Apple dan Samsung Bersiap di 'Perang Argumen'

Apple Inc dan Samsung Electronics Co, untuk sementara, memenangkan kasus penjualan komputer tablet di Uni Eropa. Keduanya berambisi untuk mengubah sudut pandang pengadilan demi keuntungan mereka saat proses uji dengar argumen lisan di depan hakim atas produk perusahaan Korea, Samsung, minggu ini.

Dusseldorf Regional Court sebelumnya menyetujui permintaan Apple, produsen iPad, untuk memblokir sementara penjualan tablet Galaxy 10,1 di 26 negara anggota Uni Eropa. Namun selanjutnya, pengadilan memutuskan untuk merevisi keputusan yang terkendala waktu itu, ujar Alexander Bulling, pengacara hak paten di firma hukum Dreiss di Stuttgart. “Belum ada keputusan akhir dan kita akan melihat bagaimana hakim meninjau semua argumen mereka.”

Sengketa Samsung dan Apple di tiga benua telah merusak rencana Samsung terkait penjualan yang diperkirakan mencapai US$ 53 miliar di 2015 pada pasar tablet. Jika larangan itu terus berlanjut hingga Januari, Samsung diperkirakan kehilangan penjualan 500 ribu tablet Galaxy atau 10% dari proyeksi total penjualan tahun ini, ujar Neil Mawston, analis Strategy Analytics.

Memang, pengadilan di negara anggota Uni Eropa dapat mengeluarkan perintah tertentu terkait pelanggaran kekayaan intelektual yang mencakup semua wilayah. Kemungkinan pengadilan Jerman mengeluarkan larangan melampaui batas nasional terhadap perusahaan yang berkantor pusat di luar Eropa menjadi titik argumen Samsung yang menentang perintah pemblokiran itu. Karenanya, hakim Jerman memutuskan untuk tidak memaksakan aturan hingga uji dengar pada 25 Agustus mendatang.

Meskipun Apple dipastikan dapat menuntut Samsung yang berlokasi di Jerman sebagai bagian dari Eropa, masih cukup rumit jika berbicara soal 'orangtua' perusahaan itu di Korea. “Anda bisa menuntut perusahaan non-Uni Eropa jika mereka memiliki anak perusahaan di sini,” ujar pengacara SKW Schwarz di Frankfurt, Jerman, Magnus Hirsch. “Namun, unit Samsung di Jerman merupakan perusahaan independen sehingga mungkin tidak masuk hitungan aturan itu.”

Apple juga bisa mengajukan kasus hukum ke pengadilan Jerman yang memiliki yuridiksi atas perusahaan asing yang melanggar aturan perlindungan kekayaan intelektual di Uni Eropa jika perusahaan tersebut memiliki 'rantai pelanggaran' dengan perusahaan yang berbasis di Jerman, kata Hirsch lagi. “Apple harus melindungi hak kekayaan intelektual jika ada perusahaan lain yang mencuri ide-ide kami,” tegas perusahaan dalam keterangan pers mereka.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)