Sale Stock Tekad Mendobrak Status Quo Bisnis Fashion

Buy one get one free. Great Sale Up to 70%. Beli 2 dapat 3. Midnight Sale - Diskon hingga 95% + Gratis Voucher Rp100.000. Late Night Super Sale - Diskon 70% + 20% Expired. Berbagai diskon menggiurkan tersebut terpampang di hampir semua department store menjelang Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru. Bahkan, satu dept. store besar kerap memberikan diskon gila-gilaan hampir di setiap akhir pekan yang dipromosikan di media-media besar Ibu Kota.

Ariza Novianti & Lingga Madu Ariza Novianti & Lingga Madu, Founder & CEO of Sale Stock Indonesia

Diskon besar-besaran yang ditawarkan pusat perbelanjaan jelas menjadi magnet bagi konsumen untuk belanja. Apalagi, buat para perempuan yang senang belanja seperti Ninin. Ibu tiga putra ini mengaku senang berbelanja saat pusat pebelanjaan mengadakan diskon besar-besaran. “Saya bisa kalap,” ujarnya sembari tertawa. Ia memanfaatkan diskon besar-besaran itu dengan membeli banyak baju untuk keluarganya.

Begitu juga Dini Nizar. Ia selalu memanfaatkan diskon besar-besaran untuk belanja berbagai keperluan, terutama aneka fashion. “Saya bisa borong pakaian branded yang kalau tidak diskon harganya minta ampun mahal sekali,” ungkapnya. Tak mengherankan, perempuan yang masih lajang ini memuaskan dahaga akan pakaian branded di mal-mal papan atas yang menggelar diskon. “Saya tak pernah melewatkan midnight sale. Barang-barangnya bagus dan harganya terjangkau kantong saya,” ucap Dini sambil tertawa.

Siapa sih yang tidak suka diskon? Apalagi, untuk produk branded. Namun, tidak bagi Lingga Madu. Ia justru prihatin dan marah. “Promosi lewat diskon memang lumrah. Tetapi kalau sudah banting-banting harga, wah saya bingung kok begini ya cara berjualan,” kata Lingga. Keprihatinan melihat fenomena diskon besar-besaran yang menjadi trik peritel modern untuk menggaet konsumen ini menggelitiknya untuk mencari tahu harga riil produk yang didiskon itu. “Tak mungkin kan jual rugi. Pasti tetap ada untung meski sudah diobral habis,” katanya.

Bersama sang istri, Ariza Novianti, ia pun bergerilya mencari tahu harga produk fashion tersebut. Mereka berkeliling ke berbagai konveksi, mulai dari skala UKM sampai konveksi besar, bahkan pabrik yang mengerjakan pesanan merek-merek terkenal. Dari gerilya ini, Lingga lalu memutuskan melakukan gebrakan. “Saya pikir harus do something,” ujarnya.

Menurutnya, fashion harus bisa menyentuh dan dinikmati semua orang. Ingin berkontribusi pada industri fashion Indonesia, ia kemudian membesut Sale Stock Indonesia pada ujung 2014. “Saya ingin menawarkan harga fashion yang murah sehingga semua perempuan Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, merasakan dan bisa menikmati fashion yang sama. Wanita-wanita di Papua pun bisa seperti sosialita di Jakarta,” kata Lingga, lulusan S-1 Informatika dan Multi Media, Univesitas Kristen Duta Wacana, dan MBA dari Universitas Gadjah Mada (UGM), keduanya di Yogyakarta.

Lewat Sale Stock, Lingga terobsesi menyediakan baju berkualitas tinggi dan terjangkau untuk semua perempuan Indonesia. Jangan heran, Sale Stock mengusung slogan citra: Baju cantik, kualitas mal, harga jujur. “Sale Stock bisa memberikan lebih dari separuh harga dengan barang yang sama yang dijual di mal,” ungkapnya. Misalnya, sebuah dress di mal dibanderol Rp 300 ribu, di Sale Stock dijual hanya Rp 100-an ribu. Kok bisa?

Kami mengambil margin tipis,” tutur Lingga. “Misi kami mendobrak status quo dunia fashion. Sale Stock menggunakan prinsip cost-leadership untuk menyediakan baju berkualitas dengan harga jujur dan bebas biaya pengiriman untuk semua wanita di Indonesia,” papar kelahiran 29 Januari 1982 ini. Pengiriman sampai Papua pun tetap tanpa biaya dengan harga yang sama seperti yang berlaku untuk konsumen Jakarta dan kota-kota lainnya. “Kami fokus menyediakan baju berkualitas tinggi dan terjangkau untuk semua orang Indonesia dengan pelayanan dan teknologi yang baik,” Lingga menandaskan.

Hanya dalam tempo setahun, Sale Stock telah menjadi bagian dari salah satu tech startup di bidang fashion mobile commerce dengan perkembangan luar biasa. Saat ini Sale Stock telah mencapai engagement rate lebih dari 50% melalui Facebook dan mendapatkan 10.000 positive reviews dari pelanggan. Ya, ratusan item produk fashion bisa diintip di www.salestock.co.id. Harganya fantastis.

Produknya sangat variatif, up to date, dan tentu harganya sesuai dengan kantong anak SMA. Juga, mudah mengaksesnya,” ungkap fashion blogger Anggraeni Vetty. Menurutnya, untuk tampil chic dan stylish tidak membutuhkan bujet besar. “Dengan kreativitas memadu-padankan pakaian, siapa pun dapat tampil cantik,” ungkap Vetty saat acara Sale Stock 1st Anniversary Gala Dinner di sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan.

Diakui Lingga, pertumbuhan Sale Stock memang luar biasa. “Kenaikannya 100 kali lipat,” katanya tanpa bersedia menyebut angka pastinya. Awalnya, ia hanya dibantu lima karyawan. Bahkan, dengan modal minim, ia dan istrinya terjun langsung mengepak barang-barang pesanan kemudian mengirimkannya lewat jasa kurir. Saat ini, karyawan Sale Stock lebih dari 300 orang. Sale Stock yang setahun lalu dijalankan dari garasi rumah Lingga, kini memiliki enam kantor yang tersebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Singapura, serta satu gudang. Ia juga memiliki lebih dari 50 mitra bisnis yang terdiri dari para pemasok dan konveksi, baik kelas UKM maupun garmen besar. Sayang, Lingga tidak mau menyebutkan siapa saja mitra bisnisnya. “Tidak enaklah,” demikian dalihnya.

Yang pasti, menurut dia, Sale Stock kini menjadi rumah berkarya tak hanya bagi orang di Indonesia, tetapi juga orang-orang dari Jerman, AS, dan masih banyak lagi. “Mereka pernah bekerja di perusahaan teknologi besar seperti Facebook, Yahoo, Apple dan Sony,” ujarnya. Salah satunya, Stanislaus MC Tandelilin. Lulusan UGM ini memilih meninggalkan kariernya yang cemerlang di sebuah bank swasta papan atas. “Saya merasa terpanggil untuk ikut serta mendobrak status quo fashion,” ucap co-founder sekaligus Chief Operational Officer Sale Stock itu. Sekarang Sale Stock juga diperkuat oleh Ivan Samuel Heydemans dan Listiarso Wastuargo.

Didukung tim yang solid, tutur Lingga, Sale Stock fokus sebagai sebuah startup mobile-commerce yang menerapkan prinsip cost-leadership dan memanfaatkan kekuatan media sosial. “Sale Stock menghilangkan perantara, memotong biaya overhead, dan fokus berjualan secara online. Kami meminimalkan biaya dan menyimpan semua keuntungan ini untuk pelanggan kami. Dengan prinsip ini, kami dapat menawarkan harga jujur,” ungkapnya. Hal senada diakui Yurika, mahasiswi jurusan komunikasi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. “Kualitasnya bagus dan harganya murah meriah,” ujarnya.

Ariza menuturkan, cikal bakal Sale Stock dimulai ketika ia melahirkan anak pertama, Soraya, pada September 2013. “Ketika itu, berat badan saya naik dari 45 kg ke 70 kg lebih dan hampir semua baju yang ada di lemari saya menjadi tidak muat. Alhasil, saya punya satu lemari penuh baju yang tidak bisa dipakai,” paparnya. Kemudian ia mencoba “cuci gudang”. Mulai dari situs-situs gratisan seperti TokoBagus, Berniaga, Bukalapak, Kaskus, hingga grup barang bekas (pre-loved) di Facebook.

Lingga lantas mengusulkan untuk membuka Fans Page Sale Stock di Facebook. Tak hanya baju-bajunya, ia juga menjual produk fashion yang ia beli di mal saat diskon besar-besaran, untuk dijual di Facebook Page. Termasuk, gendongan bayi, kain batik, baju cowok, celana bayi dan sabun. Lingga yang waktu itu tengah merentas karier sebagai Direktur di Surya Center for Financial Literacy, Surya University, ikut membantu. “Ternyata, justru produk fashion yang laku. Akhirnya, fokus di situ,” tutur Ariza, kelahiran 2 Agustus 1985.

Pada Mei 2014, Ariza dibantu Lingga memutuskan hanya fokus di bisnis fashion online dengan meluncurkan Sale Stock Tangerang. “Kami bekerja di malam hari setelah jam kantor dan Sabtu-Minggu. Lelah rasanya, tetapi entah kenapa sangat menyenangkan. Selalu ada alasan untuk bangun di pagi hari, mengecek pesanan di handphone saya,” cerita Ariza. Dari 1-3 paket/hari kemudian bisa mengirimkan 30-40 paket/hari. Mereka juga kemudain membuka lapangan pekerjaan bagi delapan karyawan.

Seiring dengan perkembangan Sale Stock Tangerang, mereka kemudian meninggalkan posisi mapan dan karier cemerlang di perusahaan. September tahun lalu, Lingga dan Ariza memutuskan fokus dan full time membangun Sale Stock Tengerang yang kemudian diubah menjadi Sale Stock Indonesia. “Ini menunjukkan komitmen kami untuk melayani permintaan pelanggan di seluruh Indonesia,” katanya. Harapan mereka, Sale Stock bisa menjadi pemain nomor satu di niche fast fashion: baju cantik, kualitas butik, dan harga pabrik.(*)

Henni T. Soelaeman

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)