4 Hal yang Harus Diwaspadai Tahun 2012

Pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat baik secara langsung atau tidak langsung akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Bila diperhatikan secara historis, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif baik dan berkelanjutan. Namun kita harus waspada terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi dunia yang bisa menyebabkan penurunan ekspor Indonesia. Oleh sebab itu pertumbuhan di kisaran angka 6,3% sampai 6,8% masih lebih masuk diakal, dengan rata-rata di 6,5%.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah inflasi di Indonesia yang masih bisa terjaga. “Analisa DPR-RI tentang inflasi di angka terendah di 3,5% terlihat terlalu fantastis dan over optimis,” kata Aidil Akbar Madjid, Senior Financial Advisor dari AFC Financial Check Up.

Menurut Akbar, dengan adanya niatan kembali kenaikan TDL dan BBM Subsidi, maka angka inflasi lebih realistis di kisaran 5,3 - 5,6%. Ini akan menyebabkan tidak terjadi perubahan signifikan terhadap BI Rate di tahun 2012 mendatang. Angka kisaran 6% masih akan coba dijaga oleh Bank Indonesia. Angka ini dipatok juga untuk mengendalikan inflasi dan di saat yang bersamaan mencoba menstimulasi agar terjadi pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, semua itu akan tergantung pada industri perbankan. Apabila perbankan mau menurunkan kembali suku bunga kreditnya, maka sedikit banyak akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan cadangan devisa yang cukup besar dan restrukturisasi surat utang negara yang baik akan memberikan dana standby yang cukup untuk membeli US$ di pasar apabila terjadi banjir dollar dari FDI maupun yang masuk ke bursa efek. Kondisi ketidak pastian di Eropa membuat Indonesia masih menjadi salah satu negara tujuan investasi. Target nilai tukar diperkirakan akan relatif stabil pada kisaran Rp 8.800/US$, bahkan bisa kembali ke 8.600/US$ apabila ternyata dana asing membanjiri pasar Indonesia.

Dana asing yang bisa jadi membanjiri Indonesia lebih kurangnya karena potensi kenaikan Investment Grade dan FDI, yang membuat risiko investasi di Indonesia secara otomatis menurun dan membuka lebar peluang investasi di banyak sektor di Indonesia. Sektor keuangan melalui bursa juga akan memperoleh limpahan dana tersebut. Oleh sebab itu kita bisa ekspektasi terjadi kenaikan di Indeks Harga Saham Gabungan, apalagi ketika Indonesia menerima rating Investment Grade yang lebih baik.

Apa saja yang harus diwaspadai di 2012? Menurut Akbar, ada empat hal. Yaitu tren menurunnya ekspor, kenaikan TDL, kenaikan BBM ber-subsidi, serta pengesahan redenominasi dan dimulainya sosialisasi (kemungkinan bisa ditunda sampai 2013 atau 2014)
Investasi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)