Ryan Kharisma Danoko, Karya Desain Grafisnya Mendunia

Ryan Kharisma Danoko Ryan Kharisma Danoko

Satu lagi talenta muda berbakat asal Indonesia di bidang desain grafis. Namanya Ryan Kharisma Danoko. Kepiawaian Ryan di bidang desain grafis rasanya tak pantas diragukan. Selain telah mengantongi sejumlah penghargaan, karya desain grafis Ryan pun telah digunakan banyak perusahaan, baik lokal maupun mancanegara.

“Desain adalah salah satu kunci sukses sebuah bisnis,” ujar pria kelahiran 16 Februari 1987 ini. “Desain adalah salah satu cara untuk membedakan produk atau jasa kami dari kompetitor,” ia menambahkan.

Bagi Ryan, itu bukan sekadar filosofi bisnis. Sebab, itulah yang dikomunikasikan Ryan untuk meyakinkan calon kliennya. Logikanya, jika ada dua produk dengan harga, rasa dan kemasan yang sama mempunyai peluang yang sama untuk dibeli oleh konsumen, maka besar kemungkinan produk yang mempunyai desain, warna, dan grafis yang menariklah yang akan lebih laku terjual. “Saya selalu mengomunikasikan kepada klien bahwa desainer adalah mitra agar bisa menghasilkan (produk) yang terbaik untuk bisnis,” ucap Ryan.

Sejak masih di bangku SMA, Ryan telah memiliki kegemaran mendesain foto dengan aplikasi Photoshop. Bakatnya di bidang desain ini diakui teman-teman sekolahnya. Maka, Ryan pun mulai menawarkan jasa desain, semisal untuk undangan acara sweet seventeen, desain T-shirt untuk kalangan distro, hingga kebutuhan event organizer.

Untuk mengarahkan hobinya dan memperkuat kompetensinya, Ryan melanjutkan kuliah di Imago School of Modern Advertising, sekolah khusus desain dan periklanan di Tanah Air. Ia juga mengambil kuliah lanjutan di Jurusan Desain Multimedia First Media Design School, Singapura. Setelah menyelesaikan kuliah, Ryan sempat mengajar desain di SMA Penabur International. Ia pun sempat menjadi eksekutif di First Media Design School, dan Art Director di Sponge Inc. Pada akhir 2012, Ryan memutuskan mengembangkan usaha sendiri di bidang desain grafis, dengan mendirikan RKharisma Design (www.ryankharisma.com).

Bermula dari referensi almamaternya yang merekomendasikan beberapa pengusaha yang membutuhkan jasa design branding, nama Ryan sebagai desainer grafis andal, makin dikenal. Setelah itu, sejumlah perusahaan dan instansi, baik lokal maupun mancanegara, menggunakan jasa desain grafis Ryan. Di antaranya ada Makarim & Taira Law Firm, Bank Victoria, Plaza Balikpapan, Toyota Auto2000, dan masih banyak lagi. Sementara kliennya dari mancanegara, antara lain Snogurt (Malaysia), UNICEF (Hong Kong), Hair Beauty Lounge dan SSEAYP (Jepang), Arizona State University, Runway 21 Studio (Amerika Serikat), Adrianne Schäffer (Italia), dan Matsyana (Kanada).

Pria yang sedang mengambil kuliah lagi di Jurusan Logistik dan Manajemen Rantai Pasokan Hogeschool Van Arnhem en Nijmegen, Belanda ini mengklaim karya desain grafisnya memiliki keunikan personal touch dibanding desainer lain. Menurutnya hal ini dipengaruhi oleh berbagai kultur. “Saya menerapkan pengalaman dan pengaruh dari berbagai budaya, sehingga menjadi ciri khas karya desain grafis saya,” ungkap Ryan. “Saya juga harus bisa menjaga hubungan yang baik dengan klien,” tambahnya.

Selain itu, peraih Bronze Award di acara The One Show South and South East Asia ini juga senantiasa melakukan riset prerequisite. Tujuannya mengidentifikasi permasalahan, mencari solusi dan strategi yang sesuai dengan kebutuhan klien. “Saya selalu memperlakukan klien sebagai tim dalam proses desain. Metode inilah yang selalu dicari oleh klien, karena mereka ingin terlibat langsung dalam setiap keputusan yang diambil as a team,” ujar Ryan.

Kepiawaian Ryan di bidang desain grafis diakui salah satu kliennya Scott Abrams, Direktur ProgramGreenwill, Hongaria. Menurut Abrams, perusahaannya sudah tiga bulan bekerja sama dengan Ryan untuk mengerjakan beberapa proyek desain grafis. “Sebelumnya kami sudah pernah bekerja sama dengan desainer lain, tetapi tidak ada yang bekerja cepat, kreatif atau memiliki sikap seperti yang Ryan berikan. Sangat menyenangkan bekerja sama dan mendapatkan hasil yang sangat baik dan cepat,” ujar Abrams.

Tak hanya melakukan riset, Ryan juga terus melakukan update pengetahuan. Antara lain melalui cara browsing di Internet,mengunjungi pameran, hingga terjun langsung ke sektor industri untuk mengamati pesaing atau calon klien. “Ke depan, saya mau mengombinasikan dua latar belakang pendidikan, yaitu desain dan logistik,” ujar Ryan. (*)

A. Mohammad B.S. & Istihanah

Riset: Armiadi Murdiansyah

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)