Telkom Targetkan Pendapatan Rp100 Triliun

Dengan nilai merek US$2,81 miliar, PT Telkomunikaasi Indonesia Tbk (Telkom) menjadi nomor wahid dalam ajang Indonesia’s Top 100 Most Valuable Brands 2015 yang diselenggarakan oleh Brand Finance bekerja sama dengan Majalah SWA dan WIR Global. Nilai merek ini mengalami peningkatan 46% dari tahun lalu US$1,9 miliar. Dengan peningkatan ini, rating Telkom naik peringkat dari AA menjadi AA+. “Sebagai operator telekomunikasi pelat merah, kemenangan ini menjadi tantangan dan juga pemicu bagi kami untuk memberikan pelayanan bagi para stakeholder,” ujar Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Service Telkom.

Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Service Telkom. Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Service Telkom.

Menjadi king of digital merupakan stratgei korporasi untuk 5 tahun ke depan. Salah satu aksi yang dilakukan oleh Telkom adalah dengan diversifikasi portofolio. Anak perusahaan Telkom, Telkomsel saat ini masih menjadi penyubang terbesar. Tahun ini Telkomsel menyumbang 70%, sedangkan unit bisnis yang lain tumbuh dua digit.

Telkomsel sendiri tumbuh 37,6% dengan traffic data meningkat 121,4%. Tahun ini, Telkomsel melebarkan jaringan 4G LTE nya ke 7 kota besar seperti Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, dan Lombok. Strategi Telkom lainnya adalah melakukan ekspansi ke luar Indonesia. Dalam 3 tahun terakhir ini, Telkom sudah berekspansi ke 10 negara; Singapura, Hong Kong, Taiwan, Timor Leste, New Zealand, Australia, Malaysia, Macau, Myanmar, Arab Sauidi, dan Amerika.

Untuk meningkatkan nilai merek, Telkom fokus menjaga dan meningkatkan performa korporat dengan cara meningkatkan performa bisnis dari anak-anak usaha Telkom dan juga mengevaluasi program-program yang telah dilakukan. “Dua hal tersebut meningkatkan performa korporat dan korporate image yang berimplikasi kepada peningkatan nilai merek Telkom Indonesia,” ujar Awaluddin.

Pada 31 Agustus 2015, kapitalisasi pasar Telkom Indonesia mencapai Rp280,2 triliun. Telkom Indonesia mengeluarkan Rp7 triliun surat obligasi dengan tenor 7-30 tahun untuk mendukung perbaikan infrastuktur. Telkom Indonesia tahun ini menargetkan revenue sebesar Rp100 triliun dan market capitalization Rp 300 triliun.

Salah satu resep Telkom Indonesia agar bisa eksis hingga saat ini adalah portofolio yang sudah difokuskan tumbuh di atas rata-rata industri dengan cara membuat program-program untuk menjaga pertumbuhan anak-anak perusahan. Lalu, menyediakan infrastruktur agar bisa melakukan ekpansi selama 3 tahun terakhir ini. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)