46 Lembaga dan Perorangan Terima IGA 2012

Untuk merangsang kepedulian perusahaan dan lembaga pemerintahan terhadap lingkungan,  The La Tofi School of CSR kembali menggelar Indonesia Green Awards (IGA) 2012.  Tahun ini merupakan tahun ketiga digelarnya IGA.

Menurut La Tofi, Chairman The La Tofi School of CSR, berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini apresiasi diberikan kepada lebih banyak kategori green, yaitu green manufacture, mining, agro industry, forestry, banking, telecommunication, hotel, hospital, city, school, campus, dan local hero. Penghargaan IGA 2012 diserahkan oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Perindustrian MS Hidayat kepada 46 pihak.

La Tofi menjelaskan, dunia membutuhkan pemimpin dengan etika, moral, dan perilaku yang berwawasan holistik dan global yang mampu menyusun rencana, strategi, dan melaksanakan kegiatan masa depan manusia secara berkeadilan dan merata, yang menjadikan ‘Bumi ini untuk masa depan bersama’. “Kita patut bersyukur, di negeri ini walau belum banyak, namun ada sejumlah pemimpin yang telah mendorong tumbuhnya perilaku hijau di berbagai kalangan. Mulai dari sekolah, kampus, perusahaan, pemerintah daerah, masyarakat di daerah aliran sungai, sampai ke pesantren. Untuk itu, harus terus mendorong berbagai pihak yang giat mengembangkan pola pikir dan perilaku yang berorientasi pada penyelamatan lingkungan Tujuannya agar hijau menjadi way of life,” kata La Tofi.

Guru Besar Manajemen Lingkungan ITB, Prof. Surna Tjahja Djajadiningrat yang juga  Ketua Tim Penilai Indonesia Green Awards (IGA) 2012 menambahkan, Indonesia harus mampu mengimplementasi paradigma ‘Ekonomi Hijau’, yang bukan saja permasalahan lingkungan tetapi konsep ekonomi yang mengedepankan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan (growth within equity), pemanfaatan sumber daya alam yang efisien, dan menghindari terjadinya pencemaran lingkungan. “Bagi kegiatan usaha, ekonomi hijau diwujudkan menjadi triple bottom line: profit, people, and planet,” kata Surna.

Sebab, ekonomi hijau merupakan penegasan bahwa keberlanjutan hanya bisa dicapai dengan memastikan kita hidup dalam model ekonomi yang tumbuh tanpa mengorbankan kualitas lingkungan dan keadilan sosial.Tujuan peningkatan kualitas lingkungan dan keadilan sosial dalam ekonomi hijau telah ditunjukkan dalam banyak kasus bisa meningkatkan keuntungan ekonomi.

Pemerataan antargenerasi, lanjutnya, mensyaratkan upaya-upaya untuk memelihara produktivitas sumber alam yang terbarukan seperti tanah, ikan, dan hutan. Pemanfaatan sumber alam yang terbarukan harus dilakukan di bawah daya memperbaruinya (renewability). Pemerataan antargenerasi juga mensyaratkan pemeliharaan nilai keanekaragaman hayati. “Semua itu demi kemakmuran bersama,” tandasnya.

Beberapa perusahaan dan lembaga yang memperoleh IGA 2012 antara lain,  PT Antam (Persero) Tbk, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Rapala, Kabupaten Kutai Barat, PT SMART Tbk, HSBC Indonesia, Bank CIMB Niaga Tbk, Surabaya Plaza Hotel, SDN Purwantoro I Malang, SMP Negeri 2 Ubud, SMPN 3 Balikpapan, SMPN 1 Pangkajene Sulsel, SMK Wikrama Bogor, SMAN 2 Probolinggo, Universitas Surabaya, dan UII Yogyakarta.

Selain itu, IGA tahun ini juga ada empat tokoh yang memperoleh apresiasi sebagai green local hero, yaitu Erni Suhaina (pengusaha daur ulang sampah, mitra CSR Pertamina), Bang Idin (perawat Kali Pesanggrahan), Nur Alam (Gubernur Sulawesi Tenggara), dan Hasanain Juaini (Pemimpin Pondok Pesantren Nurul Haramain, Lombok). “Kami berharap IGA bisa mendorong lahirnya lebih banyak pihak yang menginspirasi dan berkontribusi secara berkelanjutan terhadap penyelamatan bumi,” kata La Tofi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)