Jakarta Hearing Center Memberikan Kualitas Layanan Terbaik kepada Pasien

Perempuan yang berjaga di meja receptionist Jakarta Hearing Center (JHC) bukanlah admin biasa. Mereka adalah hearing consultant di klinik alat bantu dengar (ADB) tersebut. Makanya, ketika ada pasien masuk, perempuan itu langsung menyapa sapaan akrab si pasien, tanpa menerka-nerka lagi. Selanjutnya, obrolan akrab pun terjalin.

JHCTetty

“Ya yang ada di depan itu ya hearing consultant kami. Mereka memiliki ikatan batin dengan pasien. Mereka kenal cukup dekat. Jadi, pasien merasa nyaman berkonsultasi,” ujar Tetty Artatie, Direktur JHC.

Meski baru 3 tahun beroperasi, Tetty mengaku selalu memastikan kualitas layanan terbaik bagi konsumennya. Tak heran bila sejak awal beroperasi, JHC selalu mencari tenaga berpengalaman. Staf ahli (hearing consultant) JHC berpengalaman minimal 5 tahun di bidang pendengaran dan Alat Bantu Dengar (ADB).

Dari sisi peralatan, JHC senantiasa mengaplikasikan teknologi terkini. Contohnya, JHC menyediakan ADB terkecil di dunia, yakni Invisible-In-The-Canal (IIC). Ini alat bantu dengar yang dimasukkan ke dalam lubang telinga.

JHCTetty2

JHC juga mengklaim sebagai satu-satunya hearing aid yang memiliki mesin pencetak cetakan telinga untuk ADB jenis behind-the-ear. “Nah, kami memiliki alat sendiri sehingga cetakan telinga bisa ditunggu pasien beberapa saat saja. Tak perlu menunggu berhari-hari seperti di tempat lain,” ujar dia.

Pemeriksaan pendengaran di JHC tidak saja untuk hearing lost (usia lanjut). JHC memiliki peralatan mumpuni untuk mendeteksi gangguan pendengaran pada balita dan bayi. Beberapa peralatan tersebut seperti OAE (Otoacoustic Emission), BERA (Brainstem Evoked Response Audiomety), dan (ASSR) Auditory Steady State Response.

Untuk memaksimalkan pengalaman pelanggan dan meningkatkan loyalitas, JHC juga memiliki program home visiting. JHC mendatangi rumah pasien untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan konsumen. “Pasien tak perlu datang ke klinik kami. Program ini melayani seluruh area di Jabodetabek,” ujar Tetty.

“Prinsip kami adalah selalu menjaga hubungan baik dengan pasien. Setelah pasien menggunakan (fitting) ADB, maksimal dua minggu kami akan menghubungi pasien,” tambahnya. Tujuannya, memastikan apakah ada keluhan atau semacamnya. Goal-nya adalah pasien mendapat pelayanan berkualitas. Dan, untuk maintenance, dia menyarankan agar pasien datang kembali setelah tiga bulan fitting ADB.

Pasien atau keluarga pasien juga bisa melakukan konsultasi melalui telepon. Saat ini konsultasi bisa dilayani selama jam kerja. “Tapi seringkali pasien langsung menghubungi hearing consultant karena itu tadi: mereka sudah saling kenal akrab,” ujar dia.

Klinik yang menyasar segmen menengah ini cukup paham bahwa pendengaran merupakan pengalaman pribadi yang spesial dan unik bagi setiap individu. Makanya, keputusan mengenai solusi pelayanan dan pemasangan ADB akan selalu diambil bersama-sama dengan pelanggan. Sebelum pasien memutuskan ADB, JHC akan memberikan fasilitas trial ADB untuk pasien. Tujuannya agar pasien tidak ragu-ragu dan benar-benar cocok dengan ADB pilihannya.

“Tiap touch point kami perhatikan. Baik di klinik secara langsung maupun via telpon. Pasien bisa mendapatkan pengalaman berharga ketika berinteraksi dengan kami,” tambah Tetty. Sebagai bukti, dalam website JHC (www.jakartahearingcenter.com), ditampilkan nama staf JHC berikut foto dan nomor telpon selularnya. Ini menandakan mereka terbuka dan siap melayani pasien.

Dengan aneka program tersebut, kinerja JHC cukup mengesankan. Meski enggan menyebut jumlah pasti, Tetty mengaku pelanggan JHC sudah ribuan pasien. “Pertumbuhannya selalu di atas 35%,” katanya. Tahun ini, JHC akan membuka cabang di Surabaya dan Makassar. Dua klinik tersebut menambah klinik JHC yang ada di Central Park dan RS Bedah THT Prof Nizar, Jakarta; Siloam Lippo Village, Tangerang serta di Rumah Sakit Permata, Cibubur. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)