AP II Tingkatkan Kapasitas Landas Pacu Bandara Soetta

PT Angkasa Pura II (Persero) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNI) dan NATS (Services) Ltd untuk meningkatkan kapasitas landas pacu di Bandara Soekarno-Hatta. Nantinya, landas pacu di bandara internasional itu menjadi 86 pergerakan pesawat per jam dari saat ini 72 pergerakan. MoU tersebut diteken oleh Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi, Direktur Utama Perum LPPNI Bambang Tjahjono, dan Managing Director NATS (Services) Ltd Catherine Mason. Penandatangan itu disaksikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Bandara_Soekarno-Hatta

Sesuai dengan MoU, NATS (Services) Ltd yang berbasis di Inggris dan merupakan lembaga di bidang manajemen lalu lintas penerbangan akan melakukan peninjauan serta penilaian terhadap kebutuhan Angkasa Pura II dan Perum LPPNI atas beberapa hal, yakni aspek operasional, aspek teknis, dan pelatihan sumber daya manusia (SDM), guna peningkatan kapasitas runway di Bandara Soekarno-Hatta. Kerja sama itu juga mensyaratkan adanya alih teknologi kepada pemangku kepentingan dalam negeri seperti Angkasa Pura II, Perum LPPNI, Kementerian Perhubungan, dan beberapa universitas.

Budi Karya Sumadi optimistis kerja sama antara tiga institusi itu dapat meningkatkan layanan di Bandara Soekarno-Hatta, khususnya dalam hal operasional penerbangan. Saat ini, Angkasa Pura II dan Perum LPPNI sudah memulai program peningkatan kapasitas menjadi 86 pergerakan pesawat melalui perubahan prosedur, pengembangan infrastruktur, investasi peralatan dan fasilitas, dan peningkatan kompetensi SDM. "Adanya kerja sama dengan NATS (Services) Ltd yang akan berlangsung ini semakin menyempurnakan upaya tersebut," kata dia dalam rilisnya.

Dia menuturkan, meningkatnya kapasitas landas pacu di Bandara Soekarno-Hatta berarti semakin banyak pesawat lepas landas dan mendarat. "Sehingga akan mengurai kepadatan yang bermuara pada berkurangnya delay atau penundaan keberangkatan dan keterlambatan kedatangan," ungkap dia.

MoU yang ditandatangani itu merupakan tindak lanjut dari MoU antara The Government of The Republic of Indonesia and The Government of The United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland On The Provision of Services to Optimise Soekarno-Hatta International Airport of Jakarta and Air Traffic Management (ATM) Operations.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)