Indriana Lista, Bersama Tim Jadikan J.CO Brand No.1

Sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen Indonesia, J.CO Donuts & Coffee, tak mengenal kata lelah menghadirkan inovasi terbaru dari aneka jenis donut, coffee dan frozen yogurt. Berlokasi di gerainya yang berada di Mall Kota Kasablanka Jakarta, kini J.CO kembali menyajikan cita rasa J.Coffee terbaik untuk semua peminum kopi. Menggandeng Alejandro Mendez, World Barista Champion 2011, J.CO mulai me-roasting biji kopi yang menghasilkan citarasa kopi yang sempurna bagi para penikmatnya.

Barista asal negeri latin El Savador ini, untuk kedua kalinya didatangkan ke J.CO Indonesia guna meracik J.Coffee yang disinyalir mengikuti tipe kepribadian peminum kopi di Indonesia. hal ini memang sengaja dilakukan melihat animo konsumen J.CO yang kian hari kian meningkat, meliputi segala jenis lapisan kelompok (baik usia, pendidikan dan pekerjaannya).

Menilisik keberhasilan J.CO yang semakin digemari segala lapisan masayarakat, Indriana Listia, Marketing Communications and Brand Manager J.CO Indonesia, memberikan penjelasan mengenai keberhasilannya membuat inovasi terbaru di J.CO Indonesia pada SWA Online.

(ki-ka) Alejandro Mendez, World Barista Champion 2011 danIndriana Listia, Marketing Communications and Brand Manager J.CO Indonesia, (ki-ka) Alejandro Mendez, World Barista Champion 2011 dan Indriana Listia, Marketing Communications and Brand Manager J.CO Indonesia

Sudah berapa lama menjabat sebagai Marketing Communications and Brand Manager J.CO Indonesia?

Kerja di J.CO sudah 9 tahun, terhitung sejak J.CO resmi berdiri pada tahun 2005 lalu. Sebelumnya dua tahun menjabat sebagai Assiten Public Relation dan Eksekutif Public Relation dijabat sejak  7 tahun terakhir.

Latar belakang pendidikan Anda?

Saya lulusan S2 Komuniasi Universitas Indonesia jurusan Manjemen Pemasaran

Bagaimana dengan tanggung jawab Anda sekarang?

Tentunya sebagai Marketing Communications and Brand Manager J.CO Indonesia tidak mudah. Banyak tugas yang diemban. Tanggung jawab utama saya ada dua, sales dan brand, diluar itu ada product manager merchandise, promo, apapun yang berhubungan dengan komunikasi, bagaimana J.CO berkomunikasi langsung dengan costumer, menjalin kedekatan dengan mereka.

Prestasi apa saja yang sudah diraih J.CO atas tanggung jawab Anda?

Prestasi untuk J.CO, yang pasti hampir setiap tahun mendapat award. Bahkan dari Swa sendiri banyak kasih kita award. Di antaranya tahun 2007 kita terpilih menjadi Winner of Marketing Dream Team Award held oleh Majalah SWA. Tiap tahun hampir dapat, termasuk juga pada kategori digital marketing awardnya. Masih banyak lagi.

Challenge dan apa yang Anda terapkan dalam mengemban tugas ini bahkan hingga meraih banyak penghargaan?

Tantangannya, pertama untuk stay fokus dan bisa menjalani segala tuntutan, karena sebagai Brand Manager J.CO yang memiliki hampir 130 store di Indonesia dan luar Indonesia sekitar 150 store. Struktur organisasi J.CO juga mendatar, antara store, kami serta ke kantor pusat gak ada gap. Kami berkordinasi betul-betul, semua dirangkul tanpa melihat struktur jabatan, dan itu juga berlaku untuk customer J.CO .

Otomatis dengan adanya kedekatan dan menanggalkan gap tersebut akan banyak sekali yang namanya tanya jawab, korespondensi, di antara kami. Challenge pertama yakni menganggap semua store itu penting, tidak ada yang dianak tirikan. Artinya kita mesti pukul rata dan adil ke seluruh ‘anak’. Jika dilihat, J.CO semua memiliki konsep dan pelayanan yang merata. Tidak ada perbedaan semisal di Mall Karawaci lebih besar dari Senayan City karena Karawaci adalah store pertama. Itu tidak ada. Ini juga berlaku untuk sales store. Misal suatu store salesnya kurang bagus, dan harus treat adil ke semua sales store J.CO yang ada di Indonesia.

Challenge berikutnya yakni kemampuan improvisasi setiap tahun. Maksudnya kami punya improvement sendiri di internal dan apa yang harus dilakukan, dan cara berfikir juga di-improve. Itu juga challenge kami.

Ambisi Anda ke depan apa untuk J.CO?

Ambisi ke depannya yang menjadi cita-cita J.CO yakni ingin goal J.CO lebih besar tidak hanya di Indonesia, Singapura, Malaysia dan negara Asia lainnya. Kami juga Ingin membawa J.CO keluar dari zona Asia. Sebenarnya di luar sana marketnya masih sangat besar, di Afrika, Amerika, Eropa, Australia, dan lainnya sebenarnya sudah banyak banget yang minta. Tapi bukan tidak mau, kami perlu banyak sekali hal yang harus dimatangkan di internal. Tapi, yang pasti ambisi kita tentu ingin menjadi brand nomor satu untuk kopi dan donat di dunia.

Maksudnya dimatangkan seperti apa? Standar dan kriteria apa yang digunakan?

Mungkin saya menjelaskan mengenai pembeda J.CO serta juga menjadi keunggulan kita, jadi melalui proses yang panjang perlu kita pikirkan.

J.CO itu memilih biji kopi terbaik. Kita umpamakan namanya biji kopi seperti memilih wine yang punya karakter masing-masing. Biji kopi itu terbagi menjadi dua, arabica dan robusta, arabica itu adalah biji kopi terbaik. Sedang kalau robusa itu ibarat seperti beras yang hari-hari. Kalau arabica itu istilahnya seperti beras pandan wangi yang cuma bisa setahun sekali tumbuh. Nah kopi arabica itu yang kita pergunakan.

Tidak semua negara bisa menghasilkan kopi arabika. Masing-masing memiliki origin bebeda, seperti soal tempat pembibitan dan pengembangan biji kopi. origin yang diambil oleh J.CO itu beberapanya diperoleh di Idonesia, ada juga dari Costarica dan Guatemala. Proses selanjutnya yakni dipanggang, J.CO hanya manggang sampai dilevel medium, berbeda dengan lainnya yang memanggang kopi hingga level tertinggi dan cenderung hingga gosong agar taste kopinya semakin terasa dan strong. Kebanyakan store lain memang ingin citarasa kopi yang strong. Tapi itu memakan proses, justru menurut kita kopi fresh.

Sementara J.CO, rostingnya termasuk ekspress, sehingga setelah diroast, biji kopi langsung dikirim ke J.CO, dan proses pengirimannya cepat hingga lansung ke customer

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)