2011 Jadi Masa Keemasan Adidas

Adidas AG, produsen perangkat olahraga terbesar kedua di dunia, meningkatkan proyeksi penjualan dan laba di 2011 terkait tingginya permintaan merek Reebok dan biaya bunga yang menurun. Tampaknya, Adidas akan kebanjiran untung.

Adidas memperkirakan laba per saham naik pada tingkat yang 'mendekati' 15%, ujar perusahaan yang berbasis di Jerman itu dalam keterangan pers. Adidas sebelumnya meramalkan laba per saham naik sekitar 10% sampai 15%. Laba bersih di kuartal kedua naik 11% menjadi 140 juta euro (US$ 200 juta), mengalahkan estimasi pasar, berdasarkan data Bloomberg, sebesar 137,3 juta euro.

Adidas mengeruk keuntungan dari tingginya permintaan atas produk Rebok yang telah menambah model retro sneakers dan toning shoes untuk memperluas kapitalisasi mereka pada kebutuhan personal-fitness. Adidas juga memperluas cengkraman di Cina, Rusia dan Amerika Utara dengan meraup 50% dari total penjualan di 2015. “Tidak peduli dengan pernyataan dari pihak ritel atau statistik pangsa pasar yang saya baca, penjualan produk kami jauh lebih kuat dari apa yang kami bayangkan,” ujar CEO Adidas, Herbert Hainer.

Penjualan akan naik 10% dengan dasar mata uang netra. Sebelumnya, perusahaan menargetkan rasio 'single-digit'. Di lain pihak, Nike Inc, produsen peralatan olahraga terbesar di dunia, meningkatkan proyeksi penjualan jangka panjang setelah menignkatkan harga untuk melawan biaya kapas, tenaga kerja dan transportasi. Selain itu, Puma SE, bulan lalu, mengatakan rencana peningkatan harga di kuartal keempat dan melaporkan laba yang melampaui estimasi analis.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)