Rendy Maulana Akbar, Raja Hosting yang Terobsesi Jadi Pemain Dunia

Di usianya yang relatif muda, Rendy Maulana Akbar sukses mengibarkan PT Qwords Company International. Perusahaan ini menjadi salah satu web hosting top di Indonesia. Dirintis sejak 2005, tahun lalu Qwords sudah merambah Singapura dengan didirikannya Qwords Asia Pacific Pte. Ltd.

Rendy Maulana Akbar Rendy Maulana Akbar

Saat ini Qwords memiliki 7-8 ribu klien yang 90% berasal dari seluruh Indonesia. Sisanya dari Singapura, Malaysia dan China. “Kebanyakan klien kami pengguna profesional, perusahaan, pemerintahan, blogger, dan sekolah-sekolah. Ada pula kalangan agensi dan media publishing yang menggunakan jasanya untuk klien besar mereka,” kata Rendy menginformasikan.

Qwords pun sudah mulai dikenal secara global oleh para pemain besar di luar negeri. “Ini karena kami sering berpartisipasi di acara industri hosting di luar negeri. Kami juga membuka kesempatan bekerja sama dan investasi bagi yang memiliki visi yang sama dengan kami,” ungkap lulusan SBM ITB ini.

Pria kelahiran Jakarta 10 Juli 1987 ini punya obsesi menjadi pemain global di industri hosting. Ia ingin membawa produk Indonesia ini ke tingkat dunia. Hal ini bertujuan agar tidak melulu pemain asing yang menjajah negeri ini dan membawa keuntungannya ke negara mereka. Ia ingin membuktikan bahwa orang Indonesia bisa melayani dengan kualitas yang lebih baik dari mereka.

Seperti kisah sukses pada umumnya, pencapaian Rendy tidak diperoleh dengan mudah. Kisah awal Rendy mulai membangun bisnis saat masih kuliah di Bandung akhir tahun 2004. Awalnya bersama kawannya ingin membuat merek komputer lokal sendiri, tetapi karena dana tidak mencukupi sehingga tidak jadi.

Akhirnya pada Juli 2005, ia nekat untuk mulai berjualan layanan pembuatan website. Namun karena masih baru, yang berlangganan belum banyak. “Klien pertama saya adalah yayasan yang dikelola nasional dan diinisiasi oleh seorang kawan, alhamdulillah masih aktif sampai sekarang,” ujar Rendy, yang sudah belajar berjualan sejak di bangku TK.

Saat itu, ia masih bekerja sendiri dan tidak punya kantor. Saat bertemu klien pun selalu dilakukan di luar. Rendy mengaku repot karena ia harus membagi waktu antara kuliah dan usaha. Sampai akhirnya pada April 2007, ia mengaku mulai kewalahan karena sudah memiliki 600-an klien, dan di saat bersamaan ia harus menyelesaikan skripsi.

Maka solusinya, pada awal Mei 2007, ia merekrut karyawan dan menyewa ruang kantor sendiri, yakni paviliun kecil di tempat indekosan di Bandung. Sejak saat itu, bisnisnya mulai bisa bergerak lebih cepat. Jumlah kliennya meningkat tajam sampai 1.500-an dalam waktu 7 bulan. “Sampai akhirnya di awal 2008 kami menjadi top 10 hosting company di Indonesia,” ucapnya seraya mensyukuri.

Halaman Selanjutnya
Di 2009, Rendy membuka cabang...
Pages: 1 2

Leave a Reply

1 thought on “Rendy Maulana Akbar, Raja Hosting yang Terobsesi Jadi Pemain Dunia”

Mantap neh kang rendy, mudah-mudahan saya bisa mengikuti jejak beliau. :)
by Dika Haris Abdurahman, 18 Mar 2014, 10:26

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)