Si Kembar di Menara BTS

Kemauan kuat untuk belajar. Itulah yang menandai dua sosok kakak adik, Arya Pradana Setiadharma dan Ardi Dwinanta Setiadharma dalam berbisnis. Putra kembar dari mantan CEO Astra, Budi Setiadharma ini bak dicemplungkan ke kawah candradimuka ketika tahun 2008 ditugasi ayahnya mengelola perusahaan yang didirikan sang ayah, PT Prasetia Dwidharma. Tahun 2008 Arya langsung ditugasi sebagai Dirut dan tahun 2009 Ardi diamanatkan sebagai Direktur Keuangan. “Kami cari-cari peluang bisnis sendiri, kami analisis. Pak Budi yang menjadi komite investasi,” kata Arya, lulusan S-1 dan S-2 Teknik Industri dari Purdue University.

Arya Pradana Setiadharma dan Ardi Dwinanta Setiadharma Ardi Setiadharma, Finance Director PT. Prasetia Dwidharma (Batik Biru) dan Arya P. Setiadharma Presdir PT. Prasetia Dwidharma

Kini dua saudara ini berhasil membesarkan PT Prasetia Dwidharma yang eksis di bisnis kontraktor dan pengembangan menara base transceiver station (BTS) – mulai dari membangun hingga pemeliharaannya (maintenance) – di berbagai pelosok. “Sekarang ada sekitar 2.400 menara yang kami maintain. Menaranya ada di Sumatera, Jawa, Bali dan Sulawesi,” ungkap Ardi. Pelanggan pun datang dari kalangan perusahan top seperti Telkomsel, Grup IBS, dan Smart Telecom.

Budi punya acara melatih bisnis kedua putranya ini. Mereka berdua dibiarkan belajar sendiri di lapangan, merasakan sendiri pahit getirnya berkompetisi dalam bisnis. “Waktu awal Pak Budi memang memberikan modal, tapi setelah itu kami dilepas. Tahun 2008-2010 Pak Budi tidak mau ikut campur. Baru tahun 2010 sering datang, sebulan dua kali. Biasanya datang untuk melihat dan memberikan arahan, bagaimana cara menghitung bisnis,” ungkap Arya.

Arya dan Ardi juga diberi kebebasan ayahnya dalam memilih bisnis. Meski Budi punya beberapa usaha, termasuk pabrik yang sudah berjalan, ia tak menyuruh anak-anaknya untuk mengelola salah satu bisnisnya. “Kami diberi kebebasan untuk eksplor. Akhirnya kami cari something new untuk keluarga,” kata Arya.

Diakui Arya dan Ardi, mereka terus belajar bagaimana mengelola usaha yang baik. “Mentor utama kami tentu saja Pak Budi,” kata Ardi. Meski perusahaan yang dibangun terbilang muda, mereka berusaha mengelola secara benar dari sisi SDM, sistem ataupun teknologi. “Kami melihat SDM lebih dulu. Kami adakan pelatihan, pengembangan, dan ikut seminar. Kami percaya bahwa with good people, we get good value,” ujar Ardi seraya menyebutkan, perusahaannya memberikan kebebasan karyawan untuk kuliah lagi.

Hal itu dibenarkan Arya, “Kami sebagai manajemen harus supportive terhadap peningkatan kompetensi. Harus terbuka, dekat dengan karyawan, dan semua karyawan harus tahu perusahaan mau di bawa ke mana,” tambah Arya.

Sejauh ini sudah banyak terobosan yang dibuat dua bersaudara ini. Misalnya, dengan terus membuka cabang operasional baru di luar Jabodetabek seperti yang baru-baru ini dilakukan di Makassar dan Palembang. Lalu, pola dan sistem kerja baru terus dicoba agar efisien. “Sekarang ini dalam setahun bisa mengelola 2.300 menara BTS. Kalau dengan sistem lama pasti tidak akan terkelola dengan baik. Tapi kami review terus terhadap SOP dan karyawan mau berubah, sehingga hasilnya juga bagus,” tambah Ardi yang juga lulusan Purdue University.

Ke depan, banyak target yang hendak dikejar Arya dan Ardi. “Target kami memang banyak. Tapi akan fokus agar bisa menjadi perusahaan the best in maintenance. Percuma maintain 100 ribu menara tapi konsumen nggak puas,” Arya menjelaskan. Pihaknya juga menargetkan bisa segera mengelola 3.500 menara dengan kualitas yang tidak menurun. Target lain si kembar: bisa mempekerjakan karyawan yang semakin banyak.

Sudarmadi & Herning Banirestu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)