Siti Nurjanah Kembangkan Roti Halal di Jepang

Tak mudah memulai bisnis di negeri orang. Hal itu juga yang dihadapi Siti Nurjanah yang kini sukses menjalankan bisnis roti berlabel halal di Jepang. Namun karena passion yang dimilikinya dan kelihaiannya dalam memilih ceruk bisnis yang belum banyak digarap orang lain, tantangan bisnis bisa dihadapi lulusan D3 Sastra Jepang dari Universitas Padjajaran, Bandung, tersebut. Semula, ia pergi ke Negeri Sakura hanya untuk mengikuti Japanese Course Extension Program di Okazaki, Jepang. Namun, ia memilih menetap di sana. “Saya datang ke Jepang tahun 1995, semakin lama saya makin tertarik untuk tinggal. Saya juga tertarik dengan bisnis makanan di Jepang, sehingga bekerja part time di pabrik obento dan kerupuk,” kata dia.

Kegiatan membuat kue bukan hal yang asing baginya. Saat tinggal di Bandung, ia sudah terbiasa memproduksi kue di toko 'Dapur Ibu Dedeh' milik ibunya. Sambil bekerja part time, pada 1997 Siti Nurjanah mulai menerima pesanan kue atau roti dari teman-temannya. “Saya mengawali bisnis di Jepang sejak 1997, mulai dengan mensuplai roti dan cake pesanan dari orang Jepang, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Arab, Bangladesh, Mesir, dan China, mereka umumnya mahasiswa-mahasiswa asing di Jepang,” kata dia.

Pesanan pun mulai berdatangan. Siti Nurjanah memutuskan ikut kursus agar bisa memiliki sertifikat dari Japan Home Bakery (institusi bakery course terbesar di Jepang). Sertifikat itu menunjukkan pemiliknya punya pengalaman membuat berbagai macam kue dan roti termasuk memperkenalkan ke publik resep roti dan kue yang dikembangkan sendiri. Dia juga mempunyai kelas bakery course di Gifu Jepang. “Dengan modal yang diberikan suami saya, tahun 2014 kami akhirnya memberanikan membuat desain pabrik sendiri bersama arsitek disesuaikan dengan aturan perizinan pabrik makanan di Jepang,” kata dia.

siti nurjanah hanamaza pan-JEPANG

Siti Nurjanah kini memiliki lisensi pabrik roti halal di Jepang dengan merek dagang Hanamaza Pan. Ia juga telah memiliki pabrik roti sendiri yang berlokasi di Gifu City dengan kapasitas produksi 50 buah per hari dengan dibantu staf asli Jepang. Omset pabrik roti itu kini mencapai Rp 500 juta per tahunnya. “Kelebihan pabrik saya adalah menghasilkan 30 macam roti sesuai musim di Jepang, roti pada saat musim dingin berbeda dengan roti pada saat musim panas, dengan rasa dan desain roti yang menarik, misalnya roti choco sheep, roti berbentuk kepala kambing lucu,” kata dia.

Semua itu dilakukannya karena memang bisnis roti di Jepang selalu penuh inovasi dan terkait seni desain roti karena bukan hanya rasa yang akan dicapai tapi penampilan sajian, kemasan, dan teknik promosi. “Pabrik saya menyasar para muslim yang tinggal di Jepang maupun turis yang mencari roti halal, juga orang Jepang yang mencari desain dan rasa roti berbeda. Jadi selain memiliki keunggulan dari sisi desain, roti yang saya hasilkan adalah roti berlabel halal,” kata dia.

Sukses berbisnis roti. Siti Nurjanah kerap diundang untuk mengisi seminar di berbagai kota di Jepang. Ia kini menyandang Ketua Fahima Jepang (organisasi muslimah di Jepang yang bergerak di bidang sosial). Ia kini ingin mengembangkan sayap, menembus supermarket di Jepang. “Supermarket di Jepang telah mulai menerima produk dengan label halal, sehingga tidak sulit untuk menawarkan produk roti. Untuk memenuhi permintaan, kami membuat tipe beku, misalnya mini pizza beku,” kata dia. (Reportase: Tiffany Diahnisa)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)