Relita Veronika, Srikandi di Industri Manufaktur Alat Berat

Ditemui selepas penjurian Indonesia Young Women Future Business Leader 2014, Relita Veronika menjawab ramah pertanyaan yang disampaikan. Dengan atasan merah yang dipadukan rok hitam, mojang Bandung 33 tahun lalu ini masih terlihat seperti baru menapaki karier. Belum cukup sampai di situ, di balik wajahnya yang masih terlihat belia ternyata wanita lulusan ITB ini sudah memiliki dua orang anak yaitu Natania Quimby (4 tahun) dan Dante Gideon (3 tahun).

Jabatan Risk Management Specialist PT Sanggar Sarana Baja merupakan posisi yang pada awalnya tidak pernah akan diduga oleh Relita karena berlatar belakang S1 Mikrobiologi Institut Teknologi Bandung. Namun seiring perjalanan kariernya selepas studi yang mengantarkannya untuk berjibaku dengan dunia perbankan, kini Relita menemukan passion-nya.

Berikut paparan Relita dalam perjalanan karier dan kiatnya dalam menyeimbangkan dengan keluarga seperti dicatat Indah Pertiwi dari SWA Online:

RELITA (utama)

Bisa dijelaskan mengenai tempat tanggal lahir, keluarga (anak suami)?

Tempat, tanggal lahir: Bandung, 14 Maret 1981. Suami: Budi Wetman Silaban. Anak:   Natania Quimby (4 tahun) dan  Dante Gideon (3 tahun)

Apa latar belakang pendidikan Anda?

SMU Negeri 3 Bandung

S1 Microbiology, ITB

S2 MBA Business Leadership, ITB

Apakah terdapat kaitan antara background pendidikan dengan pekerjaan yang sedang diemban?

Seperti terlihat bahwa latar belakang pendidikan saya (S1) adalah Microbiology, ITB, kemudian saya bekerja sebagai corporate banker di Bank Mandiri, ini mungkin terlihat tidak ada kaitannya.

Kemudian S2 saya MBA Business Leadership, ITB dan saat ini bekerja di industri manufaktur alat berat. Untuk yang S2 ada kaitannya karena topik thesis saya risk management dan pekerjaan saya saat ini adalah sebagai risk management specialist di PT Sanggar Sarana Baja (anak usaha PT ABM Investama, Tbk., member of Tiara Marga Trakindo Group).

Bisa diceritakan sejak kapan Anda bergabung PT Sanggar Sarana Baja?

Bergabung di PT SSB sejak Mei 2012

Sebelumnya bekerja di mana, dan berapa lama? Posisi terakhir sebagai apa?

Sebelumnya bekerja di PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. melalui jalur Officer

Development Program. Bekerja di Bank Mandiri selama 7 tahun dengan posisi terakhir sebagai Senior Manager di Corporate Banking Group.

Kenapa memilih pindah? Apa alasannya?

Memilih pindah untuk mencari tantangan lain dan untuk mendapatkan work-life balance, karena sebagai banker kita dituntut untuk bekerja dengan jam kerja yang cukup panjang.

Relita

Tanggung jawabnya apa saja? 

Sebagai Corporate Banker saya bertanggung jawab untuk mencapai target penyaluran kredit kepada perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, mencapai target pengumpulan dana pihak ketiga, dan fee based income. Selain itu, juga bertanggung jawab untuk secara pro-aktif melakukan sell dan cross-sell produk-produk perbankan, implementasi customer relationship management, dll.

Apa saja prestasi Anda di perusahaan ini? (baik prestasi pribadi atau team?)

Sebagai Risk Management Specialist di PT Sanggar Sarana Baja, kami telah berhasil membuat skema risk management, yang terdiri dari risk management policy, risk management framework, dan risk management manual. Hal ini diperlukan sebagai tulang punggung implementasi manajemen risiko perusahaan. Dengan adanya risk management policy, framework, dan manual, seluruh jajaran perusahaan mempunyai pedoman dan kesamaan persepsi tentang apa itu risiko, bagaimana mengidentifikasinya, dan langkah apa yang selanjutnya harus diambil untuk memitigasi risiko tersebut.

Tantangan pada jabatan sekarang apa?

Industri yang saat ini saya geluti termasuk “man dominant industry”, di mana dari total 2.280 orang karyawan PT Sanggar Sarana Baja, hanya 5% wanita, selebihnya sebanyak 95% merupakan karyawan pria. Awalnya memang tidak mudah bagi saya untuk berkecimpung di industri ini, namun pada akhirnya saya dapat belajar cara beradaptasi, bernegosiasi, dan memimpin karyawan-karyawan pria.

Apa suka duka dalam menjalani karier sebagai Risk Management Specialist?

Sukanya adalah karena saya memiliki kesempatan yang sangat luas untuk belajar banyak hal baru, bekerja sama dengan banyak orang dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Hal ini pastinya merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk saya. Dukanya adalah orang-orang yang belum memiliki pemahaman yang tepat mengenai risk management melihat risk management sebagai “penghambat” dan pekerjaan tambahan.

Targetnya dalam berkarier di perusahaan ini apa?

Target dalam berkarier di PT SSB adalah meningkatkan risk maturity level perusahaan ini sampai pada tahap di mana perusahaan dapat mengambil keuntungan dari penerapan risk management.

Dan untuk ke depannya cita-cita dan ambisi hidup apa yang masih ingin di capai?

Ambisi saya yang ingin saya capai dalam waktu dekat adalah melanjutkan pendidikan ke jenjang S-3 untuk mendapatkan gelar PhD. Saya yakin wanita yang cerdas akan mampu mempersiapkan generasi yang lebih baik, demi kemajuan bangsa Indonesia.

Apa kegemaran seorang Relita Veronika?

Saya senang sekali traveling, melihat berbagai tempat baru dan kehidupan local people di sana. Namun yang terutama saya sangat menikmati waktu bersama keluarga, bermain bersama anak-anak saya.

Apa goal yang ingin dicapai tim?

PT SSB merupakan perusahaan yang memiliki banyak project based job, di mana nilai masing-masing proyek dapat mencapai jutaan US$. Sehingga goal/objectives jangka pendek perusahaan saat ini adalah untuk melakukan improvement di project management agar keseluruhan proses mulai dari bidding, execution, sampai closing proyek dapat berjalan dengan lebih baik dan meningkatkan keuntungan perusahaan.

Apa prestasi yang menurut Anda paling membanggakan?

Prestasi yang membanggakan adalah saya lulus S2 MBA ITB dengan predikat cum laude sebagai best graduate dan mendapatkan penghargaan “Inspiring Leader Award” dari PT Bank Negara Indonesia, Persero (Tbk.) karena saya dinilai mampu mendemonstrasikan kualitas dan nilai-nilai kepemimpinan yang menginspirasi orang lain.

Apa kompetensi (skill and knowledge) yang dimiliki sehingga optimis menjadi future women leader?  

Dengan berbagai pengalaman sebagai bankir, pendidikan Business Leadership, pengetahuan di bidang Risk Management, dan kini berkecimpung di sektor riil, saya optimis saya berada di jalur yang tepat untuk menjadi Indonesia Young Woman Future Business Leader. Saya merasa cukup memiliki pandangan dan pengalaman yang komprehensif: pengalaman sebagai bankir memberikan saya pengetahuan dari sisi financing perusahaan, sebagai pemain di sektor riil saya belajar mengenai operasional dan tantangan perusahaan, pendidikan business leadership membekali saya dengan berbagai pengetahuan, mulai dari marketing management, people & organization, international business, dll. Ditambah skill di bidang risk management, saya siap untuk menjadi woman future business leader.

Apa saja yang akan dilakukan jika menjadi leader?

Saya selalu ingin menjadi leader yang menginspirasi orang lain, a leader who trully lead, bukan sekedar manager who manage.

Bagaimana pandangan Anda soal keberhasilan ganda (sukses karier dan sukses keluarga)?  

Menurut saya keberhasilan ganda (sukses karier dan sukses keluarga) merupakan hal utama yang harus dicapai oleh para wanita bekerja. Memang tidak mudah dan membutuhkan usaha serta kerja keras ekstra, namun tidak mustahil untuk dicapai.

Kalau menjadi women leader, apakah bisa memerankan sebagai isteri dan ibu yang baik juga? Apa kiatnya?

Saya optimistis bisa. Kiatnya adalah keinginan kuat dan kerja keras. Di samping itu dukungan dari pasangan juga sangat menentukan keberhasilan hal tersebut. Selama ini saya menyikapinya dengan time management, artinya ketika anak saya bermain dan belajar, saya menemani mereka bermain dan belajar, ketika mereka tidur baru saya mengerjakan pekerjaan kantor. Suami saya juga memegang peranan penting dalam keberhasilan karier saya, dia yang pertama kali mendorong saya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus menerus memberikan dukungan yang saya butuhkan. Selain itu, kami selalu menyediakan waktu di akhir pekan untuk keluarga, aturannya adalah Sabtu Minggu tidak boleh mengerjakan pekerjaan kantor.

Bagaimana peran Anda dalam membina keluarga?

Saya dan suami berbagi tugas dan tanggung jawab dalam membina keluarga. Kami sepakat bahwa keluarga harus selalu diutamakan dan bekerja sama sebagai tim, saling mengisi dan mendukung. Intinya adalah komitmen. (***)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)