5 Tema Pasar Global di Minggu Mendatang | SWA.co.id

5 Tema Pasar Global di Minggu Mendatang

Cukup 'menyegarkan' bila kita berpikir bahwa jika zona euro memiliki program intensif untuk mengatasi krisis utang, para investor bisa bernapas lega. Namun sayangnya, harapan tinggal harapan. Inilah perkiraan lima topik 'panas' yang akan mewarnai kehidupan masyarakat di minggu-minggu mendatang.

 

Pertama, perubahan ekonomi secara nyata. Ini mungkin kurang rincian penting dan bergantung pada miliuner asing, berdasarkan keterangan Reuters, untuk menggelontorkan sejumlah uang ke kantong di zona euro. Meskipun, kesepakatan utang Yunani terbukti menjadi perangsang bagi aset berisiko. Petunjuk lain adalah kemungkinan Cina dan Brazil bersedia untuk bepartisipasi dalam dana talangan di zona euro. Selain itu, ada kecenderungan untuk menunggu kebijakan moenter dari Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa.

 

Kedua, show me the money. Investor jangka panjang kini tengah menunggu detil bagaimana European Financial Stability Facility memberikan pengaruh terhadap rapuhnya ekonomi dan seberapa jauh Cina dan negara berkembang lain rela menanggung bagian dari pembiayaan rescue fund. Imbal hasil obligasi Italia masih di atas tingkat terakhir pada awal Oktober, saat Jerman dan Prancis berjanji memberikan solusi krisis. Meskipun masih tergolong baru, obligasi dan nilai kredit juga mencerminkan skeptisme pasar soal keterlibatan sektor swasta dalam dana talangan Yinani.

 

Ketiga, harapan tinggi terhadap Mario Draghi, Presiden Bank Sentral Eropa. Pasar keuangan tentu sangat memperhatikan kebijakan yang akan ditelurkan pada pertemuan Bank Sentral Eropa, Selasa depan, mengingat ini menjadi keputusan pertama Draghi sebagai petinggi, menggantikan Jean-Claude Trichet. Pasar mencari-cari sinyal kapan Draghi memotong suku bunga untuk menghindari resesi makin dalam. Bank Sentral juga tampaknya terpaksa meningkatkan ukuran pembelian obligasi bila keadaan Italia dan Spanyol memburuk.

 

Keempat, kegelisahan atas intervensi. Penurunan stabil atas dolar terhadap yen yang mencapai titik terendah akan menimbulkan risiko intervensi. Kekuatan baru atas yen terkait melemahnya dolar menyebabkan intervensi Jepang di pertemuan G20 akan menyulitkan pembuatan kebijakan internasional. Fokus di pasar mata uang akan muncul di pertemuan FOMC dengan keberadaan spekulasi tinggi bahwa dolar AS di bawah tekanan. Volatilitas tinggi dalam jangka pendek.

 

Kelima, lacking momentum. Meskipun, mungkin, kesepakatan zona euro berhasil mengatasi krisis utang, prospek jangka panjang perusahaan dan ekuitas diperkirakan masih suram. Proyeksi pendapatan perusahaan-perusahaan di Eropa, AS dan Jepang tetap memburuk. Sebagai contoh, pendapatan perusahaan-perusahaan di Eropa masih di bawah perkiraan analis. Pasalnya, mereka sudah kehilangan ekspektasi pasar.

 

 

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)