Aset Total Perusahan Pembiayaan Capai Rp108 Triliun

Penggerak utama dari pertumbuhan adalah pembiayaan konsumen yang menyumbang sekitar 62% dari jumlah piutang perusahaan pembiayaan, mencerminkan pertumbuhan yang didorong oleh konsumsi setelah periode krisis keuangan. Lebih dari 90% piutang pembiayaan consumer tersebut adalah pembiayaan mobil dan sepeda motor. Sementara itu, sewa guna usaha yang merupakan bisnis utama sebelum krisis keuangan, kontribusinya terhadap jumlah piutang perusahaan pembiayaan menurun menjadi 35%. Per akhir tahun 2006 ada 214 perusahaan pembiayaan di Indonesia meskipun data tak resmi menunjukkan hanya sekitar 140 perusahaan yang aktif beroperasi, di mana lima perusahaan terbesar yang tercatat di bursa efek memiliki aset total dan piutang sekitar sepertiga dari aset total and piutang seluruh perusahaan pembiayaan.

Sarana transportasi umum yang kurang mendukung, rasio kepemilikan kendaraan yang relatif masih rendah, dan naiknya tingkat pendapatan di Indonesia akan mendukung pertumbuhan permintaan mobil dan sepeda motor yang pada giliran berikutnya akan mendorong pertumbuhan pembiayaan mobil dan sepeda motor. Antara tahun 2000 sampai 2005, jumlah piutang perusahaan pembiayaan meningkat sebesar 18% CAGR (Compound Annual Growth Rate) didorong oleh pertumbuhan penjualan mobil baru sebesar 12% CAGR dan sepeda motor baru sebesar 42% CAGR. Meskipun demikian, Fitch percaya, faktor pendukung pertumbuhan pembiayaan kedepannya tidak hanya pembiayaan konsumen tetapi juga sewa guna usaha seiring pulihnya sektor korporasi.

Kompetisi untuk menguasai pangsa pasar dan kondisi perekonomian yang kurang mendukung antara semester kedua tahun 2005 sampai dengan semester pertama tahun 2006 mempengaruhi kualitas piutang dari perusahaan pembiayaan seperti terlihat dari meningkatnya rasio hapus buku bersih (net charge-offs) rata-rata dari lima perusahaan terbesar yang terdaftar di bursa efek dari 2,7% di tahun 2004 menjadi 3,7% di tahun 2005 dan 3,3% di tahun 2006. Akibatnya, profitabilitas menurun, dengan rasio margin bunga bersih disesuaikan terhadap resiko (risk-adjusted revenue margin, yaitu margin bunga bersih setelah dikurangi kerugian bersih dan biaya operasi dibagi dengan aset bersih yang dikelola) dari lima perusahaan ini menurun menjadi 0,4% di tahun 2006 dan 2,4% di tahun 2005 dari 4,0% di tahun 2004. Kendati begitu, kontribusi dari pendapatan selain bunga yang cukup besar (umumnya dari komisi pembiayaan) mendukung tingkat ROA di 2,3% di tahun 2006 (2005: 3,3%, 2004: 4,3%).

Profil keuntungan relatif terhadap resiko dari pembiayaan kendaraan bermotor yang cukup bagus, dengan rata-rata margin bunga bersih sekitar 8% untuk pembiayaan mobil dan 14% untuk pembiayaan sepeda motor, telah menarik minat dari bank-bank lokal. Dua dari lima perusahan pembiayaan terbesar yang tercatat di bursa efek sekarang telah dimiliki oleh dua bank lokal yang besar. Fitch percaya bahwa ini akan membawa perkembangan yang lebih baik buat perusahaan pembiayaan mengingat standar dan praktek-praktek manajemen resiko yang lebih baik dari bank dan juga kontrol terhadap proses pemberian pinjaman yang lebih baik yang bisa diterapkan pada pada lembaga pembiayaan non-bank yang relatif lebih kecil dan lebih sederhana ini.

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)