Resep Ghalib Kembangkan Solite Studio dari Madura

Sebelum tahun 2013, mungkin tidak akan ada yang menyangka bahwa Pulau Madura memiliki sejumlah anak muda kreatif yang mampu membuat permainan digital. Namun, sejak tim Solite Studio berhasil memenangi ajang kompetisi internasional, nampaknya pandangan tersebut mulai luntur.

Asadullohil Ghalib Kubat Asadullohil Ghalib Kubat (kiri)

Ya, tim Solite Studio merupakan sebuah tim yang telah berhasil membanggakan Indonesia. Kumpulan empat anak muda dari Universitas Trunojoyo itu berhasil menyabet juara dua di kompetisi Microsoft Imagine yang diadakan di Rusia dua tahun silam.

Lewat permainan edukasi matematika bernama Save the Hamster, Solite Studio sukses membawa pulang hadiah sebesar US$ 10 ribu. Para anak muda asli Madura itu berhasil menyingkirkan 87 pelajar dari 71 negara lainnya.

Nama Asadullohil Ghalib Kubat, atau yang akrab dipanggil Ghalib, jadi suksesor utama di tim tersebut. Sebagai ketua tim, pria berusia 24 tahun itu dibantu oleh tiga temannya, Miftah Alfian Syah, Tony Wijaya, dan Muhammad Bagus Muslim.

Meski awalnya hanya sekumpulan tim pemenang lomba, sekarang Solite Studio berubah. Nama Solite Studio kini telah menjelma jadi perusahaan startup teknologi informasi pertama di pulau penghasil garam tersebut. “Kami mendirikan perusahaan ini dari hasil hadiah di ajang kompetisi di Microsoft,” Ghalib menjelaskan.

Dipilihnya lokasi Madura lantaran biaya sewa perkantoran yang lebih murah dibanding kota besar. Ia juga menceritakan, Solite tak terkendala akses pasar meski jauh dari kota besar. “Asal sudah terkoneksi Internet, semua bisa jadi mudah,” ujarnya.


Walau belum besar layaknya perusahaan sejenis, seperti Agate Studio ataupun Toge Production, eksistensi Solite Studio tidak bisa dipandang sebelah mata. Perusahaan ini terbukti mampu melakukan monetisasi bisnisnya dengan apik, meski hanya dengan 6 karyawan.

Tercatat hanya butuh 1,5 tahun sejak berdiri Oktober 2013 hingga Desember 2014, Solite Studio mampu balik modal dan mencatatkan omset hingga Rp 500 juta. Perusahaan ini juga telah menelurkan lima produk permainan lain, selain Save The Hamster yang kini telah diunduh 1 juta kali di perangkat Windows phone.

Secara umum, Ghalib menambahkan, pendapatan Solite Studio terbagi menjadi dua sumber. Pertama, berasal dari game berbayar. Dan, kedua, bersumber dari permainan yang sengaja didesain khusus untuk keperluan kerja sama dengan mitra strategis. Dalam waktu dekat misalnya, Solite hendak meluncurkan game edukasi bernama Buku Interaktif, hasil kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebelumnya, Solite juga pernah berkerja sama dengan beberapa perusahaan seperti Speedup dan Intel Indonesia. “Rencananya kami juga ingin merambah kerja sama dengan industri perbankan,” ujarnya.

Ghalib mengungkapkan, pencapaian Solite Studio tak terlepas dari cara perusahaan melakukan pemasaran produknya. Hingga saat ini Solite aktif memberikan berbagai program menarik di laman penggemarnya, seperti pemberian voucer. “Setiap minggu kami melakukan pemberian voucer Rp 4 juta dari Intel,” ia menambahkan.

Ia tak segan pula menggaji karyawan dengan harga yang pantas agar tidak terjadi turnover. Harapannya, tim yang ada saat ini bisa bekerja semakin solid tanpa harus selalu beradaptasi dengan pergantian orang-orang baru. “Gaji mereka sama seperti di kota-kota besar, kisarannya Rp 3 sampai Rp 5 juta,” ujarnya.

Ke depan, berbagai rencana telah disiapkan Ghalib. Tak hanya ingin membuat inovasi dalam produksi permainan baru, Solite Studio berencana pula merambah dunia properti intelektual lewat pembuatan karakter yang unik dan menarik. “Kami ingin terus berinovasi dan memberikan sesuatu yang dapat digunakan untuk orang lain,” ungkap Ghalib.

Ia berujar, pengetahuan dirinya tentang kepemimpinan ia pelajari secara otodidak. Lahir dari keluarga yang terbilang pas-pasan telah mengajarkan dirinya untuk lebih solutif dalam menghadapi berbagai tantangan. Di jenjang perkuliahan misalnya, ia telah bisa membiayai biaya perkuliahannya sendiri. Ia aktif mengajar sebagai asisten dosen di hampir semua mata kuliah di Universitas Trunojoyo, dan aktif membuka les privat pemrograman untuk kalangan mahasiswa dan siswa SMK.

Pengamat teknologi informasi Heru Sutadi mengapresiasi langkah Solite Studio untuk mengepakkan bisnis dari Madura, tanah kelahiran Ghalib. Walau begitu, ia menyarankan agar Ghalib tidak alergi melakukan penetrasi di kota besar dengan pembukaan cabang. “Sebab pusat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi banyak di Jakarta,” Heru menegaskan.

Ia pun menggarisbawahi pentingnya pembagian peran dan kewajiban yang jelas antara para pendiri. Banyak kasus perusahaan startup yang justru mati karena situasi yang tidak kondusif antara pendirinya. “Ini perlu diikat dalam perjanjian, termasuk hak dan kewajiban masing-masing,” ujarnya.

Ananda Putri & Syukron Ali

Riset: Hana Bilqisthi

BOKS:

Nama: Asadullohil Ghalib Kubat

Tempat/tangal lahir: Bangkalan, 22 Februari 1991

Jabatan: CEO Solite Studio

Penghargaan:

= Mobile Game Dev War 4 2012 – Rookie Games of the

Year

= Mobile Game Dev War 4 2012 – Best Education

Games

= Mobile Game Dev War 4 Fulltouch – Best Education

Games

= Lumia Apps Olympiad 2012 – Gold Medal

= Imagine Cup 2013 Indonesia – 1st Winner Games

Competition

= Imagine Cup 2013 Indonesia – Indonesian National

Winner

= International Imagine Cup 2013 Russia – 1st Runner

Up

= APICTA Award 2013 Hong Kong – Finalist

Portofolio Produk Permainan

1. Save The Hamster

2. Count The Bunnies

3. Cody's App Academy

4. Milky Baby

5. Original

6. Underground

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)