Kiat Wong Bersaudara Melejitkan Arjuna

Raymond Siswara Wong & Ronald Siswara Wong Raymond Siswara Wong & Ronald Siswara Wong

Tak punya pengalaman kerja di sebuah bidang tak berarti akan gagal ketika menekuni bisnis di dalamnya. Dengan kemauan belajar berbalut kesungguhan, semua ketidaktahuan bisa diatasi. Setidaknya itulah pelajaran yang dipetik Raymond Siswara Wong (26 tahun) dan kakaknya, Ronald Siswara Wong (30 tahun). Kakak-beradik ini tengah berkibar di bisnis ritel elektronik lewat Arjuna Elektronik. Diawali pada 2011, saat ini Arjuna Elektronik telah memiliki dua toko modern utama dan 11 kios, yang tersebar di Jakarta dan Tangerang, mempekerjakan 50 karyawan.

Raymond dan Ronald memang tak punya pengalaman kerja di industri elektronik. Sebelum pulang kampung ke Indonesia tahun 2011, Raymond bekerja di Sydney di bidang periklanan, sementara Ronald bekerja di bank, sebagai programmer. “Kami bosen. Semua serba teratur dan santai. Kami rindu hiruk-pikuk Jakarta dengan segala kepadatan, kemacetan dan peluangnya. Di Jakarta, hidup terasa lebih hidup,” Raymond menjelaskan alasan kepulangannya.

Benar saja. Pulang ke Jakarta, mereka langsung mengendus peluang bisnis. Salah satu perusahaan leasing yang awalnya membiayai sepeda motor tengah masuk ke ceruk baru: membiayai produk-produk elektronik. Jadilah Raymond dan Ronald memberanikan diri menyambar peluang itu meski nol pengalaman. Mereka besar di lingkungan otomotif karena sang ayah berbisnis di bidang dealership motor.

Mereka lalu mempelajari pasarnya, khususnya perilaku konsumen elektronik, dan mencari pemasok elektronik. “Kami cari celah yang berbeda dari pemain elektronik lain,” ujar Ronald.

Namun, merintis bisnis tidaklah segampang mengedipkan mata. Konsumen lebih terbiasa kredit motor ketimbang kredit barang elektronik. Juga, dalam mencari pemasok elektronik. Mereka tidak percaya dua bersaudara ini bisa menjalankan bisnis tersebut. Terlebih, Raymond saat itu masih 23 tahun.

Meski demikian, keduanya tak patah arang. Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. Karena tawaran ke berbagai pemasok elektronik ditolak, akhirnya keduanya memutuskan pergi ke Glodok, mencari pusat grosir elektronik yang memberikan harga miring. Di sana mereka pun kulakan televisi dan barang elektronik lainnya untuk dijual di toko yang mereka dirikan, Arjuna Eletronik.

Kendati tertatih-tatih, bisnis Arjuna Elektonik bergulir. Kedua pemuda ini pun menjadi terbiasa pergi kulakan ke toko grosir di Glodok yang mau memberikan harga miring.

Lantaran saking seringnya datang ke toko, seorang agen produk LG kemudian melihat dan menghubungi mereka. Tiada dinyana, sang agen memberikan kesempatan kepada Arjuna Eletronik untuk menjual produk LG. Setelah itu, wuzz… bisnis bergulir makin cepat. “Sejak produk LG terdisplai di toko kami, satu per satu produk elektronik lainnya berdatangan menawarkan produknya. Dulu kami cari-cari agen elektronik, sekarang kami yang mereka cari,” ungkap Raymond antusias.

Ronald menimpali, sejak awal pihaknya hanya menggunakan modal sendiri, tidak ada uang dari investor. “Kami berusaha bertahan dan berkembang dari perputaran uang kami sendiri,” ujarnya. Modal awal Arjuna Elektronik -- di luar sewa properti -- mencapai Rp 1 miliar dan kemudian seiring berjalannya waktu modal ditambah lagi Rp 1 miliar.

Lewat tiga tahun, Arjuna Elektronik kini berjalan gagah. Omset pe rbulannya bisa mencapai Rp 2,5 miliar. Apa strateginya?

Dari sisi segmentasi pasar, Wong brothers ini tahu di mana mesti mengeksplorasi peluang. Mereka terus mengepakkan jaringan Arjuna Elektronik dengan membidik kalangan menengah-bawah yang ingin membeli produk dengan cara nontunai. Toko mereka selalu berada di daerah-daerah padat permukiman.

Dari sisi promosi, mereka piawai memanfaatkan era digital, terutama teknik search engine optimization (SEO). Bila konsumen mengetik “toko elektronik” di Google, Arjuna Elektronik kerap berada di atas, berdampingan dengan Hartono Elektronik atau Electronic City. Pokoknya, “Kami mengombinasikan konsep tradisional dan modern. Kami juga memanfaatkan jaringan Internet atau dunia online sebagai bagian strategi digital advertising,” kata Raymond.

Kemudian, selain dengan bunga rendah, Arjuna Elektronik juga memberikan garansi produk yang dijual orisinal, dan langsung diambil dari pabrik. Sekarang, selain dipercaya kalangan pemasok, Arjuna Elektronik juga sudah dipercaya sejumlah perusahaan leasing seperti FIF Spektra, Adira Kredit dan Kredit Plus. “Obsesi kami, ingin menjadikan brand Arjuna Elektronik sebagai ritel yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Raymond bersemangat.

Ambisi penuh semangat ini dulunya tak terbayang. “Sebelumnya, kami benar-benar buta di bidang ini. Memakai barangnya bisa, tetapi tidak kenal produknya. Apalagi, mengenali supplier-nya,” Ronald mengungkapkan.

Apakah ambisi ini kelak terwujud, tentunya masih ditunggu. Yang pasti, Wong bersaudara akan bertempur dengan banyak pemain yang tak mau pasarnya digerogoti.(*)

Sudarmadi dan Syukron Ali

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)