Ambisi Produsen BTS Asal India Garap Pasar Indonesia

Kepala Pendiri VNL Rajiv Mehrotra memaparkanproyek VNL di Indonesia bekerja sama dengan penyedia layanan satelit Matra Mandiri Prima (MMPProyek ini menjadi penanda keberhasilan kami untuk menghubungkan yang belum terhubung. Langkah pertama yang kami ambil adalah menyediakan konektivitas kepada 15.000 orang di negara ini, dan kami berharap jumlahnya meningkat secara signifikan setiap tahun," jelas Rajiv.
Proyek bertajuk Desa Digital sebagai buah kerjasama VNL dengan MMP berhasil memperluas konektivitas ke 33 desa terpencil di Papua dan Sulawesi Barat dengan bekerja sama dengan operator seluler XLLangkah ini memang tergolong kecil namun cukup signifikan untuk menjembatani kesenjangan digital di negara kepulauan ini,” ujar Rajiv.
Selain konektivitas pedesaan, VNL terus berinovasi dengan mengembangkan solusi untuk konektivitas perusahaan dan manajemen bencana. Solusi konektivitas perusahaan milik VNL dirancang untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dari kedua perusahaan perkotaan dan perusahaan di daerah terpencil dalam bentuk jaringan GSM mandiri atau GSM extention untuk jaringan PBX yang telah ada.  Jenis industri seperti pertambangan dan perkebunan di seluruh Indonesia telah tertarik dengan ini karena akan mendapatkan banyak keuntungan dari platform komunikasi terpadu yang hemat biaya,” papar Rajiv.
Dalam kesempatan serupa VNL juga meluncurkan ResQMobil – sebuah portofolio solusi untuk manajemen bencana yang efektif  di perhelatan ICT Expo di Jakarta. ResQMobil milik VNL merupakan solusi komunikasi, pencarian, dan penyelamatan darurat yang mudah dibawa. Karena itu ResQMobil dipandang sesuai untuk tanggap darurat di lokasi yang terkena bencana dan telah dirancang untuk bekerja dalam berbagai kondisi termasuk bencana alam seperti gempa bumi, badai, banjir dan tsunami.
ResQMobil membantu dengan cepat menyiapkan jaringan seluler mandiri untuk penanggap pertama, pencarian, dan penyelamatan, melalui pelacakan lokasi warga sipil yang terkubur dan terluka, serta sekumpulan informasi di seluruh teknologi dan platform untuk membantu memberikan otoritas informasi yang dapat ditindaklanjuti. Ini adalah solusi paling efektif untuk penanganan bencana yang terjadi akhir-akhir ini.
Adapun Karun Kapil menyebutkan produk base transceiver station (BTS) yang diusung VNL memiliki karakteristik produk yang sesuai dengan kondisi topografi Indonesia. Kawasan Indonesia yang merupakan kepulauan dipandang membutuhkan BTS yang mampu beroperasi secara mandiri, bahkan untuk urusan pasokan dayanya.
 
Karena itu, BTS VNL dilengkapi dengan panel surya yang akan mengisi otomatis baterainya saat siang dan menggunakannya di saat malam atau mendung dan hujan. Tak cuma itu, konsumsi daya BTS pun diklaim Karun lebih hemat hingga 50% lebih dari produk pesaingnya. “Kami sudah merancang agar BTS-nya dapat beroperasi selama 72 jam dari terakhir pengisian untuk mengantisipasi kondisi mendung atau hujan berhari-hari,” jelas Karun yang menjabat Direktur Pengembangan Bisnis VNL.
 
Ditambah lagi BTS VNL dapat dioperasikan secara remote alias dari kejauhan. Adapun di tahun 2018 VNL  berharap dapat melayani kebutuhan komunikasi di 2000 desa di Indonesia.
 

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)