Accenture Siapkan Metode Optimalisasi Smelter

Berangkat dari kebijakan Kementerian ESDM dalam Undang-Undang No. 4/2009 dimana para pelaku sektor pertambangan diwajibkan untuk membangun smelter guna meningkatkan perekonomian nasional, Accenture telah menyiapkan sejumlah metode dalam pengembangannya yang terintegrasi dengan IT, yaitu untuk optimisasi operasional, aset, serta komersial.

smelter

Kepulauan Indonesia kaya akan hasil bumi, namun belum optimal dalam pengelolaannya. Pembangunan smelter bertujuan untuk mengoptimalisasi pengelolaan sumber daya alam. Hanya saja, dalam pembangunan smelter, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Menurut Saut Maria Santosa, Managing Director Natural Resources Lead Accenture Indonesia, untuk membangun smelter harus ada kolaborasi baik dari pemerintah, BUMN terkait seperti PLN dan BUMN konstruksi, serta para pelaku mining itu sendiri. Selain itu, pengembangan infrastruktur IT juga diperlukan dalam menunjang efektivitas operasional di bidang ini.

Mengerucut pada pengembangan infrastruktur IT, Accenture telah menyiapkan metode IT integration untuk sektor ini melalui Accenture Indonesia Mining Enterprise Solution (AIMES). Saut menjelaskan, dalam penerapan metode tersebut nantinya bakal mencakup IT (Information Technology) - OT (Operation Technology) optimization, kemudian mencakup juga aspek mobility dan wearables, big data analytics, dan cloud computing. "IT dan OT perlu diimprove agar bisa efektif. Pasalnya masih banyak kejadian alat-alatnya beroperasi, tapi tidak terdetect," katanya.

Masih tentang IT, Accenture juga akan mengimplementasikan ERP solution. Pasalnya dengan metode ini biaya operasional bisa sangat ditekan lantaran ada servis yang hanya dipakai saat digunakan (pay per use), ketimbang harus membayar selama rentang waktu tertentu, semisal satu atau dua tahun. "Jadi ini cukup efektif bagi perusahaan tambang skala menengah dengan alasan untuk penghematan anggaran, sehingga bisa dialokasikan ke yang lain," Saut melanjutkan. Adapun ERP solution yang ditawarkan Accenture ini juga tidak hanya diimpelementasikan pada operasional saja, melainkan HR, procurement, juga financial.

Kemudian dari aspek mobility dan wearablesnya, rencananya juga akan diimplementasikan sensor RFID untuk para pekerja sehingga bisa memberikan fleksibiltas dalam melakukan aktivitasnya, terlebih langsung terintegrasi dengan IT. Metode ini juga memudahkan perusahaan untuk menganalisa data karena bisa mengumpulkan data dalam jumlah besar. Sementara untuk soal talent yang berperan sebagai data miners, bisa dari perusahaan tersebut atau disediakan oleh Accenture. Implementasi big data ini juga berkaitan dengan cloud solution yang sekaligus ditawarkan, dimana data yang  dihimpun langsung tertuju pada komputasi awan, sehingga bisa melakukan penghematan ketimbang harus membeli server sendiri.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)