Strategi Pindi Mulya Abadi Menerobos Pasar Ekspor

Dipandang sebelah mata. Begitulah pada awalnya furnitur produksi PT Pindi Mulya Abadi dipandang oleh orang-orang. Tetapi, siapa sangka kemudian lambat laun produknya yang dijual dengan merek Inoxsense dan Nobily ini begitu diminati oleh pembeli-pembeli dari berbagai negara dan omsetnya pun mencapai US$ 2 juta. Negara-negara seperti Singapura, Australia, bahkan Amerika dan Eropa kini menjadi pasar bagi Pindi untuk menjual produknya.

Menurut pengakuan Sutrisno Hadi Mulyo, ada kisah unik tentang produknya ini. Suatu ketika, ia menjual kepada pembeli dari Jerman untuk dijual dengan merek pembeli. Ternyata, ketika pembeli tersebut menjual di pasar Jerman, banyak yang bertanya produk tersebut buatan mana dan mereka langsung mengetahui kalau produk tersebut buatan Pindi.

Kinerja ekspor yang dilakukan Pindi terus meningkat. Dua tahun berturut-turut, kenaikannya mencapai 30%. Bagaimana perusahaan yang telah meraih beberapa penghargaan internasional ini menjalankan aktivitas ekspornya? Simak penuturan Sutrisno Hadi Mulyo, Direktur PT Pindi Mulya Abadi kepada Rif'atul Mahmudah berikut ini:

Pindad2(tegak)

Bagaimana perkembangan ekspor saat ini? Apakah terus bertumbuh?

Tahun 2010 ke 2011, naik 30%. Tahun 2011 ke 2012, naik 30%. Semoga tahun ini juga lebih baik. Kami masih mengupayakan.

Berapa besar volume ekspor produk Anda?

Volume ekspor kami sekitar 30-40 feet, tetapi tidak menentu tergantung musim.

Seperti apa tantangan yang dihadapi?

Pertama, krisis ini cukup memengaruhi. Tetapi untunglah kami memiliki beberapa market share. Jadi, tidak di satu keranjang, ada beberapa yaitu di project, market Asia, Eropa dan Amerika. Kalau di sini berkurang, di sana bisa ditingkatkan, begitu.

Menurut Anda, pasar ekspor sektor ini semenarik apa?

Pasar ini sebetulnya besar. Tergantung inovasi dan kreativitas dalam mewujudkannya. Kalau kita bisa melihat peluang pasar, bisa mengombinasikan inovasi yang dibuat pesaing menjadi inovasi yang berguna dan lebih baik, itu lebih gampang dijual.

Ke negara mana saja perusahaan Anda mengekspor produk?

Australia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, New Zealand, Amerika, Kanada, Jerman, Italia, Belgia, dsb.

Negara mana yang paling banyak menyerap?

Tiga besar penjualan ke Amerika, Australia, Singapura dan Eropa keseluruhan.

Apa ada rencana untuk membuka pasar baru? Kemana?

Ya, kami rencana mau masuk Rusia dan pasar Jepang.

Apa yang perusahaan Anda lakukan untuk membuka pasar baru?

Kami belajar budayanya dulu, demand-nya terhadap furnitur jenis apa. Kami juga meriset pameran di sana baiknya kapan, perilaku konsumennya seperti apa?

Target pertumbuhan ekspor mendatang berapa banyak?

Tahun ini kami masih kecil, kelasnya UKM. Targetnya 2012 minimal naik 30-50%. 2014, kami menekankan lebih besar sekitar 50-60% karena September tahun depan akan pameran di Jerman dan Chicago, Amerika.

Menurut Anda, apa keunggulan yang perusahaan Anda tawarkan dibandingkan pemain dari negara lain di produk sejenis ?

Kami menekankan dari segi desain dan kualitas. Produk kami awalnya sering dipandang sebelah mata. Tetapi kini bisa disejajarkan, bahkan bisa menang di beberapa poin. Buktinya kami telah diakui lewat beberapa penghargaan internasional sebagai produk terbaik. Dari situ mulai dipercaya.

Bagaimana persaingan dengan negara lain, seperti Cina misalnya?

Itu menjadi pertanyaan konsumen. Mereka mempertanyakan mengapa lebih mahal dari China. Saya mempersilakan untuk dibandingkan. Ada pembeli dari Australia beli 20 feet dari kami, sisanya mereka beli dari Cina. Tahun berikutnya dia beli semakin bertambah, tahun kemarin 30 feet. Ternyata alasannya, produk Cina banyak yang jual juga, sehingga kompetisi tinggi. Harganya tidak bisa naik. Margin yang didapat tidak bisa menutup cost sedangkan kalau jual produk kami, karena unik, orang mau beli. Jadi kami tidak takut.

Banyak produk kami yang dijiplak, tetapi tetap berbeda. Dari segi pengerjaan dan detilnya sangat berbeda. Sebagai gambaran, yang kami sampaikan di tim, orang tidak kenal baik atau buruk, yang dikenal adalah persepsi konsumen. Kalau persepsinya bagus, dia mau beli ke kami.

Pindad

Tadi Anda bicara mengenai produk Anda yang pada awalnya dipandang sebelah mata, apa yang dilakukan sehingga kini menjadi setara?

Kami bekerjasama dengan beberapa desainer. Kami belajar mengapa sebuah desain lebih dihargai daripada yang lain. Pertama, desain. Kedua, kualitas. Ketiga, promosi. Promosi ini kami dibantu oleh para customer. Yang menjadi bagian kami, meningkatkan kualitas, kami lakukan. Kemudian inovasi desain dari bahan baku kami juga lakukan sambil meminta feedback.

Anda ingin produk Anda dikenal sebagai produk yang seperti apa?

Yang dibangun adalah produk kontemporer, dengan harga terjangkau tetapi kualitasnya bisa dibandingkan dengan produk yang mahal.

Strategi-strategi unik seperti apa yang dilakukan untuk menembus pasar ekspor?

Semua strategi kami gunakan. Pertama, produk harus bagus. Dengan produk bagus, produk itu menjual. Kedua, desain. Ketiga, pendekatan persepsi kepada konsumen. Setelah itu strategi mencakup berapa kemampuan konsumen untuk membeli. Itu kami pelajari, setalah itu kami merencanakan desain produk yang disesuaikan dengan konsumen. Kami buat yang tidak terlalu murah, sehingga kita tidak bersaing dengan China dan Vietnam, tetapi tidak terlalu tinggi sehingga jualnya tidak banyak.

Dukungan seperti apa yang diharapkan agar perusahaan Anda dapat terus mengembangkan pasar ekspor?

Pemerintah jika memberi suatu dukungan dengan pameran-pameran di pasar baru, atau pasar tradisional dengan memberikan subsidi, itu akan sangat membantu. Kemudian masalah perizinan yang mahal. Kalau didukung pemerintah, itu akan sangat membantu. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)