ABM Investama Tawarkan 20% Saham di IPO

 

PT ABM Investama, penyedia solusi energi terintegrasi yang merupakan anak usaha grup Tiara Marga Trakindo, menawarkan 20% dari modal atau setara dengan 550.633.000 lembar saham. Penawaran umum perdana (IPO) itu dialokasikan sekitar 66% untuk pembiayaan ekspansi anak-anak usaha ABM.

 “Kami melihat bahwa bisnis pertambangan kini sedang dalam posisi yang menguntungkan. Karena itu, ABM akan maksimal mengembangkan lima bisnis utama kami yaitu pertambangan batu bara, jasa kontraktor pertambangan, penyewaan mesin pembangkit listrik, layanan engineering dan swa menytewa kapal dan logistic,” kata Direktur Utama ABM, Andi Djajanegara.

Untuk bisnis pertambangan batu bara, ABM menargetkan pertumbuhan produksi lima kali lipat dalam kurun tiga tahun mendatang. Saat ini, perusahaan memproduksi batu bara 2,5 juta ton hingga 2,7 juta ton. Untuk bisnis jasa kontraktor, pertumbuhan diharapkan naik 15% hingga 20% di waktu yang sama. Target pertumbuhan pun muncul di bisnis penyediaan jasa pembangkit listrik dan logistik dengan target 20% sampai 25% di tiga tahun mendatang. Untuk jasa kontraktor, ABM yang memiliki tujuh klien itu berencana menambah dua hingga mitra dalam waktu dekat.

“Selain untuk pembiayaan ekspansi, dana IPO akan dipakai untuk pembiayaan utang sebesar 27% dan 7% sisanya untuk modal kerja,” ujar Willy Adipradhana, Finance Director ABM. Perusahaan juga menyebutkan peningkatan CAPEX di 2012 sebesar 30% hingga 40% dibandingkan 2011. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan peralatan pendukung di lokasi tambang Aceh, pengembangan infrastruktur logistik dan pembangkit listrik.

Pertambangan batu bara melalui anak perusahaan ABM, PT Reswara Minergi Hartama, menyumbang pendapatan 35% sampai 40% dari total pendapatan ABM. Selain itu, kontraktor jasa pertambangan melalui PT Cipta Kridatama menyumbang pendapatan 25%. Power solution melalui PT Sumberdaya Sewatama menyumbang 15% hingga 20%. Yang terakhir, integrated logistics menyumbang pendapatan sekitar 10%.

PT Mandiri Sekuritas bersama PT Macquarie Capital Securities Indonesia adalah penjamin emisi efek terhadap ABM sehubungan dengan pencatatan saham. Sementara itu, Morgan Stanley&Co International Plc bertindak sebagai global coordinator.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)