Artotel Apresiasi Seni Graffiti X-Go

imagesSeni merupakan hal yang dapat diapresiasi dan diterapkan di mana saja. Dari berbagai macam seni kontemporer yang ada, seni Graffiti merupakan salah satu yang sering dijumpai. Seni jalanan ini memang sering dijumpai di sekitar masyarakat. Uniknya, seni jalanan tidak hanya sebatas seni. Ada pesan, ekspresi maupun ide tersirat di dalamnya. Bisa dikatakan bahwa seni Grafiti memiliki filosofi kehidupan di dalamnya.

Berangkat dari hal tersebut, Artotel Surabaya menghadirkan pameran tunggal seorang seniman lokal Indonesia perintis seni Graffiti dari Surabaya, X-Go Warhol. Pameran ini dilaksanakan sebagai bentuk apresisi terhadap karya seni jalanan. Pameran akan berlangsung selama dua bulan, dari tanggal 11 September sampai 12 November 2015, di Lobby Art Space Artotel Surabaya.

X-Go sendiri dikenal sebagai salah satu perupa seni jalanan di kota Surabaya. Ia sering mengadakan pameran, diskusi, dan bersama komunitasnya sering juga merepotkan satpol PP karena ulah mereka mencorat-coret tembok/dinding di jalanan kota Surabaya. Mulai dari jalanan Wonokromo, Gunungsari, Bratang, Raya Darmo, sampai pinggiran kota Surabaya. Tembok-tembok yang sudah usang atau masih nampak iklan-iklan promosi ditindas demi hasrat mengekspresikan ide-ide tentang apapun. Banyak ungkapan propaganda tentang isu-isu sosial yang menjadi konsep gerakan X-Go dan komunitasnya dalam melawan ketidakadilan di sekitarnya.Dengan gaya Suroboyoan yang egaliter X-Go kelihatan garang dalam ekspresi seninya pada tembok-tembok itu.

Grraffity karya X-Go memang banyak menampilkan ide ide tertentu. Ide yang ditampilkan contohnya adalah masalah korupsi, pemilu, dan kesewenang-wenangan aparat terhadap masyarakat.

Safrie Effendi, Art Manager Artotel Indonesia menyatakan kebanggaannya menyelenggarakan pameran tunggal seorang perintis seni grafity Indonesia, X-Go Warhol yang telah berkecimpung di dunia seni jalanan sejak satu dekade silam. " X-Go telah berkecimpung di Seni Graffiti selama lebih dari satu dekade, terutama di Surabaya dan Sidoarjo," imbuhnya.

Selain itu, pameran ini juga melakukan perbandingan antara Paul Jackson Pollock dengan X-Go dalam hal kesamaan dan perbedaan dari 2 genre besar seni lukis. Pollock adalah seorang pelukis Amerika yang berpengaruh dan tokoh utama dalam gerakan abstrak ekspresionis. Dia terkenal karena gayanya yang unik dengan lukisan menetes.

“Pollock dan X-Go memiliki kesamaan dalam penggunaan warna yang cerah dan eksentrik, namun perbedaannya adalah Pollock bermain dengan banyak bentuk organic dan menekannya pada tetesan dan percikan agar terlihat lebih ekspresif. Sementara X-Go cenderung lebih rapi dan tenang dalam membuat karyanya dan mengeksekusi karya-karyanya dengan melibatkan banyak bentuk shape dan geometris. X-Go juga memiliki referensi dari Picasso dan terinspirasi dari karya-karya Mas Mundari,” tutup Safrie.

Artotel memang sering melakukan apresiasi terhadap karya seni. Di Surabaya, apresiasi ini bertujuan melestarikan kebudayaan kota Surabaya dan sekitarnya, Artotel Surabaya dirancang dengan arsitektur kolonial untuk menjaga prestisius daerah sekitarnya dan dikombinasikan dengan sentuhan seni kontemporer yang tercermin pada tangga besar yang menjadi pusat perhatian dari hotel ini. Hotel ini berkolaborasi dengan 5 seniman pendatang baru Indonesia, dan dari hasil karya para anak bangsa ini secara langsung Artotel mengangkat dan mempromosikan seni rupa kontemporer Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)