Kiki Yulianto Kembangkan Republik Oblong

Kaos oblong tidak pernah kehabisan pasar. Maklum saja, pasarnya adalah anak-anak muda yang selalu up date perkembangan zaman. Selain harganya murah meriah, banyak variasi desain yang ditawarkan oleh produsen sehingga bisnis ini tumbuh makin bergairah. Untuk menjalankannya pun tidak perlu merogoh kocek yang besar. Alhasil, belakangan ini makin marak saja orang yang terjun ke bisnis ini. Dari yang skala besar sampai ke home industry. Bahkan sebagian besar pemainnya berasal dari kalangan muda. Ada yang sedari kuliah sudah terjun ke bisnis ini ada pula yang menjadikannya sebagai mata pencaharian utama selepas studi.

Kiki Yulianto, Owner Republik Oblong

Satu nama yang layak disebut adalah  Kiki Yulianto. Memang sejak mengemban studi S1 Jurusan Teknik Pertanian di Univesritas Jenderal Sudirman, dirinya sudah berniat menjadi wirausahawan. Semangat juangnya ia cerminkan tatkala masih menjadi aktivis kampus. Ia didaulat menjadi motivator bagi adik-adik angkatannya dan kerap pula mengikuti kegiatan-kegiatan Pimnas untuk mengasah soft skill-nya kala itu. Serampung S1, suami dari Rismawati ini pun meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu S2 di Magister Pertanian, masih di universitas yang sama. Maret ini, bahkan rencananya ia akan menjalani wisuda untuk kemudian September depan dipersiapkan menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Indonesia.

Memang pemuda berperawakan tinggi ini tidak bisa diam di tempat, aktivitasnya yang seabreg menjadikannya selalu bersemangat untuk mengembangkan diri. Selain fokus di ranah akademisi, Kiki juga serius menekuni salah satu hasil dari keisengannya, yaitu bisnis kaos. Iapun mendirikan Republik Oblong pada tahun 2011. Seperti apa kiprah lelaki  kelahiran, 30 Juli 1987 ini? Berikut penuturan Kiki Yulianto pada Gustyanita Pratiwi dari Swa Online.

Apa latar belakang pendidikan Anda?

Latar belakang pendidikan saya S1 Teknik Pertanian dan sekarang masih S2 di Magister Pertanian UNSOED.

Bagaimana lika-liku perjalanan Anda mendirikan Republik Oblong di usia yang terbilang masih sangat muda ini? Ide Republik Oblong ini pertama kali dicetuskan oleh siapa?

Kalau dibilang sukses sih belum, karena usaha ini juga baru dirintis kurang lebih setahun, jadi masih banyak yang harus dibenahi. Republik Oblong Indonesia saya cetuskan sekitar awal 2010, hanya baru terealisasi sekitar pertengahan tahun 2011. Saya sendiri dibantu oleh Agus Sajarwo di bagian produksi.

Posisi Anda di Republik Oblong? Apa saja tugasnya?

Sebagai owner, tugas saya adalah mengembangkan, berkreativitas dan hal-hal yang sifatnya strategis.

Kiki Yulianto, saat mengikuti Pimnas

Apa yang membuat Anda tertarik menggeluti bisnis ini?

Yang pertama, berawal dari hobi. Saya iseng-iseng desain dan senang memakai kaos. Jadi  bisnis ini saya anggap sebagai keisengan saja. Kedua, tren busana tidak pernah mati, seperti makanan, busana menjadi sebuah kebutuhan dasar setiap manusia.

Bagaimana Anda mencari diferensiasi kaos Anda dibandingkan produk lain?

Keunggulan yang ditawarkan oleh Republik Oblong adalah dari harga. Harga bersaing dengan produk lain dengan kualitas yang sama. Biasanya saya akan belajar kekurangan dari produk-produk lain. Karena hal yang paling dituntut dari bisnis ini adalah harus senantiasa kreatif.

Sejauh ini produk apa saja yang sudah dihasilkan Republik Oblong?

Awalnya Republik Oblong hanya menghasilkan produk berupa kaos saja. Namun seiring banyaknya permintaan, kami juga meneririma pesanan jaket,sweater, hoddie, dll.

Bagaimana rentang harga produk-produk tersebut?

Tergantung harga kain, selalu berubah.

Sejauh ini bagaimana perkembangan produk Anda di pasar?

Pasar produk kami sebagian besar di Purwokerto, Jawa, Sumatra dan sebagian kalimantan.

Siapa segmen pasar merek Republik Oblong ini?

Segmen pasar kami anak kecil dan remaja. Tidak menutup kemungkinan kami akan tambah segmen pasar.

Apakah Anda sudah mempunyai gerai sendiri untuk merek ini?

Gerai baru 2.

Dalam pembuatan produk, apakah sifatnya massal (bekerja sama dengan suatu pabrikan) atau dibuat bukan untuk skala besar?

Dalam pembuatan skala kecil kami biasa tangani sendiri tapi jika ada orderan yang besar kami akan bekerja sama dengan konveksi yang lain.

Apa Anda memiliki banchmarking tertentu dalam dunia fashion ini?

Untuk mengikuti mode kami selalu belajar dari produsen distro terkenal, seperti Peter Says Denim (PSD).

Kiki Yulianto dan Istri

Berapa nilai bisnis Anda?

Nilai bisnis ini puluhan juta.

Berapa banyak karyawan yang terlibat di Republik Oblong ini?

Kami baru punya 3 karyawan, itu juga sifatnya belum tetap.

Terkait pemasaran, seperti apa strategi bisnis yang Anda jalankan saat ini?

Strategi bisnis kami mencoba hal-hal yang unik dan berbeda dengan produsen sejenis, seperti kami akan mendonasikan keuntungan usaha ini untuk kegiatan sosial, dll, sebanyak 10%-40%. Dan kami juga akan mengadakan pelatihan warga-warga sekitar, bukan hanya sablon tapi kreativitas yang lain.

Media strategi yang efektif sekarang ini adalah melalui Sosial Media. Dan kami menjadi sponsorship dalam even tertentu yang melibatkan massa banyak.

Maraknya pemanfaatan media social, apakah turut Anda gunakan sebagai media untuk memasarkan produk Anda? Seperti apa bentuknya?

Media sosial yang saya gunakan terbesar adalah FB. Bentuknya berupa kalimat motivasi yang dibarengi dengan promosi produk. Sehingga pengguna FB juga bukan menjadi BT dengan promosi kami tetapi juga menjadi termotivasi. Dan media promosi yang lain adalah Blog.

Apa mimpi atau obsesi Anda ke depan? Target yang ingin diraih?

Obsesi saya, mempunyai banyak cabang di Indonesia, bahkan dunia dan produk saya diterima dengan baik di masyarakat. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)