Strategi Promosi Raja Pasta Gigi Sensitif Sensodyne

Pasta gigi Sensodyne berkibar di puncak sebagai penguasa pangsa pasar terbesar pasta gigi sensitif. Meski harga jualnya relatif tinggi dibandingkan pasta gigi pada umumnya, toh Sensodyne mampu mengenjot penjualannya seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap problem gigi sensitif. Proses edukasi yang tiada henti dan strategi promosi jitu yang dilakukannya, membuat Sensodyne menjadi pilihan utama orang yang memiliki gigi sensitif. Bagaimana Sensodyne menggarap pasar? Berikut wawancara Rangga Wiraspati dari SWA dengan Lody Lukmanto, Senior Brand Manager Oral Care GlaxoSmithKline, dan Amanda Edina Hasfiardi, Asistan Brand Manger:

Lody Lukmanto dan Amanda Edina Hasfiardi

Mohon dijelaskan tentang merek Sensodyne terbaru, bisa dijelaskan dari 4P (product, price, promotion, placement)? Apa keunggulan dan diferensiasinya?

Saat ini Sensodyne punya delapan varian pasta gigi di mana varian terbaru, Sensodyne Repair and Protect (SRP) baru di-launching bulan lalu. SRP merupakan inovasi terbaru Sensodyne dengan teknologi NovaMin yang mampu membentuk kembali lapisan mineral gigi secara alami untuk melindungi gigi sensitif. Kehebatan teknologi NovaMIn adalah apabila bercampur dengan air liur saat menyikat gigi akan terbentuk ion-ion kalsium dan fosfat yang merupakan materi pembentuk lapisan gigi . Produk kami berdasarkan riset sains, rincian mengenai produk kami dapat dilihat pada jurnal sains kami yang dipublikasikan lewat website kami.

Harga ritel Sensodyne memang di atas rata-rata. Ukuran produk Sensodyne ada 25 gr dan 100 gr, masing-masing Rp 5.500 dan Rp 19.600. Kami percaya konsumen kami menyadari bahwa harga yang premium sebanding dengan manfaat yang didapat. Produk Sensodyne tersebar di seluruh penjuru Indonesia, jalur utama penyebaran Sensodyne adalah jaringan pasar swalayan (modern market), minimarket, apotik, hingga toko obat.

Seiring momentum peluncuran produk, kami secara berkesinambungan melakukan berbagai aktivitas melalui berbagai jalur baik ATL (above the line) maupun BTL (below the line). Tidak hanya pada kegiatan promosi, Sensodyne secara terus-menerus melakukan kegiatan edukasi tentang gigi sensitif, karena banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari dan memahami kondisi gigi sensitif.

Apa saja gebrakan kampanye yang dilakukan untuk mempopulerkan varian produk terbaru itu? Bagaimana kegiatan ATL dan BTL-nya? Bagaimana integrasi dua kegiatan tersebut?

Promosi ATL kami lakukan dengan beriklan pada televisi, radio, koran, majalah, serta digital, sedangkan untuk BTL kami melakukan aktivasi konsumen retail, aktivasi peluncuran produk, dan kerjasama dengan komunitas medis. Integrasi kedua jalur dilakukan, sebagai contoh adalah “Gigi Raksasa” setinggi lima meter yang kami tempatkan sebagai teaser selama seminggu penuh di Senayan City. Pada teaser itu ada tulisan “Gigi Anda Ngilu?” dan tentunya brand Sensodyne. Untuk melengkapi aktivitas BTL itu, kami menggandeng komunitas digital dan selebriti untuk mengoptimalkan pemberitaan kampanye tersebut.

Kami melakukan kampanye untuk memperlihatkan kepada masyarakat Indonesia tentang kemutakhiran teknologi Sensodyne dalam mengembangkan pasta gigi sensitif. Kami meluncurkan kampanye itu pada akhir September dan awal Oktober 2012. Penggodokan kampanye kami lakukan dalam jangka waktu enam sampai dua belas bulan. Dalam upaya re-launch kembali Sensodyne, jalur distribusi pun diperbanyak.

Halaman Selanjutnya
Salah satu input terbesar yang...
Pages: 1 2 3 4

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)