Vera Liono: Kosmetik Dr. Jart+ Bidik Kelas A

Kiblat industri kecantikan rupanya mulai bergeser ke area timur. Salah satunya adalah Korea. Beragam label kosmetik asal Negeri Gingseng ini lantas  ramai-ramai menggempur pasar Indonesia. Banyak yang menjanjikan pemakainya nanti bisa semulus dan seputih para bintang di sana.

Siapa saja mereka? Yang terbaru adalah Dr. Jart+. Bagaimana label yang berlaboratoriumkan R&D di Kota Gangnam ini menyiasati pemasarannya di Indonesia? Vera Liono, Brand Manager Dr. Jart+ Indonesia adalah salah satu ujung tombaknya sebagai  pemasar. Di sela-sela peluncuran salah satu brand-nya yaitu V7,(28/08/2013), pehobi balet dan olah raga kelahiran, Jakarta, 15 Desember 1988 ini berbagi kiat pada Gustyanita Pratiwi dari SWA Online.

Vera LIono, Brand Manager Dr. Jart+ Indonesia Vera Liono, Brand Manager Dr. Jart+ Indonesia

Sejak kapan Anda dipercaya sebagai Brand Manager Dr. Jart+ Indonesia?

Saya sudah hampir 2 tahun handle brand Dr. Jart+ ini, karena Dr. Jart+ sendiri hadir di Indonesia sejak Desember 2012, sedangkan di Korea sudah ada sejak 2004.

Sebelumnya pernah berkarier dimana?

Saya baru pertama kali merintis karier. Setelah lulus S1 Jurusan Perhotelan dari Universitas Pelita Harapan, saya kemudian ambil S2 Jurusan Bisnis Internasional di University of Greenwich, Singapura. Setelah itu saya kembali ke sini, cari kerja, dan saya tertarik di dunia kosmetik. Kebetulan PT Interkos Jaya Bhakti ada lowongan. Saya joint di sini, dan ternyata kebagian handle brand Dr. Jart+.

Apa yang membuat Anda tertarik dengan kosmetik?

Mungkin karena perempuan kali ya. Jadi memang senang make up. Tapi selain senang make up, saya juga senang tidak pakai make up. Tap untuk tidak bermake up,tentunya saya butuh kondisi wajah yang sudah bagus.makanya saya senang dengan skin care. Jadi walaupun keluar tanpa make up pun, saya tetap PD karena wajah sudah oke.

Anda, termasuk orang yang rajin perawatan juga?

Iya, tiap malam pakai. Tapi hanya perawatan di rumah saja.

Kembali ke urusan karier, apa saja tantangan yang Anda hadapi selaku brand manager Dr.Jart+?

Membawa brand ini ke masyarakat di tengah banyaknya brand serupa yang sudah ada di sini sebelumnya. Jadi tantangan terbesarnya masuk ke konsumen yang sudah memiliki loyal brand-nya masing-masing.

Apa saja tanggung jawab Anda di sini?

Memperkenalkan brand ini ke publik misalnya dengan press conference,road show ke mal-mal kelas A, mungkin 1-2 minggu, tapi rutin. Sebenarnya segala aspek marketing yang dilakukan di sini semata-mata untuk menunjukkan bahwa label ini eksis di Indonesia dan masyarakat bisa aware.

Kesulitan dalam membawa brand ini ?

Brand yang ada di sini banyak sekali ya. Sebenarnya kami tidak ingin melihat, oh kompetitor kami ini, ini, ini. Tapi kami lebih kembali kepada kekuatan brand kami. biar masyarakat yang menilai brand ini cocok untuk mereka gunakan.

Kalau respons pasarnya sendiri bagaimana ?

Sangat baik ya, karena mungkin ini produk Korea. Apalagi di Indonesia sendiri kan sekarang sedang booming Korea. Jadi mereka tertarik untuk mencoba. Namun demikian, tidak dikasih tahu bahwa produk ini berasal dari Korea pun, mereka tetap tertarik. Karena kemasannya yang ekslusif (premium), bersifat dermatologist tasted, dll, sehingga akhirnya mereka percaya untuk mencoba produk ini.

Kenapa baru launching sekarang? Bukankah made in Korea lainnya sudah banyak yang start?

Bukan karena momentum atau bagaimana, tapi karena kami rajin mengikuti international fair di Cosmoprof. Kami melihat ada brand Dr. Jart+, dan kami merasa ini adalah brand yang sangat baik. Kenapa kami tidak coba masuk ke pasar Indonesia yang sangat besar ini? Apalagi mereka sangat peduli dengan kulit. Jadi kami ingin membawakan produk yang cocok dan aman dipakai di kulit.

Produknya hanya untuk kulit wajah saja?

Ya.

Apa saja nilai plusnya?

Misalnya style product V7. Ini merupakan produk pencerah Dr. Jart+ karena multivitamin yang terkandung di dalamnya meliputi A, B3,B5, C, E, E, dan H.

Apa efek nyata dari multivitamin tersebut?

Kandungan vitamin yang begitu banyak tersebut adalah strong pointnya.

Seluruh produk Dr.Jart+ apakah sudah bisa didapatkan di Indonesia?

Iya. Sudah ada di Sogo Alam Sutera,Lotte Shopping Avenue, Matahari Departement Store Taman Anggrek, dan nanti pertengahan September akan masuk ke Debenhamsm, Senayan City.

Pemilihan mal-nya apa ada standar tersendiri?

Kami ingin standar kelas A.

Kenapa tag line-nya ‘not medecine’?

Karena kami tidak mau orang berpikir ini adalah obat. Ada perawatan yang memang dari dokter, tapi untuk masyarakat juga tidak terasa ‘berat’.

Komposisinya?

Semua dari botanical extract.

Apakah sudah bersertifikat halal?

Untuk halal tidak ada. tapi untuk sertifikat yang berbunyi telah teruji secara klinis oleh dermatologist di laboratorium Korea itu ada.

Distribusinya ini kan sudah ke 15 negara (diantaranya Hongkong, AS, Inggris, Thailland, Filipina, dan Singapura), mana yang penjualannya paling bagus?

Amerika.

Di Indonesia sendiri, berapa target penjualan untuk tahun ini?

Mudah-mudahan bisa mencapai ratusan juta.

Mana yang jadi best seller-nya?

Secara general, yang paling populer tentu BB Cream-nya. tapi kalau untuk skin care, di Thailand best sellernya adalah V7. Dan kami juga berharap di Indonesia demikian. Karena V7 inilah yang paling cocok untuk kulit berjerawat, karena itu memang masalah umum untuk kulit di negara kita.

Harganya?

Rp 300-600 ribuan.

Produk ini cocok untuk kisaran usia?

18-45 tahun.

Karakteristik konsumennya?

Kami ingin menyasar wanita aktif yang memiliki tasted shopper tinggi. Yang kami inginkan adalah konsumen yang melek fashion dan melek tren, serta aktif di aktivitas lifestyle-nya.

Strategi bersaing dengan kosmetik lokal?

Kami menekankannya dari sisi dermatologist-nya. Poin utama kami adalah berdasarkan resep dokter. Jadi, di Koreanya sendiri ada 21 tim dokter yang meracik kandungan yang ada dalam produk ini, yang sudah disesuaikan dengan jenis kulit masing-masing orang. Bahkan cocok untuk kulit sensitif sekalipun.

Bagaimana cara edukasinya mengenai step-stepnya?

Semua Beauty Consultant (BC) kami sudah menjalani training langsung dari Korea. Jadi mereka sudah paham betul cara kerja Dr. Jart+.

Untuk konsumen pria juga bisa pakai?

Iya.

Cara edukasi ke konsumen prianya bagaimana, karena kan mungkin kebanyakan pria merasa segan jika menggunakan kosmetik wanita?

Sebenarnya bisa dilihat dari segi kemasannya ya. Kan kalau dilihat-lihat, packaging kami tidak terlalu cute atau girly-girly bagaimana. Jadi seperti bioterm, dimana pria pun bisa pakai. Mungkin secara umum, produk tersebut bisa langsung ketahuan masuk kategori produk pria karena modelnya cowok. Tapi kalau kami sih, banyak yang datang karena mereka melihat, ini produk apa ya? Packagingnya beda dari yang lain. beberapa konsumen kami ada juga yang lelaki sih, terutama untuk masalah jerawat. Karena itu kan lazim sekali ya untuk pria. Tapi biasanya mereka sendiri yang langsung mendatangi counter kami.

Andaikata sudah pakai, lalu berhenti, apakah akan timbul efek samping?

Misal V7, pembentukan melanin kan tidak pernah berhenti ya di kulit, jadi kalau memang stop pemakaian, lalu muncul lagi flek baru, ya itu normal. Jadi bukan salah produknya, karena memang pembentukan melanin terjadi secara terus-menerus. Untuk Ctrl-A, karena fungsinya untuk menghilangkan jerawat, misalnya sudah bersih, stop pemakaian, lalu muncul jerawat lagi, itu juga bukan salah produknya. Sebab jerawat bisa saja timbl karena faktor eksternal, misalnya stres, polusi, sinar UV, dll.

Harapan Anda ke depan?

Dr. Jart ada di semua mal. Tapi tetap kami pilih yang kelas A, hanya mudah-mudahan semakin tersebar luas supaya konsumen juga gampang dalam mencarinya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)