Organization Development Merespon Perubahan Dunia Bisnis

Irham Dilmy Presiden AODN (Asia Organization Development Network)

Media online, cetak maupun elektronik memberitakan bahwa PT Matahari Department Store, Tbk. telah memutuskan untuk menutup dua gerainya di Pasaraya Blok M dan Manggarai pada akhir bulan September 2017. Tutupnya 2 toko tersebut disebut sebagai strategi bisnis perseroan.  Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengakui industri ritel saat ini memang belum menunjukkan performa terbaiknya, terlepas dari keputusan salah satu anggotanya yang memilih menutup 2 gerainya,

Sekalipun demikian, sebagian besar pengamat dan para ahli ekonomi menolak kesimpulan mengenai tutupnya berbagai usaha ritel dikaitkan dengan pelemahan daya beli masyarakat. Mereka lebih percaya bahwa saat ini pola belanja masyarakat memang tengah bergeser dan mengalami perubahan mendasar.  Oleh karenanya, berbagai perusahaan di bidang ritel sedang menyusun ulang strategi mereka untuk dapat tetap bertahan. Jadi, Matahari yang akan menutup dua tokonya tak serta-merta dapat dikaitkan karena bisnisnya tak mampu bertahan, begitu pun perusahaan ritel lainnya.

Di lain pihak, kendati sektor ritel terpantau lesu, penerimaan negara dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) masih tumbuh di atas 13%, yang artinya transaksi di masyarakat juga masih tumbuh. Selain itu, sektor industri lain di tanah air juga masih menunjukkan pertumbuhan.  Jadi ini bukan masalah penurunan kegiatan ekonomi, tapi lebih kepada dampak negatif yang terjadi atas industri tertentu (ritel) dengan beberapa pemain besar di dalamnya.

Tampak jelas bahwa industri ritel harus menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi saat ini. Kehadiran e-commerce atau bisnis online dinilai oleh banyak pihak bukan merupakan ancaman yang berarti. Namun industri ritel menyadari bahwa mereka harus menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi saat ini.

Sesungguhnya bila para peritel mau menerapkan intervensi organization development saat mereka mendeteksi adanya anomali di atas, mungkin akan lebih mudah bagi mereka untuk "berselancar di atas ombak perubahan" pada industri ritel dan merespon perubahan pasar secara positif.

Apa yang dimaksud dengan organization development? Satu definisi klasik tentang organization development yang diberikan oleh Richard Beckhard (Organization Development: Strategies and Models, 1969) adalah sebagai berikut:  Organization Development (OD) is "an effort (1) planned, (2) organization-wide, (3) managed from the top, to (4) increase organization effectiveness and health through (5) planned interventions in the organization's 'processes', using behavioural-science knowledge"

Unit analisis dalam intervensi OD adalah organisasi secara keseluruhan, walau akhirnya individu juga yang terkena dampak besarnya.  Artinya bahwa OD memfokuskan tindakan pada pengembangan kapasitas organisasi melalui penyelarasan (alignment) atas strategi, struktur, proses manajemen, orang, pengukuran dan sistem imbalan.

OD, yang berkembang dari studi hubungan antar manusia di tahun 1930an merupakan studi tentang perubahan dan kinerja organisasi yang sukses, di mana para ahli psikologi menyadari bahwa struktur organisasi dan proses mempengaruhi perilaku dan motivasi pekerja.

OD telah berkembang dan berpusat pada penyelarasan organisasi dengan lingkungan bisnis yang kompleks dan berubah cepat melalui pembelajaran organisasi, manajemen pengetahuan dan transformasi norma serta nilai organisasi. Konsep utama teori OD meliputi: iklim organisasi (mood atau "kepribadian" unik dari sebuah organisasi, yang mencakup sikap dan kepercayaan yang mempengaruhi perilaku kolektif anggota), budaya organisasi (norma, nilai dan perilaku yang sangat mendalam yang dimiliki anggota) dan strategi organisasi (bagaimana sebuah organisasi mengidentifikasi masalah, merencanakan tindakan, menegosiasikan perubahan dan mengevaluasi kemajuan).

OD pada hakekatnya melibatkan proses sistematis dan berkelanjutan dalam menerapkan perubahan organisasi yang efektif. Berbagai perusahaan yang merupakan bagian dari suatu industri tertentu yang kini terdampak oleh perubahan (ritel, telekomunikasi, migas, pertambangan umum, perkebunan, manufaktur dsb.) dapat memanfaatkan keberadaan dan intervensi OD untuk kebutuhan survival dan beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang berubah.  Hal ini semakin dirasakan mendesak di saat ini yang lingkungan bisnisnya terus berubah secara sangat cepat.

Sebagai bidang yang terus berkembang, OD responsif terhadap banyak pendekatan baru.  OD dapat membimbing kita dalam proses transformasi untuk terjadinya perubahan dalam menghadapi tantangan zaman: persaingan, inovasi, business landscape yang berubah, perubahan preferensi antar generasi dan pola perilaku konsumen.

More Info Event : Developing & Transforming Organizations Moving Indonesia Forward

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)