Agar Fokus pada Core Business, BCP Penting Diterapkan Perusahaan

PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) berpartisipasi dalam "Data Center Conference & Expo Series 2011" yang diadakan di Hotel Shangri-La Jakarta. Kegiatan ini diadakan oleh Data Center Strategics (Pacific & Strategic Group) di beberapa negara Asia Pasifik dan Eropa, sehingga merupakan kehormatan bagi Indonesia menjadi negara pembuka seri di tahun 2011.

Dalam konferensi tersebut dibahas beberapa konten antara lain Data Center IT Services & Data Center Infrastructure. Dalam event ini Lintasarta memfokuskan diri pada Data Center IT Services, dengan menampilkan business continuity plan (BCP), cloud computing, virtualization (server dan DC), managed services, networks & design, business continuity dan application.

Sebagai salah satu pembicara, Bayu Adi Pramono, Data Center Product Manager Lintasarta, mengatakan, BCP sangat penting diterapkan oleh perusahaan perusahaan nasional yang sudah siap melangkah lebih jauh dan fokus pada core business-nya. BCP adalah perencanaan dan koordinasi mengenai langkah-langkah untuk meminimlakan risiko, penanggulangan dampak gangguan/bencana dan proses pemulihan kegiatan operasional pasca bencana agar kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan lancar.

Bayu menjelaskan, BCP terdiri atas 4 bagian utama: pertama, business impact analysis (analisa fungsi-fungsi bisnis yang kritikal terhadap bencana), continuity requirement analysis (analisa lanjutan kebutuhan fungsi bisnis), risk assessment (evaluasi risiko bisnis) & risk mitigation plan (rencana mengantisipasi risiko).

Perlindungan terhadap data dan aset perusahaan menjadi sangat penting dalam mengantisipasi risiko. Diperlukan suatu fasilitas pengganti yang handal pada saat pusat data perusahaan mengalami gangguan atau tidak berfungsi yang dapat mengganggu jalannya usaha. Fasilitas pengganti atau backup dari pusat data dikenal dengan istilah disaster recovery center (DRC).

Membangun DRC secara langsung atau di-outsourcimg sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Tergantung pandangan masing-masing perusahaan” ujar Bayu. Namun, jika perusahaan melakukan outsourcing, maka bisa lebih fokus pada bisnis inti dan yang lebih penting lagi mampu menekan capital expenditure menjadi operational expenditure.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)