L&K, Jam Tangan Mewah Made in Indonesia

Lucius Leon Worang dan Hocky Santha Lucius Leon Worang dan Hocky Santha

Jam tangan premium identik dengan Swiss. Maklum, negara makmur di Eropa itu dikenal sebagai produsen jam tangan nomor wahid di dunia. Indonesia memang tidak memiliki tradisi sebagai produsen jam tangan, tetapi hal itu tak menghalangi dua pengusaha muda Indonesia, Lucius Leon Worang dan Hocky Santha, untuk terjun ke bisnis jam tangan eksklusif.

Lucius dan Hocky sepakat mengibarkan bendera usaha untuk mengusung jam tangan dengan merek Lucius & Ki (L&K) sejak 2009. Salah satu keunikan jam tangan L&K adalah adanya komponen kayu pada produknya.

Lucius, kelahiran Jakarta 1986, adalah lulusan MBA Cardiff University, Inggris, 2010. Adapun Hocky, kelahiran 1980, lulusan Jurusan Sistem Informasi di salah satu universitas swasta di Jakarta tahun 2002. Keduanya memiliki passion pada jam tangan. Lucius sudah mengoleksi jam tangan sejak duduk di bangku SMA, sedangkan Hocky merasa jatuh cinta pada jam ketika mendapat hadiah jam kayu tua dari neneknya kala usianya lima tahun. Sejak itu, Hocky terobsesi pada bagian-bagian kecil jam.

Mengapa memilih bisnis jam tangan? Karena, passion itu tadi. Mereka mendirikan perusahaan – dengan modal awal Rp 200 juta -- bukan sebagai cara untuk mengumpulkan duit, tetapi lebih karena dorongan untuk menunjukkan kemampuan menghasilkan jam tangan yang artistik. Karena itu, meski Indonesia bukan dikenal sebagai negara produsen jam tangan jempolan, jam L&K mampu menembus pembeli di mancanegara, antara lain Italia, Inggris dan Rusia. Pasar Korea dan Timur Tengah juga dijajaki, selain pasar domestik Indonesia.

Padahal, L&K tidak pernah beriklan. Pemasarannya lebih mengandalkan kekuatan dari mulut ke mulut dan eskposur media: majalah internasional dan saluran televisi. Momen paling penting terjadi pada 2010 dan 2011, ketika L&K meluncurkan lini produk emas dan perak, yang diliput oleh Jakarta Globe. Kemudian, pada awal 2013, diliput New York Times. Sebelumnya, Majalah Business Week juga meliput, Bloomberg TV pun menayangakan. “Kami beruntung bertemu dengan customer dan teman-teman yang bisa mengapresiasi produk kami dan membantu menyebarkanya,” tutur Hocky.

Salah satu faktor yang membuat jam tangan L&K disukai karena ada unsur kayunya. Itu merupakan keunikan tersendiri yang tidak terdapat pada jam tangan produsen lain, apalagi jika dibandingkan jam produk massal. Jam L&K dibuat dengan tangan (hand made). Casing-nya terbuat dari stainless steel kelas satu sedangkan mesin dan kulit diimpor dari Austria, Swiss dan Jepang. “Pengadopsian kayu dalam produk kami menawarkan karakter personal untuk semua customer. Jam tangan harus mencerminkan personalitas,” ungkap Lucius.

Kayu yang digunakan adalah kayu merbau dan rengas yang berasal dari Sumatera dan sudah bersertifikat “hijau”. Setiap produk jam selalu unik karena tidak pernah ada dua kayu yang corak warna dan karakternya. “Seperti konsep manusia, tidak ada dua individu yang sama,” ia menegaskan. Harganya, berkisar antara US$ 2.500 – US$ 3.000 untuk produk standar. Jika ingin lebih customized, harganya bisa lebih mahal --bergantung pada spesifikasi yang dikehendaki pembeli.

Keunikan yang paling menonjol terletak pada dial kayu asli, dengan desain budaya Indonesia, berupa wayang, pendopo, dll. “Movement dari Swiss yang berkualitas tinggi dan di-handgrave lalu dilapisi emas. Buatan tangan, terbatas, unik, satu dan lain berbeda corak dial-nya,” Hocky menambahkan.

Wajar jika harga jam tangan L&K “lumayan”. Soalnya, untuk memproduksi satu jam tangan saja memakan waktu yang sangat lama, karena dibuat dengan tangan. “Dalam satu bulan maksimal hanya 3-5 jam yang dihasilkan,” Hocky menerangkan.

Jumlah karyawan L&K hanya empat orang. Satu pembuat jam, dua perajin, dan satu pengembang bisnis. “Karena perusahaan ini berdasarkan hobi, kami senang menjalankannya secara fleksibel dan kecil,” kata Lucius. Kinerja usahanya lumayan bagus. Dari tahun ke tahun omsetnya meningkat seiring dengan perbaikan produk, sehingga harganya juga makin meningkat. “Bisa 100% peningkatannya per tahun. Tetapi, kita bukan bicara jumlah yang besar, ya,” ujar Lucius.


L&K akan terus berkreasi, memperbaiki kinerja dan menambah kapasitas. Juga, meningkatkan kehadiran di dunia
online lewat website-nya, www.luciusandki.com. Kolektor jam tangan dari mancanegara melakukan pemesanan secara online. Ke depan, mereka juga sudah mulai memikirkan sebuah butik untuk memajang produk L&K.(*)

Didin Abidin Masud & Rangga Wiraspati

Riset: Sarah Ratna

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)