Pendiri Sun Motor: Kenalkan Bisnis Sedini Mungkin

Jumlah pengusaha di Indonesia ternyata masih sangat sedikit dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Singapura masih yang terdepat dalam mencetak pengusaha baru. Jumlah pengusaha di Tanah Air masih di bawah 2% dari total jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa. Bandingkan dengan Singapura yang sudah mencapai 7%, Malaysia (5%), Thailand (3%). Pendiri Sun Motor Group, Imelda Sundoro, berbagi tips jitu untuk mencetak generasi pengusaha yang tangguh.

“Ketika anak-anak masih kecil sering saya bawa-bawa dalam kegiatan bisnis (istilah bahasa Jawa nya sambil usaha sambil momong anak), dari situ anak-anak melihat dan belajar bagaimana orang tua bekerja dan sedikit-sedikit mendapat bekal jiwa entrepreneur,” katanya.

Pendiri Sun Motor Group, Imelda Sundoro (kanan) bersama buah hatinya, Hartono Hosea (Foto: nationalgeographic.co.id) Pendiri Sun Motor Group, Imelda Sundoro (kanan) bersama buah hatinya, Hartono Hosea (Foto: nationalgeographic.co.id)

Dengan begitu, lanjut dia, selepas lulus kuliah, sang anak akan dengan sukarela membantu usaha yang telah berhasil dirintis oleh orang tuanya. Ia mencontohkan pada anak-anaknya yang mulai bekerja dari dasar dahulu dengan diberikan tanggung jawab di kantor cabang hingga mampu menerima tanggung jawab yang lebih besar ke tingkat hubungan dengan pihak luar, dan memimpin unit usaha.

“Saya melibatkan mereka dalam rapat-rapat, diskusi internal, maupun mengenalkan mereka pada relasi-relasi usaha. Mengikutsertakan mereka dalam training, seminar, dan lain-lain. Memberikan contoh, instruksi ataupun teguran bila ada kesalahan, dan pelan-pelan melepas mereka untuk lebih bertanggung jawab, namun tetap mengawasi, mengontrol dari belakang (peribahasanya Tut Wuri Handayani) dan tetap berkomunikasi, memberikan arahan,” katanya.

Imelda menjelaskan, anaknya juga diberi contoh-contoh keberhasilan tokoh masyarakat dari titik 0 sampai titik puncak agar mereka punya gambaran mana yang baik, mana yang tidak, sehingga anak-anak memiliki visi untuk masa depan.

Titik 0 terhadap ketidak berhasilan seseorang disebabkan oleh macam-macam persoalan. Titik puncak terhadap keberhasilan seseorang sampai menjadi panutan, bahkan anak-anak harus inovatif, harus training, seminar keluar negeri (WEOY Monte Carlo) biar wawasan terbuka luas.

“Semangat kerja yang tinggi, suka dengan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab merupakan kunci kesuksesan selain integritas, strategi, globalisasi, professional,” katanya.

Sejauh ini, dia melihat anak-anaknya mampu memimpin perusahaan dan punya rasa tanggung jawab. Anak pertama, Hartono S. Hosea, diberi tanggung jawab untuk unit usaha perhotelan dan properti. Dari semula hanya 1 hotel kini sudah berkembang menjadi 9 hotel yang beroperasi dan akan bertambah lagi karena masih dalam tahap pembangunan.

Lisa S. Hosea, anak kedua, bertanggung jawab di unit usaha otomotif seluruh Area, dengan dibantu oleh adik-adiknya yaitu Andrysan S. Hosea untuk wilayah Jatim, dan Jeffry Hosea untuk wilayah Jateng. Sejauh ini, mereka memiliki tidak kurang dari 60 showroom mobil untuk berbagai merek.

“Saya mengajarkan dan tanamkan pada mereka prinsip-prinsip yang harus dipegang dalam berbisnis, yaitu: integritas tinggi, punya strategi dalam berbisnis, berpikiran global, profesional, punya semangat kerja tinggi, fokus pada tujuan/cita-cita, pantang menyerah meski mengalami kegagalan, hidup berkualitas,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)