Nico Omer Jonckheree, Utamakan Cashflow dan Likuiditas dalam Berinvestasi

Selalu mengutamakan cashflow dan likuiditas agar selalu memiliki dana segar yang siap digunakan saat datang sebuah peluang investasi yang bagus. Itulah gaya Nico Omer Jonckheree dalam berinvestasi.

Sebagai orang yang lama belajar dan berkecimpung di bidang keuangan, VP Riset &Analis PT Valbury Asia Securities ini sadar betul bahwa nilai uang terus tergerus inflasi. Karena itu, ia selalu berusaha rutin berinvestasi, terutama pada logam mulia seperti emas dan perak. Awalnya, Nico hanya berinvestasi di saham. Namun sejak dua tahun lalu, ia juga mulai berinvestasi pada emas, perak dan properti.

Pria kelahiran Olstendee, Belgia, 6 Maret 1971, ini biasa membeli koin dirham perak dan dinar emas dari Wakala Nusantara. Ia setuju dengan konsep soal nilai dinar dan dirham yang tidak pernah berubah dari zaman Nabi Muhammad saw. hingga sekarang, yang mana nilai 1 dirham tetap setara dengan seekor ayam dan 1 dinar tetap setara dengan seekor kambing. “Sedangkan uang kertas yang kita miliki itu adalah fiat currency. Fiat berarti izin. Kita dapat gunakan uang itu karena ada izin bank sentral, dan nilainya dapat turun setiap tahunnya,” ia menerangkan.

Nico Omer Jonckheree, VP Riset & Analis PT Valbury Asia Securities

Jika inflasi di Indonesia 5%, berarti nilai uang orang Indonesia akan turun 5% per tahun. Padahal dalam 10 tahun terakhir, harga perak naik rata-rata 15%-25%. “Karena itu, Nabi Muhammad pun pernah mengatakan, ‘Selamatkan dinar dan dirham Anda’. Di Bible bagian Wahyu pun disebutkan, ‘Akan ada masa yang sangat kelam bagi manusia’,” Nico menjelaskan sambil menunjukkan sekeping dirham perak miliknya.

Ia mengumpulkan koin emas dan perak tersebut dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau membeli dalam jumlah yang sama setiap bulan. “Biasanya saya beli koin dalam jumlah puluhan, tetapi saya lebih banyak membeli koin perak, karena harganya juga masih jauh lebih murah, misalnya untuk yang 3 gram masih Rp 60 ribu,” ungkapnya.

Ia memperkirakan, dalam jangka 3-5 tahun ke depan, harga emas dapat naik 300%-500% dan harga perak dapat naik 700%-1.000%. “Emas dan perak itu untuk mempertahankan nilai uang yang kita miliki. Saham juga akan relatif bagus, tetapi emas dan perak is gonna be one of the best,” ia menegaskan.

Pages: 1 2 3 4 5

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)