadi sahabat hidup para kliennya.

Gustyanita Pratiwi dan Eddy Dwinanto Iskandar

Riset: Sarah Ratna Herni

Leave a Reply

1 thought on “Eugenia Selvia, Kreatif Mengemas Hobi Lawas”

benar-benar menggugah memori, dulu sekali saya pernah mencoba buat scrapbook, tapi sayang gagal. semoga mbak eugenia tetap berjaya dengan buku unik nya, #maju terus. :)
by ridwan sunaryo, 15 Jun 2014, 02:18

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)