Generasi ke-3 Gunung Subur Sejahtera, Menangis Bersama Pekerja

Henry Gunawan Wibisono merupakan generasi ke-3 di PT Gunung Subur Sejahtera, produsen teh berbagai merek. Di tahun 2010, pria yang sempat melanglang buana di berbagai perusahaan ini akhirnya memutuskan untuk menggantikan sang ayah, Gunawan Wibisono, untuk memimpin perusahaan yang kini memproduksi lebih dari 80 brand teh kemasan.

Henry WibisonoBapak dua anak ini mengenyam pendidikan SMA di Solo. Kemudian di tahun 1994 terbang ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi di University of Southern California, jurusan Finance and Business Management.

“Selanjutnya saya merantau ke berbagai negara demi menjajal kemampuan di bidang manajemen,” kata Henry.

Henry memiliki lebih dari 13 tahun pengalaman manajemen dalam berbagai jenis industri dan juga menjabat beberapa posisi di perusahaan yang bergerak di bidang alat IT yang strategis. Dia juga sempat mendirikan perusahaan manufaktur minuman teh dan kopi dunia.

Sampai akhirnya dia kembali ke perusahaan keluarganya, dan menggantikan sang ayah sebagai Presiden Direktur PT Gunung Subur Sejahtera.

“Yang saya pelajari dari hidup adalah saya  bisa merencanakan apapun, tapi ke depan tidak akan tahu apa yang terjadi. Jadi apa yang kita kerjakan saat ini ikuti saja, enjoy dan pelajari, karena ini akan menjadi bekal kita di masa depan. Kalau saya lihat 20 tahun lalu, semua ini di luar rencana saya,” ujar pemenang penghargaan  dari RE/MAX 100% Club Award 2007 untuk kinerja penjualan yang luar biasa ini.

Karena memutuskan untuk selalu enjoy atas apa yang sedang dijalaninya sekarang, Henry mengaku tidak menyiapkan dua anaknya untuk menggantikan posisinya kelak di Gunung Subur Sejahtera.

Gaya kepempinan Henry di Gunung Subur Sejahtera dinilai lebih dinamis oleh pekerjanya. Dia membangun tim kerja yang efektif yang dapat menunjukkan kemampuan mereka untuk bekerja dengan baik, meski dalam kondisi di bawah tekanan dengan profesionalisme dan ketelitian di seluruh bidang.

“Di Gunung Subur Sejahtera kami adakan kegiatan berkumpul bersama, melakukan sharing. Karyawan kami juga bisa ikut ajang perusahaan, namanya Gunung Subur Idol. Mereka bisa menunjukkan bakat-bakat mereka.”

Meski memiliki pengalaman dan pemahaman yang mumpuni di bidang IT, Henry menolak untuk mengganti proses produksi di pabriknya dari manusia ke mesin. Dia ingin Gunung Subur Sejahtera tetap menjadi perusahaan yang padat karya. Prinsip ini dipegang teguh olehnya sampai kapan pun.

“Saya ini sudah generasi ke-3. Di Gunung Subur ini, orang-orang yang mendukung kami juga turun-temurun. Orang-orang tua, remaja, semua yang ada di sini termasuk saya menangis saat kami bersama-sama menyanyikan lagu perusahaan. Perusahaan ini sudah sangat dicintai mereka,” tambahnya. (EVA)

Leave a Reply

2 thoughts on “Generasi ke-3 Gunung Subur Sejahtera, Menangis Bersama Pekerja”

semangat dan optimis
by dayat, 18 Feb 2014, 15:20
Demikianlah seharusnya seorang pemimpin bersikap, salut atas kiprahnya.
by irmawan, 15 Nov 2013, 22:35

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)