Kusuma Anggraini, Trah Mooryati Soedibyo di Bisnis Perhotelan

Kusuma Anggraini merupakan generasi ketiga atau cucu Mooryati Sudibyo, pengusaha yang sukses mendirikan dan membesarkan Mustika Ratu, imperium bisnis di bidang kosmetik dan properti. Ninik, sapaan akrab Kusuma Anggraini, adalah anak Djoko Ramiadji, putra sulung Mooryati.

Kusuma Anggraini Kusuma Anggraini

Perempuan bertubuh ramping dan berparas cantik ini sejak belia ditempa untuk hidup mandiri. Sejak SMA ia dan saudara kembarnya menempuh pendidikan di Australia hingga menyelesaikan jenjang S-2 di Edith Cowan University, Perth, Australia. Ninik menggambarkan, ketika berangkat ke Australia pada usia 14 tahun, ia tidak betah. Maklum, di Negeri Kanguru itu Ninik dan saudara kembarnya mesti tinggal di asrama, dan tidak ada kerabat di sana. “Saya ingin kembali ke Indonesia, tetapi Bapak tidak mengubah keputusannya. Beliau yakin, perempuan harus punya nilai lebih, salah satunya berpendidikan tinggi. Seterusnya, bapak memberi saya banyak wejangan mengenai sekolah dan bisnis,” tutur Ninik mengenang.

Neneknya, Mooryati, juga memberikan banyak wejangan, khususnya bagaimana hidup berkeluarga. “Saya lihat, beliau adalah pribadi yang pantang menyerah. Saya mencontoh niat kuat beliau untuk selalu belajar. Kepemimpinan merupakan watak yang menurun dari nenek ke saya,” kata Ninik.

Menurut istri Reza Rajasa ini, setelah meraih gelar master dari Edith Cowan University, Perth, ia kembali ke Indonesia dalam keadaan belum bekerja. Ninik bertanya kepada bapaknya, “Kalau Ninik membantu Mustika Ratu, kira-kira Eyang akan mengizinkan tidak?”

Djoko tegas menolak. “Ninik harus punya pengalaman dulu supaya kamu tahu apa minatmu. Jangan langsung kerja di perusahaan keluarga dengan gampangnya,” katanya. Bahkan, sekadar magang pun tak diizinkannya.

Mendengar penolakan bapaknya, Ninik merasa tertantang. Maka, dia pun mencari-cari lowongan pekerjaan di Internet, mengirimkan berbagai surat lamaran. Dan, alhamdulillah, diterima di perusahaan properti Cushman and Wakefield sebagai analis riset.

Setelah dua tahun berkarier, tepatnya pada 2009, seiring dengan tejadinya pergantian kepemimpinan di Mustika Ratu, dari Mooryati kepada putrinya, Putri Kuswisnuwardhani, maka pihak keluarga pun menanyakan kesediaan Ninik untuk menduduki posisi Direktur PT Mustika Princess Hotel (MPH), yang mengelola Hotel Sheraton Mustika, Yogyakarta. “Kenapa Ninik enggak pegang MPH saja?” tanya Mooryati. “Nenek tahu bahwa saya berminat pada properti,” kata Ninik. Apalagi, sebelum berkarier di Cushman and Wakefield, ketika studi S-2 ia bersama saudara kembarnya membantu bisnis properti yang dijalankan sang ayah di Australia.

Namun, keadaan tidak serta-merta jadi mudah meski Ninik langsung didapuk menjadi direktur. Ia dihadapkan pada sikap skeptis orang-orang yang lebih senior: “Memangnya Ninik yang semuda itu bisa memimpin kami?” begitu Ninik menirukan sikap skeptis orang-orang di MPH yang meragukannya. “Terus terang, saya merasakan tekanan yang berat,” kata Ninik, menggambarkan pengalamannya ketika bergabung dengan perusahaan keluarga.

Kusuma Anggraini ~~

Menghadapi tekanan seperti itu, Ninik tidak menyerah. Ia bertekad untuk belajar. “Tidak boleh gengsi mengakui kepada senior bahwa saya baru dan ingin belajar banyak hal dari mereka. Perlahan-lahan, saya membuktikan bahwa saya bisa berkontribusi. Saya bahu-membahu dengan Om sekaligus Direktur Utama MPH, Haryo Tejo Baskoro. Terbukti, saat Gunung Merapi menyebabkan hujan abu di Yogyakarta pada 2010, Sheraton Mustika mampu bertahan di tengah sepinya pengunjung,” tutur Ninik panjang lebar.

Belakangan, Mustika Ratu berekspansi dengan mengibarkan bendera PT Mustika Pasanggrahan untuk mendirikan dan mengelola The Heritage Hotel, Solo, yang kini dalam tahap awal pembangunannya. Di perusahaan ini, Ninik juga duduk sebagai direktur. Penggemar seni dan olah raga ini mengakui sangat menikmati masa pembangunan The Heritage Hotel. “Ada banyak kegiatan yang melibatkan seni di situ, contohnya rancang bangunan dan interior ruangnya,” kata Ninik bersemangat.

Di Mustika Pesanggrahan, Ninik benar-benar menikmati perannya dalam membangun hotel sejak awal. “Tugas mengharuskan saya menjalin relasi dengan banyak orang, menghadiri rapat, dan ikut menentukan konsep,” ujarnya bangga. Saat melakukan pemilihan (pitching) arsitek, Ninik bertatap muka langsung dengan tiga arsitek dan mendengarkan presentasi mereka. “Saya memutuskan mana arsitek yang sesuai, baru kemudian saya bawa rancangannya dalam rapat dengan nenek. Saya merasa, nenek percaya akan kemampuan saya membuat keputusan,” tuturnya.

Apa saja mimpi menantu Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini? “Mimpi saya adalah mendirikan hotel bintang 6 sekaligus resor di Bali dan Maladewa, ha-ha- ha.... Namanya juga mimpi,” ungkapnya bercanda. Bagi Ninik, yang penting Mustika Ratu terus berkiprah di masa depan hingga generasi keempat. “Saya ingin kerabat seperti sepupu ikut bergabung pula,” ujarnya dengan mantap.(*)

Didin Abidin Masud & Rosa Sekar Mangalandum

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)