6 Faktor Pendorong Perusahaan Memanfaatkan Teknologi

Fujitsu memang lebih dikenal sebagai produk laptop. Padahal, Fujitsu bukan sekadar netbook maupun notebook. Pasalnya, segmen pasar Fujitsu selama ini mayoritas business to business (B to B) yang mengenal Fujitsu dari berbagai produk dan layanan tekonologi informasi (TI). Ini sesuai dengan visi Fujitsu untuk menjadi penyedia TI, solusi komunikasi, dan bisnis terdepan yang berfokus pada kepuasan pelanggan.

Sebagai penyedia TI lokal dengan kemampuan global, Fujitsu memiliki lini bisnis yang komprehensif, termasuk Platform Products, Application Services, Infrastructure Integration Services, Managed Services dan Networking Services. Portofolio pelanggannya tersebar dari berbagai skala dan segmen pasar, mulai dari sektor migas, manufaktur (perusahaan-perusahaan Jepang), telekomunikasi (Telkosmel, XL Axiata, Indosat, dsb), ritel, edukasi, plus kalangan pemerintahan (Kantor Pajak, Dept Keuangan, Dept Agama, dsb).

Raymon Firdauzi mengaku, dari 5 lini bisnis Fujitsu, Platform Products memberikan kontribusi revenue dominan, yaitu 50%. Platform Products meliputi server (Primergy, Primequest, Sparc Enterprise), storage (Eternus dan Esperimo), notebook (Lifebook), scanner, printer, serta client terminals (Tin Client, Zero Client, Workstation) dengan target pasar perusahaan kelas enterprise dan Usaha Kecil Menengah. “Kontribusi penjualan server 40%, storage 10%, scanner 35% dan peripheral 15%, “ jelas Country Head, Platform Product PT Fujitsu Indonesia, itu.

Kendati persaingan bisnis ICT sangat ketat, Fujitsu tetap optimistis. “Keunggulan kami dibandingkan kompetitor adalah komitmen lokal dalam services. Fujitsu men-deliver tiga janji penting, yaitu ambitious, genuine, responsive,” tegas Raymon seraya mengatakan tagline Fujitsu: “Shaping tomorrow wth you”. Apalagi ini diperkuat dengan tiga strategi pertumbuhan bisnis Fujitsu: helping our customers. creating value through environmental commitment, dan expanding globally.

Persaingan ketat juga bakal mewarnai tahun 2011. Fujitsu memaparkan enam faktor pendorong tahun ini yang akan mengubah bagaimana organisasi memanfaatkan teknologi untuk menjalankan aktivitas bisnisnya. Keenam faktor itu disebut sebagai “The Six C,” meliputi Consolidation, Commoditisation, Collaboration, Consumerisation, Conservation dan Compliance.

Bagaimana pengaruh The Six C terhadap Managed Services Fujitsu? Rasyid Gunawan Kuntowibowo menjelaskan, tren pemakaian TI sesuai permintaan (on-demand) akan semakin marak. Konsekuensinya, pasar layanan on-demand pun akan semakin kompetitif. Kekuatan pasar beralih dari para penyedia layanan kepada pengguna. Ini akan mengubah cara perumusan Service Level Agreement (SLA) yang ditentukan berdasarkan kepuasan pengguna dan bukan lagi berbasiskan kontrak. “Konsekuensinya, jika pengguna tidak puas dengan layanan satu penyedia, klien bisa langsung berpindah ke penyedia yang lain,” ujar Country Head Managed Services Fujitsu Indonesia ini.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)