ARLI Usul Roadmap Rumput Laut Nasional Dibentuk

Demi mengembangkan industri rumput laut nasional dari hulu hingga ke hilir, Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) meminta Pemerintah, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan semua pemangku kepentingan terkait untuk menciptakan roadmap. Hal itu penting demi mewujudkan optimalisasi rumput laut dalam ekonomi biru (blue economy).

Safari Azis, Ketua Umum ARLI, mengatakan, ekonomi biru sebagai suatu landasan riil untuk mengembangkan perekonomian berbasis sumber daya air, sudah saatnya menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia yang hidup sebagai negara maritim.

“Sebagai bahan baku, rumput laut memiliki lebih dari 500 end product. Artinya, rumput laut sebagai bahan baku penggunaannya luas dan banyak dibutuhkan oleh industri baik pangan maupun non pangan," sebut Safari.

Ia berujar, rumput laut bisa berperan sebagai pengenyal, pengemulsi, pengental, penjernih, dan sebagainya. Oleh sebab itu, asosiasi berharap rumput laut sebagai bahan pencampur alami tidak hanya eksis dengan agar-agar dan carageenan saja. Tetapi bisa lebih menampilkan produk-produk jadi yang berasal dari ekstraksi rumput laut.

Pengolahan rumput laut dengan lebih bervariasi tidak hanya menguntungkan bagi perdagangan saja. Tetapi juga meningkatkan peluang investasi budidaya dan pengolahannya.

Safari pun menyebutkan, berkembangnya industri pangan, industri kosmetik, industri pupuk, industri energi terbarukan berbasis rumput laut baik nasional maupun global akan sangat menguntungkan bagi Indonesia sebagai negara penghasil rumput laut terbesar di dunia.

Pengembangan industri hilir yang berbasis community development juga berpeluang melibatkan masyarakat pantai sebagai aktor. Artinya, perekonomian masyarakat pantai dan kepulauan dapat dirangsang dari industri rumput laut.

“Kesinambungan antara industri hulu dan hilir dapat terjamin, sehingga masyarakat rumput laut secara terstruktur dan optimal dapat berperan," lanjutnya.

Namun, menurut dia, kesinambungan antara industri hilir dan hulu yang belum terancang secara cermat seperti yang terjadi sekarang mengakibatkan  terganggunya rantai pasok. Sebagai solusi, asosiasi pun merekomendasikan agar Kementerian Kelautan dan Perikanan dan pihak terkait untuk membuat roadmap industri rumput laut.

Roadmap itu nantinya menjadi platform pentingnya industrialisasi rumput laut sebagai unggulan komparatif di Indonesia. "Selain itu, roadmap akan memudahkan dalam mengidentifikasi berbagai dimensi dari suatu kawasan yang dianggap prioritas untuk pembangunan industri rumput laut sehingga pola pengembangan industrinya pun akan jelas dan terarah,” tukasnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)