Lanny Juniarti: Rahasianya Berubah dan Berinovasi

Di jagat industri klinik kecantikan, siapa yang tidak kenal dengan dr. Lanny Juniarti? Presiden Direktur Miracle Clinic Group ini terbilang sukses membawa klinik kecantikannya memasuki usia 18 tahun. Dengan niat terus berusaha dan berinovasi kini Miracle memiliki 18 cabang di seluruh Indonesia. Dokter berambut pendek ini, menargetkan memiliki 25 cabang hingga pengujung tahun 2015. Untuk mengetahui kunci sukses dalam membangun klink kecantikannya, berikut pemaparan dr. Lanny kepada reporter SWA Online, Destiwati Sitanggang.

dr. Lanny JuniartiBagaimana perkembangan Miracle Aesthetic Clinic memasuki usia 18 tahun?

Sejauh ini baik karena sekarang masyarakat suka lebih peduli dengan penampilan. Selain itu, mereka juga sudah mulai teredukasi tentang pentingnya perawatan dan mereka juga harus memilih tempat perawatan yang tepat. Jangan sampai mereka keliru memilih tempat perawatan yang kemudian membawa dampat negatif. Kita di Miracle memiliki komitmen untuk memberikan solusi yang terbaik, membuat pelanggan itu nyaman dan aman. Jangan sampai mereka cantik tetapi memiliki problem di kemudian harinya.

Maraknya klinik yang menawarkan keamanan dan kenyamanan, apakah deferensiasi Miracle dengan yang lain?

Pasti setiap tempat menawarkan rasa aman dan rasa nyaman, tetapi kenyamanan dan keamanan yang seperti apa? Karena definisinya bisa berbeda-beda. Tapi di Miracle, kita memiliki suatu standar yang tidak kalah dengan klinik yang ada di luar negeri.

Jadi, standar kita adalah standar internasional, di mana alat yang kita pilih merupakan alat yang sudah teruji tingkat keamanannya. Alat itu juga dapat memberikan hasil yang secara saintis sudah ada buktinya. Bukan sekadar mengadopsi apa yang sedang tren di luar negeri. Tetapi kita betul-betul melalui riset karena kita memiliki tim R&D yang fokus di situ. Sebelum treatment ini kita terapkan di Miracle, kita cek dahulu cocok tidak dengan kuliat Asia atau Indonesia, apa efek sampingnya, kita cari tahu juga di luar negeri seperti apa treatment tersebut, baru kemudian dapat kita adopsi. Jadi, tidak sekadar mengikuti tren.

Apakah ada strategi khusus untuk menghadapi kompetitor?

Tentu kita harus berinovasi dalam hal ini. Inovasi itu bukan hanya dalam bentuk inovasi perawatan dan produk, tetapi juga dalam semua hal. Inovasi di dalam operasional klinik, teknologi, pelayanan, dan sebagainya. Itu yang saya yakin dapat membuat Miracle bisa bertahan di tengah kompetisi yang sangat ketat.

Miracle-Lanny

Sudah ada berapa cabang Miracle?

Ada 18 cabang.

Sudah melayani berapa customer?

Hingga kini sudah ratusan ribu pelanggan. Salah satunya ya itu, Whulandary Herman, Puteri Indonesia 2013.

Kalau target market dari Miracle siapa?

Segmen menengah ke atas. Orang yang peduli dengan kecantikan dan segmentasi kita AA+, dari usia 20-45 tahun. Mereka-mereka yang lebih percaya ke luar negeri, sekarang di Indonesia ada klinik yang mampu memberikan kualitas service yang jauh lebih baik dari yang mereka dapatkan di luar negeri. Buat apa ke luar negeri, itu kan devisa negara yang lari ke luar. Justru kita ingin klinik yang dimiliki oleh orang Indonesia, dikelola oleh orang Indonesia, diisi oleh dokter-dokter Indonesia menjadi tuan rumah di negara kita sendiri. Apalagi ASEAN Community di tahun 2015 sudah di ambang pintu.

Ada strategi khusus untuk menghadapi bisnis tahun 2015?

Sebenarnya kita sudah mempersiapkan Miracle dari jauh-jauh hari, melalui standar yang kita miliki, standar yang tinggi, kita juga mempersiapan akademi untuk mempersiapkan orang-orangnya. Di beberapa cabang bahkan kita mengharus staf harus bisa berbahasa Inggris, terutama di Jakarta Selatan dan Bali, karena customer based kita banyak juga orang asing. Itu juga sebagai satu bukti bahwa orang asing juga percaya dengan kita. Dan itu bukan hanya sekadar turis, mereka adalah penguasa yang datang dari Italia, Korea, Jepang yang berbisnis di Indonesia dan traveling back. Mereka juga mereka memberitahu teman-temannya dan mengajak teman-temannya juga untuk perawatan di tempat kita.
dr. Lanny Juniarti

Treatment apa saja yang ditawarkan dan mana yang paling diminati?

Kita fokus pada perawatan wajah. Sekarang yang sedang tren ideal face shaping, untuk membentuk wajah ideal dan peremajaan, itu yang paling diminati. Ya itu selain kasus jerawat, pigmentasi.

Berapa harga untuk melakukan perawatan di Miracle?

Range harga kita mulai dari Rp400ribu sampai tidak terbatas, tergantung perawatan yang dilakukan.

Apakah ada kiat khusus untuk mempertahankan Miracle?

Selalu mau mengikuti perubahan, karena berdasarkan pengamatan saya sendiri dan pengalaman 18 tahun membangun Miracle, teknologi berubah, masyarakat juga berubah, pasar dan kebutuhan pasar berubah. Kita sebagai pengelola bisnis ini harus peka terhadap perubahan itu, karena kita tidak bisa memaksakan suatu produk masuk ke pasar hanya berdasarkan idealisme kita. Tetapi kita juga melihat keinginan pasar. Atau kita juga melihat, 5 tahun lagi tren arahnya kemana, kita harus bisa memprediksi dan menyiapkan itu. Intinya, terus melakukan inovasi. Berubah dan berinovasi itu menjadi kata kunci bagi saya.

Target untuk Miracle ke depannya?

Pengembangan lebih banyak cabang, sampai akhir 2015 target kita memiliki 25 cabang.

Mengapa dulu Anda tertarik membangun klinik kecantikan di tahun 1996?

Awalnya passion. Mengalami sendiri karena saya tidak percaya diri, ketika saya masih menjadi mahasiwa kedokteran. Lalu saya ikut-ikutan teman-teman saya melakukan perawatan dan ternyata lumayan hasilnya. Waktu itu saya melihat, belum ada klinik kecantikan yang dikelola oleh dokter, kebanyak salon kecantikan. Sebagai mahasiswa kedokteran merasa kalau hal-hal seperti ini harusnya dikelola oleh mahasiswa kedokteran, karena berhubungan dengan kulit, ilmu kesehatan. Watu itu bukan dokter yang mengelola, jadi saya pikir jika dokter yang mengelola semuanya akan lebih baik. Dari situ saya ingin belajar tentang perawatan kulit.

Apakah Miracle memberikan obat untuk pasien?

Iya, kita memiliki apotek sendiri, kami merasik obat sendiri oleh apoteker selain kita juga memiliki obat yang sudah jadi. Obat itu kita bekerja sama dengan pabrik yang di Korea. (EVA)

Leave a Reply

1 thought on “Lanny Juniarti: Rahasianya Berubah dan Berinovasi”

nice artikel
by tiga, 03 Sep 2014, 13:38

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)