Gerardus Ari Munandar, Mempopulerkan Nasi Goreng di Republik Ceko

Satu lagi orang Indonesia yang mempopulerkan kuliner Indonesia ke mancanegara. Adalah Gerardus Ari Munandar, Executive Chef Hilton Prague Old Town, Republik Ceko. Ia banyak memperkenalkan kuliner khas Indonesia dalam sajian menunya. Bahkan, nasi goreng merupakan masakan kreasi Ari yang paling laris di Praha. Bagaimana ia memperkenalkan kuliner khas Indonesia di mancanegara? Ari menuturkannya kepada Ria Efriani Pratiwi:

Kapan Anda mulai bekerja di luar negeri?

Saya mulai bekerja di luar negeri pada 1991, selama satu tahun, di London, kemudian saya pulang dan bekerja di Bali sampai saya pindah ke Afrika Selatan tahun 1995.

Ari Munandar-Chef

Apa alasannya Anda mau berkiprah di negeri orang? Tolong bisa diceritakan awal mula karier Anda hingga dapat berkarier di luar negeri sampai sukses seperti sekarang ini.

Pada waktu itu saya mau berkiprah di luar negeri untuk cari pengalaman. Awal mulanya waktu saya bekerja di Bali, saya bertemu dengan Chef Roberto Giudici yang merupakan mentor saya. Beliau bos saya waktu itu, dan beliau juga yang memberikan kesempatan kepada saya bisa bekerja di Afrika Selatan. Beberapa tahun kemudian, beliau pindah ke Praha dan saya dipanggil untuk bekerja sama lagi. That is the beginning basically.

Apa saja yang Anda dapatkan di luar negeri dan tidak didapatkan jika bekerja di dalam negeri? (Misalnya remunerasi yang lebih menarik, fasilitas kesehatan, dll.)

Sebenarnya hal yang terpenting dan pertama itu karena kita dianggap sebagai expert di sini untuk makanan Asia. Memang betul remunerasinya lebih menarik, karena dari gaji dan cara hidup di sini bisa dibilang lebih seimbang  (balance). Juga soal asuransi dan fasilitas kesehatan lebih terkoordinir di sini. Selain itu, saya pikir (faktor lainnya) sama saja. Mungkin juga baru beberapa tahun terakhir ini posisi sebagai koki (chef) mulai naik daun di Indonesia dan mendapat respect, tidak  seperti dulu.

Apakah Anda mempunyai keinginan kembali ke Indonesia?

Always..home is home..

Jika Anda di sana menjadi pegawai, apakah jika suatu saat kembali ke Indonesia juga tetap ingin bekerja di institusi tertentu? Atau apakah Anda ingin membuka usaha sendiri?

Saya belum bisa menjawab pertanyaan ini, tapi yang pasti tetap di profesi saya sebagai koki.

Ari Munandar2 (tegak)

Apa yang ingin Anda berikan untuk Indonesia dengan berkarier di luar negeri?

Saya berusaha untuk mengangkat makanan Indonesia di dunia internasional. Dalam setiap menu yang saya kreasikan di sini  pasti ada makanan Indonesia yang saya masukkan. Biasanya makanan yang popular, contohnya nasi goreng. Nasi goreng adalah makanan paling laris di menu saya di sini dalam dua tahun terakhir ini. Jauh  mengalahkan makanan-makanan lain yang sudah saya kreasikan juga.

Bagaimana agar sumbangan kepada Indonesia yang ingin diberikan itu bisa terwujud?

Dalam hal ini saya hanya bisa mengimbau pemerintah Indonesia untuk lebih membantu mempromosikan (hal-hal tentang Indonesia di luar negeri), dalam hal ini makanan Indonesia. Saya hanya mengambil contoh dari Thailand. Mereka sangat aktif mempromosikan makanan mereka, dan banyak support untuk siapa saja yang mau mempromosikan makanan mereka. Misalnya dari pihak tourism authority mereka dengan sering mengadakan banyak festival dengan membawa koki-koki terkenal dari negaranya. Saya tahu juga bahwa dari Indonesia sudah mulai banyak mengadakan festival (makanan) dengan koki terkenal dari Tanah Air. I just hope it will be many more of it.

Bagaimana bentuk kolaborasi antara berbagai pihak di dalam negeri dengan masyarakat diaspora Indonesia di luar negeri yang Anda inginkan atau harapkan supaya terjadi?

Saya rasa cukup baik, dari Kedutaan Besar Indonesia di sini sudah ada beberapa aktivitas yang dilakukan.

Kapan target Anda akan kembali ke Indonesia? Atau akan menetap seterusnya di luar negeri? Apa alasan Anda, apabila ingin kembali lagi ke Indonesia atau tidak?

Saya tidak menetapkan target, tapi kalau ada kesempatan yang baik pasti akan saya pertimbangkan. Saya mendapatkan tawaran kerja (dari Indonesia) pada tahun lalu, tapi sayangnya saya belum bisa dapat persetujuan.

Apa saja kendala yang Anda hadapi jika suatu saat harus kembali ke Indonesia?

Kendala yang utama adalah keluarga saya. Karena saya menikah dengan orang Ceko dan anak-anak saya sudah terbiasa hidup di sini.

Lalu, kita harus berusaha meningkatkan citra koki di Tanah Air, untuk membuktikan bahwa orang Indonesia juga bisa menjabat posisi tertinggi di dapur dan tidak mengandalkan orang asing lagi. Kita bisa belajar dari mereka, tapi setelah itu terserah kita bagaimana untuk improving skill, sehingga kita bisa berada satu level dengan chef-chef asing di Indonesia.

Selama bekerja di luar negeri, bagaimana cara Anda memuaskan rasa kangen terhadap Tanah Air?

Kami sering berkumpul dengan masyarakat Indonesia di sini, juga banyak acara di Kedutaan Besar Indonesia. Cara lain untuk saya ya dengan memasak makanan Indonesia yang saya kangeni.

Apakah KBRI di negara tempat Anda bekerja cukup kooperatif terhadap WNI yang bekerja di sana? Ataukah masih ada hal-hal yang perlu mereka tingkatkan?

Komunitas orang Indonesia di sini tidak banyak, jadi kita lebih seperti keluarga, dan ada banyak acara yang diselenggarakan di kedutaan.

Adakah pesan dari Anda untuk orang Indonesia yang mau bekerja di luar negeri juga seperti Anda? Dan apa yang utamanya harus dilakukan supaya bisa sukses di negeri orang?

Yang utama, harus siap untuk bekerja keras. Kita di luar negeri kan membawa nama bangsa sebagai representative, untuk membuktikan bahwa kita bisa, and get them to respect us.

Saya anak pertama dari tiga  bersaudara Nama orang tua saya Wawan Darmawan dan Anna Maria Imbawati. Isteri saya bernama Andrea Munandar. Sedangkan anak kami ada dua: Amalie Munandar dan Viktorie Munandar. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)