Duet Ibu dan Anak di Bisnis Penyewaan Kostum

Menekuni dunia desain sejak di bangku kuliah, Dewi Soekardjo Pesik memutuskan untuk membuka tempat penyewaan kostum bersama dengan putrinya, Ariella Pesik. Tempat penyewaan kostum yang diberi nama Splendor Boutique Costume ini mempunyai makna meriah, festive, dan glamour. Hal ini tercermin dari kostum-kostum yang disewakan. Butik yang berada di Jalan Kemang Raya no 31 lantai 2, Jakarta Selatan ini menyewakan bermacam-macam kostum yang unik dan menarik.

Kostum Entrepreneur (ki-ka) Ariella dan Dewi

Sebelumnya, Dewi sudah mulai menerima pesanan baju dan kostum sejak tahun 80-an. Ia lalu membuat butik untuk menjual baju hasil rancangannya. Namun, permintaan terhadap kostumnya malah lebih tinggi. Jadi, ia memutuskan untuk beralih ke kostum. Lalu ia melihat peluang bisnis baru. Kostum buatannya hanya sekali dipakai oleh pelanggannya. Ia lalu berpikir untuk membuat kostum untuk disewakan.

“Ternyata peminat kostum banyak. Apalagi sekarang pesta-pesta tematik makin marak diadakan,” ujar Ariella, perempuan kelahiran Jakarta 22 Mei 1986 ini. Sejak itulah ia mulai membuat kostum-kostum untuk disewakan. Kostum yang disewakanpun kebanyakan merupakan karakter dari film-film kartun seperti karakter fim Frozen, Minion, dan Lego.

Splendor juga menyediakan kostum bertema arabian, victorian, dan pirates. Design kostum dilakukan oleh Dewi. Namun, ia juga menerima permintaaan design dari pelanggan. Untuk pembuatan kostum membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk model Victorian.

 

Dewi mengatakan, kelebihan Splendor dibandingkan dengan tempat penyewaan kostum yang lain adalah Splendor sangat mengutamakan kualitas bahan yang digunakan untuk kostum. “Kami selalu memilih bahan yang berkualitas. Bahannya dipilih yang tidak panas karena kebanyakan kostum kan dipakainya berat. Selain itu pemilihan bahan juga penting agar bisa bertahan lama” ujar perempuan kelahiran Salatiga, 15 Desember 1956 ini.

Setelah kostum selesai disewa, ia langsung me-laundry kostumnya “ Kami memiliki tempat laundry khusus juga,” tambah Dewi. Tempat yang dingin dan nyaman serta pelayanan yang baik juga diakui Dewi sebagai kelebihan Splendor. Saat ini Splendor memiliki 6 orang pegawai yang terdiri dari 4 penjahit dan 2 staff toko.

Untuk biaya sewa di Splendor, pelanggan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 50.000 (untuk aksesoris) – Rp 400.000 per hari. Demi menghindari keterlambatan pengembalian dan kehilangan kostum, Splendor menerapkan uang jaminan. “Jadi jika harga sewa kostumnya Rp 200.000  maka uang jaminannya Rp 200.000 jadi totalnya Rp 400.000. Nanti Rp 200.000 akan dikembalikan jika customer mengembalikan tepat waktu dan tidak ada kerusakan pada kostum. Jika terlambat mengembalikan maka uang jaminannya akan dikurangi 20%” ujar Ariella.

Menurut Ariella dengan adanya uang jaminan maka konsumen agar lebih bertanggung jawab kepada kostum yang mereka sewa. Selain itu Splendor juga meminta photocopy KTP dan kontak sekolah atau kantor penyewa.

Saat ini pelanggan Splendor berasal dari segala usia, mulai dari anak SD hingga orang tua. Beberapa stasiun televisi dan artis juga sudah menggunakan jasa penyewaan kostum ini. Untuk omset yang didapat, Dewi merahasiakannya. “Setiap hari pasti ada yang datang untuk sewa kostum. Apalagi jika sudah dekat-dekat Halloween. Satu bulan sebelum Halloween, kostum-kostum sudah banyak yang di booking konsumen. Sebelum Halloween kami juga tutup sampai jam 11 malam” tambahnya.

IMG_0022

Ariella yang merupakan lulusan sastra Cina dari Universitas Indonesia bertugas di bagian pemasaran. Startegi marketing yang dilakukan sebagian mempergunakan media sosial seperti Facebook, website, dan Instagram. Selain itu Ariella juga memakai Google My Business, sebuah produk dari Google yang diperuntukkan untuk small business. Dalam Google My Business, pemilik usaha dapat menaruh informasi usaha, peta lokasi toko, dan foto produk sekaligus dalam satu tempat.

Ariella mengatakan, tingkat penjualannya meningkat 30% setelah memakai Google My Business. “Sekarang konsumen kalau mau beli sesuatu harus cari di internet dulu. Jadi dukungan dari search engine sangat penting. Selain itu dengan adanya peta lokasi toko konsumen jadi lebih mudah mencari letak toko sekaligus melihat keadaan jalan disekitar toko. Soalnya konsumen kita datangnya jauh-jauh jadi dengan adanya maps memudahkan mereka untuk mencari lokasinya” ujarnya.

Di tahun 2015 ini Splendor berencana untuk pindah ke tempat yang lebih besar yaitu di Jalan Gandaria 1 no 5 Jakarta Selatan. Juga, hendak menggelar event yang menggunakan kostum untuk komunitas-komunitas. Kostum untuk anak kecil rencananya juga diperbanyak karena permintaannya cukup meningkat. Hal yang membuat Dewi dan Ariella menyukai bisnis ini adalah ketika konsumennya memenangkan best costume dalam suatu acara. “Kami senang sekali kalo ada yang ada yang ke toko bilang “mbak makasih ya kemarin aku menang best costume,” kata Dewi. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)