William Edison, Piawai Berbisnis Mesin Roaster Kopi

Sukses berwirausaha tidak harus didukung latar belakang pendidikan formal yang sesuai. William Edison membuktikannya. Meski tidak punya latar belakang teknik permesinan, lulusan STIKOM Bali ini sukses berbisnis mesin roaster kopi. Ia membuat mesin roaster, memasarkan, bahkan mengekspornya.

William Edison William Edison

Mulai berbisnis tahun 2011, pada 2013 William sudah menjual 60 unit mesin roaster dalam setahun. Tahun lalu bahkan sudah bisa menjual 100 unit mesin. Total tak kurang dari 200 unit mesin sangrai kopi yang diproduksi dan dipasarkan.

Lahir dari keluarga sederhana, tahun 2004 William pindah ke Bali setelah menyelesaikan SMA-nya di Riau. Di Bali ia tinggal bersama saudaranya, dan melanjutkan kuliah di STIKOM. “Di sela-sela kesibukan kuliah, saya bekerja sampingan di pabrik kopi merek Kupu-Kupu Bola Dunia, sebagai tur pemandu pabrik selama empat tahun,” ujarnya.

Selulus kuliah tahun 2008, William bekerja di sebuah pabrik milik orang Taiwan di Toraja Sulawesi Selatan, sebagai eksportir kopi Toraja. Bekerja selama tiga tahun membuatnya belajar banyak hal tentang kopi. Bahkan ia paham bisnis kopi dari hulu hingga hilir. Tak heran, akhirnya ia tertarik membuka usaha sendiri di bidang kopi.

Bisnis pertama yang digulirkannya: menyajikan fresh coffee. Ia menyangrai kopi yang diolah langsung dengan mesin sangrai, lalu kopi itu dibuat menjadi bubuk dan disajikan kepada konsumen sesuai dengan pesanan.

Apa daya, bisnis tersebut terkendala alat sangrai yang harganya sangat mahal, Rp 60-80 juta untuk kapasitas 1 kg. Dari situlah, pria kelahiran Bagansiapiapi 21 Februari 1984 ini terinpirasi untuk menciptakan alat sangrai kopi sendiri.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)