Steen Puggaard, Sang Master Bisnis Kuliner CT Corporation

Ingin menikmati menu masakan dalam suasana glamor bergaya Eropa atau Barat? Anda bisa mencoba menyambangi Artiste Cafe & Lounge di Trans Studio Bandung. Di kafe yang mengusung konsep dining ini nuansa dan gaya Western-nya sangat kental. Menempati area dua lantai, interior Artiste ditata dengan warna dominan merah marun dan keemasan. Dengan suasana yang cozy dan menu Eropa-nya, tak heran kafe ini merupakan tempat kongko favorit para artis yang sering tampil di Trans TV.

Kehadiran Artiste ini makin melengkapi portofolio bisnis resto yang dikelola CT Corporation. Selain Artiste yang berada di bawah bendera PT Trans F&B Services, CT Corp. juga mengelola 56 gerai Coffee Bean & Tea Leaf (PT Trans Coffee) dan 219 gerai Baskin Robbin’s (PT Trans Ice).

Steen Puggaard, CEO PT Trans F&B Services
Steen Puggaard, CEO PT Trans F&B Services

Nah, yang menarik, bisnis resto dan kafe milik Chairul Tanjung ini tak bisa dilepaskan dari figur Steen Puggaard. Pria asal Denmark ini merupakan “chef” yang meramu konsep dan strategi pengembangkan bisnis kuliner CT Corp., termasuk Artiste. “Artiste akan menjadi tempat hang outkalangan menengah-atas. Kehadiran kafe ini bagian penting dari transformasi Bandung Supermall menjadi kawasan destinasi belanja hiburan dan kuliner,” tutur CEO PT Trans F&B Services ini.

Siapa Steen Puggaard? Ayah dari Ella (empat tahun) dan Theis (satu tahun) ini merupakan orang yang sarat pengalaman di bisnis resto. Puggaard pernah berkarier di jaringan resto cepat saji McDonald’s selama 9 tahun. Berbagai posisi di McD pernah dia tempati. Ia pernah menjabat Manajer Komunikasi & Pemasaran Senior McD Eropa Tengah & Asia Tengah. Tiga tahun kemudian ia menjabat Direktur Pemasaran Zona McDonald’s Corporation hingga naik ke posisi Direktur Pemasaran. Dari McD lalu ia pindah ke Burger King, menempati posisi yang sama dan kemudian sempat hengkang ke Lazy Gourmet dengan posisi Direktur Pengelola.

Di Lazy Gourmet inilah Puggaard mengaku mulai membangun jaringan dengan dunia kuliner internasional. Ia pun membuka resto fine dining di Singapura yang membawanya berkenalan dengan banyak pebisnis kuliner dunia. Dari sini pula ia mengenal Chairul Tanjung.

Kepiawaian Puggaard mengelola bisnis McDonald’s dan Burger King di wilayah Asia Pasifik dan juga pengalamannya mengelola resto waralaba, rupanya memikat hati bos CT Corp. “Pak Chairul menawarkan suatu tantangan kepada saya untuk mengelola salah satu unit bisnisnya, yakni bisnis F&B,” ungkap Puggaard, yang didapuk mengomandani bisnis kuliner CT Corp. sejak Mei 2011.

Menurut anggota Danish BusinessAssociation of Singapore ini, Chairul meminangnya karena ia dianggap mumpuni soal sistem resto waralaba, serta memiliki kemampuan di bidang pemasaran dan penjualan. Diklaim Puggaard, ketika di Singapura, ia memang banyak belajar hal yang menyangkut strategi perusahaan di bisnis kuliner, seperti bagaimana membuat strategic plan, consumer insight, pengembangan merek, pemasaran terpadu, hingga riset pemasaran dan manajemen krisis.

Lantas, apa target yang dibebankan kepadanya? “Do focus. We're thinking to growth, growth and growth,” ujarnya tegas. “Semuanya berangkat dari visi founder untuk menjadi nomor satu di industri ritel F&B.”

Untuk kafe Artiste, misalnya, setelah di Bandung, akan dibuka di Makassar dan Jakarta. “Lima tahun ke depan target kami memiliki 12 merek di bisnis F&B,” kata alumni Copenhagen Business College dan Copenhagen Business School ini.

Kepiawaian Puggaard mengelola bisnis resto diakui Swasti Atika, Manajer Pemasaran Coffee Bean. Bosnya itu dinilainya memiliki wawasan luas soal industri waralaba resto dan jago membuat strategic plan yang apik. “Walaupun baru mengenal beberapa bulan, saya sudah bisa mengenal gayanya memimpin. Beliau orangnya detail dan menjunjung kerja sama tim,” ujar Swasti.

Menurut wanita yang sempat berkiprah di Hotline Agency dan Lee Cooper ini, bosnya itu tak sungkan menghampiri meja karyawan untuk membahas atau mempelajari suatu hal yang belum ia ketahui. “Ketika membahas masalah strategi pun ia tak sungkan menghampiri kami untuk membahas bersama penyusunan strateginya, ” ujar Swasti memuji.

Siti Ruslina & A. Mohammad B.S.

Riset: Dian Solihati

Leave a Reply

2 thoughts on “Steen Puggaard, Sang Master Bisnis Kuliner CT Corporation”

Saya adalah bekas Staff Steen Puggaard. Dan saya merasa cara kerja Steen sangat lah tidak profesional. Dia suka bermain politik dan hanya mau mendapatkan kekuatan power. Staff pun tidak diberi kesempatan untuk berkarya kalau kita tidak bisa bermanis manis dan mengambil hati. Maaf kalau saya merasa marah karena di perusahaan tersebut banyak staff yang sangat berdedikasi dan mampu berkarya namun banyak rumor dari Steen kalau staff tersebut akan diminta keluar hanya karena tidak sesuai dengan yang dia inginkan.
by Ex staff, 19 Sep 2014, 15:37
strategi usaha yang perlu untuk di contoh.
by robot forex, 02 Apr 2012, 12:41

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)