Anuj Kumar: Indonesia Pasar Sangat Penting Bagi Affle

Affle, perusahaan media global, kembali bersinergi dengan Telkomsel untuk meng-upgrade layanan sebelumnya: SMS 2.0 menjadi SMS 2.0 lIve. Fitur SMS ini nantinya akan bisa menghadirkan pengalaman baru bagi mereka yang masih menggunakan handphone dengan basis Symbian atau Java seperti memiliki smartphone.

Untuk itu, Yurivito Kris Nugroho dari SWA berbincang dengan CEO Affle, Anuj Kumar, 33 tahun, yang juga salah satu pendiri Affle. Pria lulusan Sarjana Ekonomi St. Stephen’s College, Delhi dan Master Komunikasi dari The Mudra Institute of Communications, Ahmedabad (MICA), India ini memimpin tim manajemen global dan bersemangat untuk mengejar visinya menjadikan Affle sebagai perusahaan SMS dan advertising global terdepan. Kini, Anuj yang pernah bekerja lebih dari 10 tahun di bidang pemasaran, periklanan dan teknologi seperti di ESPN Star Sports dan GroupM Mindshare sedang mengembangkan Affle untuk meraih pasar baru. Berikut petikan wawancaranya:

T : Apa yang menjadi core business Affle?

J : Kami fokus pada mobile product. Sekarang ini fokus besarnya messaging. Jadi kami menciptakan kesempatan juga kepada lingkungan dunia telekomunikasi ini, bagi operator dan handset manufaktur untuk bisa mendapatkan benefit, termasuk user dari aplikasi kami.

T : Produknya yang sudah dipasarkan di Indonesia apa saja?

J : Kami baru memasarkan SMS 2.0, yang sekarang ini sudah menjadi SMS 2.0 live di Indonesia.

T : Apakah ke depannya ada rencana bekerja sama dengan operator di luar Telkomsel?

J : Tentu saja kami sangat berminat nanti, cepat atau lambat untuk produk yang lain tentunya. Tetapi sekarang ini kami mempunyai dukungan marketing yang besar dari Telkomsel, operator terbesar di Indonesia. Dari situ kami masih berusaha memaksimalkan dukungan dari mereka dengan membuat produk yang diinginkan oleh masyarakat dan Telkomsel.

T : Bagaimana bentuk kerja sama dengan Telkomsel?

J : Bentuknya perjanjian bisnis dengan revenue shared. Kami menyediakan teknologi dan mereka menyediakan pasar dan sarana pemasaran. Kami akan mendapat keuntungan lewat mobile advertising yang akan dibagi rata.

T : Bagaimana kinerja SMS 2.0 di di pasar global maupun Indonesia?

J : Saya kira semakin baik. Dalam waktu 11 bulan terakhir, di Indonesia kami sudah mencapai lebih dari 500.000 pengguna, global lebih besar lagi. Dengan upgrade yang baru ini, dan ditambah dukungan dan janji dari Telkomsel untuk pemasaran lebih kencang lagi, kami yakin bisa mencapai lebih banyak lagi.

T : Apa yang ditawarkan lagi lewat SMS? Kenapa masih fokus kepada SMS?

J : Kami setuju pada pernyataan bahwa SMS itu yesterday. Tetapi tidak ada produk seperti kami yang menjadikannya kontemporer. Sekarang kami bisa menjadikan SMS seperti instant messaging. Seseorang bisa mendapatkan pengalaman baru seperti YM, Facebook dengan biaya yang lebih murah. Kami menjadikannya lebih baik. Menurut data Telkomsel, 60% pengguna mereka masih menggunakan ponsel berbasis Java dan Symbian, jadi peluang kami masih besar. Dengan hadirnya aplikasi dari Affle, orang bisa merasakan bagaimana mempunyai smartphone.

T : Namun secara global, apakah masih populer Java dan Symbian dibandingkan SMS?

J : Mayoritas di dunia masih menggunakannya. Tetapi, dengan perkembangan Android dan BlackBerry memang besar. Karena itu kami juga sudah menyiapkan aplikasi agar bisa masuk ke dalamnya, tetapi sekitar 65-70% di dunia masih menggunakan ponsel berbasis Java dan Symbian. Itu pasar yang besar sekali untuk dimanfaatkan. Saya memperkirakan sekitar 5 tahun ke depan akan menjadi terbalik, 70% akan didominasi smartphone.

T : Lantas, bagaimana komitmen Affle untuk pasar di Indonesia?

J : Indonesia merupakan salah satu pasar yang berkembang sangat cepat, selain India dan Cina, dan itu sangat penting bagi Affle. Karena pengguna handphone di tiga negara itu sangat tinggi akibat populasinya sangat. Karena itu kami akan membentuk Research and Development Center (R&D) di Indonesia, untuk membuat Indonesia semakin besar. R&D center ini akan dibentuk 6-9 bulan ke depan. Kemungkinan besar akan tetap di Jakarta.

T : Berapa investasi yang akan ditanamkan Affle di Indonesia terkait kerja sama dengan Telkomsel?

J : Investasi dalam bentuk uang mungkin tidak baik untuk dikomentari. Bukan saya orang yang tepat. Tetapi kami dengan tim akan melakukan banyak investasi. Kami akan menyediakan hardware teknologi dan konten serta lainnya. Dari situ perkembangan hardware dan konten akan seiring perkembangan masyarakat di Indonesia dan R&D Center akan membawa perkembangan investasi yang baik bagi ekonomi. Dengan R&D center yang akan hadir di Indonesia tentunya bisa menjadi lebih mudah bagi kami untuk mengetahui apa keinginan dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Sekarang ini kami masih melakukan R&D dari Singapura.

T : Bagaimana dengan para pekerja dari Indonesia? Apakah tertarik untuk mempekerjakannya?

J : Sekarang ini kami cukup banyak mempekerjakan orang Indonesia. Salah satunya adalah Head of Product Development dari Indonesia. Ini menjadikan kami lebih percaya diri untuk masuk dan memasarkan produk kami ke pasar Indonesia.

T : Apa rencana ke depannya untuk pasar Indonesia?

J : Sekitar 3-5 bulan mendatang akan ada produk baru diluncurkan dan akan membuat posisi kami di Indonesia menjadi lebih kuat. Masih tetap akan di messaging. Kami akan mencoba mentransformasi bahasa yang ada sekarang menjadi bahasa Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)